BLITAR – Kabar terbaru mengenai pencairan sertifikasi TW4 kembali menghangat di kalangan tenaga pendidik. Informasi soal pencairan sertifikasi TW4 ini kembali menjadi perbincangan karena per hari ini sudah ada guru yang melaporkan bahwa dana telah masuk ke rekening masing-masing. Terbaru, pencairan sertifikasi TW4 dilaporkan lebih dulu dirasakan oleh guru non ASN yang pengelolaannya berada di bawah Puslabdik.
Para penerima menyebutkan hari ini kembali dilakukan penarikan data dan validasi tahap 4 — dan hal itu membuat pencairan sertifikasi TW4 semakin meluas. Sejumlah bukti rekening dari beberapa daerah telah diunggah guru di berbagai grup Telegram dan WhatsApp. Kanal Profesi Guru yang mengulas informasi ini menyebutkan, pencairan terus berjalan bertahap sesuai mekanisme Kemenkeu dan Kemendikbudristek.
Walau demikian, sebagian guru yang pencairan sertifikasi TW3-nya belum diterima diharapkan tetap bersabar. Narasi pembawa acara dalam video menegaskan bahwa realisasi masih lanjut dan data ditarik bertahap. Itu sebabnya, pencairan sertifikasi TW4 yang mulai masuk rekening hari ini bukan berarti semua langsung cair serentak.
Non ASN Mendominasi Bukti Cair
Dalam update hari ini, bukti rekening yang ditampilkan mayoritas berasal dari guru kategori non ASN. Salah satu contohnya adalah laporan dari guru non ASN jenjang TK Kabupaten Semarang yang menunjukkan sertifikasi TW4 sudah “landing” tanggal 6. Disusul laporan lain dari guru PAUD non ASN dan guru non ASN di Kota Medan.
Laporan bukti cair TW4 juga muncul dari Bank BNI untuk wilayah Bojonegoro. Ini memperkuat pola bahwa pencairan TW4 non ASN memang maju lebih cepat di bulan November — sesuai regulasi.
Para guru non ASN menyebutkan, regulasi yang mengatur pencairan ada di Puslabdik dan jadwal TW4 memang sudah masuk masa cair. Jadi, ketika pencairan sertifikasi TW4 untuk non ASN mulai terdeteksi, itu selaras dengan juknis.
Guru dengan Kode 16 Diminta Cek Ulang
Sementara untuk guru yang statusnya masih “kode 16”, penyebab dominannya bukan pada pusat, melainkan karena daerah belum mengusulkan ke pusat sehingga data tertahan. Jika masih terjadi status tersebut, langkah yang bisa dilakukan adalah cek warna kuning pada dashboard Info GTK, lalu perbaiki segera komponen yang belum valid.
Di sisi lain, update hari ini juga membawa kabar baik untuk guru yang jam mengajarnya memenuhi 24 jam melalui penambahan tugas tambahan atau ekuivalensi tugas tambahan. Karena validasi tahap 4 telah ditarik ulang, maka guru dengan jam ajar yang terpenuhi berpotensi langsung tembus valid dan masuk antrian SKTP.
Bagaimana dengan ASN?
Untuk ASN, kanal Profesi Guru menyebutkan hingga minggu ini tim masih menuntaskan penerbitan SKTP untuk TW3 sampai akhir Oktober. Itu sebabnya, pembayaran TW4 untuk guru ASN kemungkinan lebih realistis dibayarkan pada Desember. Karena mekanismenya bukan langsung pusat menarik ke Puslabdik, tetapi melalui alur Kemenkeu.
Dengan demikian, pencairan sertifikasi TW4 per hari ini benar sudah berjalan, tetapi dominannya masih untuk guru non ASN. Guru ASN perlu menunggu hingga penerbitan SKTP TW3 selesai karena pembayaran TW4 diproyeksikan terjadi di Desember.
Kanal Profesi Guru menggarisbawahi — “bagi yang belum valid, fokuslah cek dashboard Info GTK, lihat mana yang kuning, perbaiki, dan tunggu penarikan batch berikutnya.”
Sehingga, selain pencairan sertifikasi TW4, masalah validasi tetap menjadi faktor penentu apakah guru berhak atau belum berhak menerima pembayaran sertifikasi di triwulan terakhir tahun ini.
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi