BLITAR KAWENTAR – Kabar baik datang bagi masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Pada Senin malam, 10 November 2025, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah dilaporkan telah menerima pencairan PKH tahap 4 dengan nominal bervariasi antara Rp225 ribu hingga Rp1,2 juta.
Informasi ini terungkap dari kanal YouTube Rojikna Celuler yang menayangkan sesi cek saldo PKH BPNT tahap 4 malam hari ini secara langsung. Dalam tayangan berdurasi sekitar 15 menit itu, sang pembawa acara melakukan pengecekan saldo beberapa kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) milik masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Banyak yang Sudah Cair: Rp500 Ribu hingga Rp1,2 Juta
Dari hasil pengecekan, sejumlah penerima manfaat mengaku sudah menerima bantuan PKH tahap 4 malam ini.
“Alhamdulillah, malam ini ada yang cair Rp1.200.000 untuk kategori lansia ganda, ada juga lansia tunggal Rp600.000, dan SMA Rp500.000,” ungkap narasumber dalam video tersebut.
Baca Juga: Cara Mengajukan Pinjaman Pensiun di Bank Mandiri Taspen, Bisa Hingga Rp350 Juta Tanpa Ribet.
Ia juga menambahkan, beberapa kartu KKS keluaran tahun 2017 hingga 2021 tercatat sudah menerima pencairan di berbagai daerah seperti Batu Malang, Lumajang, Cirebon, dan Tangerang. “PKH 2017 sudah cair untuk Batu Malang, alhamdulillah,” katanya.
Namun demikian, masih ada sebagian kartu yang belum menunjukkan saldo masuk. “Yang masih kosong, mudah-mudahan segera tersalurkan malam ini atau beberapa hari ke depan,” imbuhnya.
Komponen PKH Tahap 4 2025
Dalam tayangan itu, pembawa acara juga menjelaskan besaran nominal bantuan PKH berdasarkan komponen penerima manfaat:
- SMA: Rp500.000
- SMP: Rp375.000
- SD: Rp225.000
- Lansia: Rp600.000
- Balita atau Ibu Hamil: Rp750.000
Bahkan, untuk kategori lansia ganda, nilai bantuan bisa mencapai Rp1,2 juta. Hal ini disebabkan adanya dua komponen lansia dalam satu keluarga penerima manfaat.
“PKH SMA malam ini sudah masuk Rp500 ribu. Sementara BPNT belum ada saldo masuk, masih kosong,” ujar pembawa acara sambil menampilkan bukti tangkapan layar pengecekan saldo.
Wilayah yang Sudah Cair dan yang Masih Menunggu
Dari pantauan obrolan para penonton di kolom komentar live chat, wilayah yang sudah cair antara lain Batu Malang, Lumajang (Jawa Timur), Cirebon (Jawa Barat), dan DKI Jakarta Pusat.
Sementara beberapa daerah seperti Palu, Bandung, dan Tangerang dilaporkan masih menunggu giliran pencairan.
“PKH tahun 2020 tadi sore cair di wilayah saya,” tulis salah satu penonton. “Yang tahun 2018 belum ada saldo, masih kosong,” timpal yang lain.
Hal ini menunjukkan bahwa pencairan dilakukan secara bertahap oleh bank penyalur, utamanya Bank BNI, sesuai dengan jadwal dari Kementerian Sosial (Kemensos).
BPNT Menyusul Setelah PKH Cair
Selain PKH, masyarakat juga menantikan pencairan BPNT tahap 4. Menurut pembawa acara, bantuan BPNT kemungkinan akan cair sekitar satu minggu setelah PKH tuntas disalurkan.
“Kalau PKH-nya sudah merata, biasanya BPNT akan segera disalurkan,” ujarnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap bersabar dan rutin mengecek saldo KKS mereka, baik melalui mesin ATM BNI, e-Warong, atau unit-unit BNI terdekat.
Antusiasme dan Harapan Penerima
Ribuan penonton yang menyaksikan video tersebut menyampaikan rasa syukur atas pencairan yang sudah diterima.
“Alhamdulillah sudah cair, bisa buat bayar kebutuhan sekolah,” tulis salah satu penerima manfaat dari Madion.
Namun, ada juga yang masih menunggu. “BPNT belum masuk, semoga minggu ini cair karena sudah butuh makan,” ujar pengguna lain.
Kanal YouTube Rojikna Celuler pun menutup tayangan dengan pesan positif kepada masyarakat agar tetap semangat dan tidak mudah termakan hoaks terkait bantuan sosial.
“Mudah-mudahan semua yang belum cair malam ini segera terselurkan. Tetap semangat dan jaga kesehatan,” tuturnya menutup sesi.
Dengan update pencairan PKH BPNT tahap 4 malam 10 November 2025 ini, diharapkan masyarakat dapat memantau perkembangan bantuan secara akurat. Pemerintah melalui Kemensos terus menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh bantuan tepat sasaran dan tersalurkan sebelum akhir tahun 2025. (*)
Editor : Rahma Nur Anisa