BLITAR - Isu BSU tahap 2 2025 kembali mencuat di media sosial, terutama setelah beberapa unggahan dan potongan video di TikTok serta Facebook menyebut bahwa akan ada pencairan tambahan di akhir tahun. Banyak pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta pun mulai kembali bertanya apakah BSU tahap 2 2025 benar-benar akan cair. Tetapi pernyataan resmi dari Menteri Ketenagakerjaan justru menunjukkan arah berbeda. Dalam penjelasan yang disampaikan dalam video terbaru yang kini viral, Menaker menegaskan langsung: tidak ada BSU tahap 2 2025. Informasi tersebut dipastikan hoaks.
Pernyataan itu menjadi kunci klarifikasi, karena rumor mengenai BSU tahap 2 2025 dalam dua pekan terakhir memang sangat massif. Banyak akun clickbait membuat judul bombastis yang membuat seolah-olah pemerintah sudah menyiapkan anggaran tambahan. Padahal, berdasarkan penegasan Kemnaker, bantuan subsidi upah hanya diberikan satu kali pada pertengahan tahun 2025 yaitu untuk bulan Juni dan Juli. Tidak ada kelanjutan termin atau gelombang tambahan.
Fokus Pemerintah Berpindah
Pemerintah disebut sedang memindahkan fokusnya terhadap program magang bergaji UMP. Program ini menyasar pelajar, fresh graduate, dan calon tenaga kerja baru, bukan penyaluran BSU tahap 2 2025. Menaker menegaskan bahwa pemerintah sedang menyusun skema magang terstandar, bukan lagi menambah BSU.
BSU 2025 sendiri diberikan untuk pekerja bergaji maksimal Rp3,5 juta per bulan, yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan kategori pekerja penerima upah. Program BSU tahun ini menyasar 3,56 juta penerima.
Tujuan BSU Sudah Dicapai
Tujuan BSU pada dasarnya adalah menjaga daya beli dan stabilitas konsumsi domestik, terutama pada fase pasca-kenaikan harga pangan di triwulan kedua. Dengan transfer tunai untuk Juni dan Juli, pemerintah menganggap fungsi penyangga daya beli sudah terpenuhi.
Artinya, secara kebijakan fiskal, BSU tahap 2 2025 tidak relevan lagi. Daripada memperpanjang, pemerintah memilih memperkuat supply tenaga kerja melalui skema magang bergaji UMP yang dinilai lebih memberi efek jangka panjang ke ekonomi.
Waspada Judul-judul Menyesatkan
Di sisi lain, masyarakat diminta lebih berhati-hati terhadap video-video di TikTok, Facebook, maupun YouTube yang mengunggah klaim BSU akan cair lagi. Banyak konten memanfaatkan trending phrase “BSU tahap 2 2025 cair lagi” untuk menaikkan view. Padahal, mayoritas tidak menyertakan sumber resmi.
Dalam video itu disebutkan tegas: “BSU tahap dua itu tidak ada”.
Pernyataan tersebut sekaligus memberi kepastian bagi pekerja yang sudah menerima BSU. Karena bagi pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta yang sudah menerima BSU pertengahan tahun, statusnya selesai — programnya tidak dilanjutkan.
Masyarakat Diminta Pantau Kanal Resmi
Namun demikian, masyarakat tetap disarankan memantau kanal resmi Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan untuk pembaruan kebijakan bantuan pekerja. Karena kebijakan fiskal 2026 akan mulai dibahas di awal tahun.
Sementara itu, banyak pihak menilai pemerintah justru menggeser arah ke program pelatihan dan pemagangan • bukan transfer tunai.
Dengan klarifikasi ini, publik kembali mendapat kepastian: isu BSU tahap 2 2025 adalah rumor tanpa dasar.
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi