Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jelang Masa Angkutan Nataru, KAI Mulai Cek Jalur Rel Sepanjang Garum-Talun, Ini Hasilnya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 10 November 2025 | 21:00 WIB

 

 

MONITORING: Petugas KAI Daop 7 Madiun melakukan pengawasan dengan berjalan kaki dari Stasiun Talun hingga Stasiun Garum, Minggu (9/11/2025).
MONITORING: Petugas KAI Daop 7 Madiun melakukan pengawasan dengan berjalan kaki dari Stasiun Talun hingga Stasiun Garum, Minggu (9/11/2025).

BLITAR – Petugas KAI Daop 7 Madiun melakukan pemeriksaan lintasan atau walkthrough di jalur Talun–Garum, Minggu (9/11/2025). Mereka menelusuri jalur sepanjang 8,2 kilometer (km) rel memastikan perjalanan KA aman. Langkah itu sebagai antisipasi ancaman perjalanan saat cuaca ekstrem.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin untuk memastikan seluruh prasarana perkeretaapian dalam kondisi aman. Termasuk kesiapan mendukung kelancaran perjalanan kereta api, terutama menghadapi musim hujan dan potensi cuaca ekstrem.

Pemeriksaan lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Deputy Vice President Daop 7 Madiun, Mohammad Kahfi, bersama sejumlah pejabat teknis, pengawas jalan rel, dan tim pemeliharaan.

Mereka menempuh jalur dengan berjalan kaki dari Stasiun Talun menuju Garum sambil memeriksa satu per satu komponen prasarana, mulai dari rel, bantalan, jembatan, saluran air, hingga titik-titik rawan longsor dan banjir.

“Langkah ini upaya KAI memastikan seluruh aspek operasional berjalan sesuai standar keselamatan. Kami ingin memastikan tidak ada titik yang luput dari pengawasan, karena keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas kami,” ujar Kahfi.

Menurut Kahfi, jalur Talun–Garum termasuk salah satu lintasan penting di wilayah Blitar yang menjadi penghubung antarwilayah operasi. Selain padat dilalui KA penumpang dan barang, jalur ini juga banyak berkelok-kelok.

Berdampak pada kondisi rel yang bisa rusak atau putus. Maka dari itu, pemeriksaan dengan berjalan kaki menjadi cara paling efektif untuk mengetahui kondisi nyata di lapangan. Apalagi, riwayat jalur ini, beberapa waktu lalu terdapat laporan rel putus di Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun.

Hal itu perlu mendapatkan perhatian lebih terkait keamanan dan kelancaran perjalanan kereta api. "Kami tidak ingin ada rel putus lagi yang dapat membahayakan perjalanan KA. Hal itu harus diantisipasi sejak dini,” tuturnya.

Sementara itu, Manajer Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul menjelaskan, walkthrough merupakan bentuk pengecekan preventif yang rutin dilakukan. Melalui kegiatan ini, tim bisa mendeteksi sejak dini apabila ada potensi gangguan terhadap keselamatan perjalanan, seperti rel bergeser, bantalan lapuk, atau sistem drainase tersumbat.

Baca Juga: Pemkot Blitar Siap Meriahkan Hari Wayang Sedunia, Ini Sejumlah Agendanya

Pemeriksaan langsung seperti ini membantu petugas KAI mengidentifikasi potensi bahaya sebelum menimbulkan gangguan yang lebih besar.

Tentu setiap temuan akan langsung ditindaklanjuti oleh unit terkait agar perjalanan kereta api tetap aman dan lancar.

“Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional KAI. Budaya safety harus terus dibangun dan dilaksanakan di semua lini. Kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan KA tidak hanya tepat waktu, tapi juga benar-benar aman bagi masyarakat pengguna jasa kereta api,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#walkthrough #kai daop 7 madiun #jalur Talun Garum #antisipasi ancaman perjalanan #perjalanan KA aman