BLITAR KAWENTAR – Kabar gembira sekaligus penuh tanda tanya datang bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tahun 2025. Meski sempat beredar isu bahwa pinjaman dana KUR BRI 2025 sudah tidak tersedia, faktanya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) masih tetap berjalan. Namun, jumlah pencairannya kini dibatasi di banyak unit cabang.
Menurut penjelasan seorang pengamat keuangan mikro, Eri, dalam kanal YouTube miliknya, tindakan ini bukan karena program KUR dihentikan, melainkan karena kualitas portofolio kredit di sejumlah unit BRI menurun. “Banyak unit yang 'rapor'-nya jelek, sehingga jatah atau kuota KUR 2025 dipangkas,” ujarnya.
KUR BRI 2025 Masih Ada, Tapi Kuotanya Menyusut
Eri menegaskan, dana KUR BRI 2025 masih tetap ada. Hanya saja, tidak semua cabang atau unit BRI memperoleh jatah pencairan yang sama. “Bisa jadi di BRI A masih ada, tapi di BRI B sudah habis. Itu tergantung dari performa kredit di masing-masing unit,” jelasnya.
Pembatasan ini membuat masyarakat mengira bahwa pemerintah atau pihak BRI sengaja meniadakan program tersebut. Padahal, kata Eri, tidak ada yang disembunyikan. “KUR BRI tetap berjalan, hanya kuotanya dikurangi,” tegasnya.
Hal ini juga berkaitan dengan kebijakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto yang memutihkan beberapa kredit macet lama. Namun program tersebut hanya berlaku untuk masalah kredit yang terjadi pada masa krisis ekonomi 1997–1998. “Jadi, pinjaman macet yang baru-baru ini tidak otomatis diputihkan,” tambah Eri.
Dampak ke Pelaku UMKM
Pembatasan kuota ini tentu berdampak langsung pada pelaku UMKM yang sangat bergantung pada pinjaman KUR sebagai tambahan modal usaha. Banyak nasabah yang mengaku kesulitan mendapatkan informasi pasti dari petugas bank.
“Kadang petugas bilang tidak ada kuota, lalu diarahkan ke produk lain seperti Kupedes atau Kupra,” ujar Eri. Ia menilai kondisi ini membuat masyarakat harus lebih aktif bertanya langsung ke kantor unit BRI tempat tinggal atau tempat usahanya.
“Setiap unit bisa berbeda. Jadi, kalau satu unit tidak bisa cairkan dana KUR, coba tanyakan ke unit lain. Siapa tahu di sana masih tersedia,” sarannya.
Solusi Jika Pinjaman KUR Tidak Tersedia
Eri juga memberikan alternatif bagi masyarakat yang gagal mengajukan pinjaman dana KUR BRI 2025. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan program Kupedes atau Kupra yang juga disediakan oleh BRI.
“Bunganya memang sedikit lebih tinggi dibandingkan KUR, tapi selisihnya tidak jauh,” kata Eri. Ia mencontohkan, bunga KUR berkisar 0,3 persen, sementara Kupra berada di kisaran 0,6–0,7 persen.
Dengan demikian, menurut Eri, pelaku usaha tidak perlu menunggu terlalu lama hanya demi mendapatkan KUR, karena Kupra juga bisa menjadi solusi cepat untuk menambah modal kerja. “Sayang sekali kalau usaha mandek hanya karena menunggu KUR yang belum tentu cair,” tambahnya.
Selain itu, Eri juga menekankan pentingnya menyimpan rekam jejak keuangan dan kinerja usaha. “Kalau BI Checking bagus, usaha jalan, dan pengajuan logistik, petugas bisa mempertimbangkan untuk tetap memberikan KUR meski kuota terbatas. Jadi, tetap ada peluang,” jelasnya.
Tips Mengajukan KUR di 2025
Agar peluang mendapatkan pinjaman dana KUR BRI 2025 tetap terbuka, Eri membagikan beberapa tips praktis:
1.Periksa status BRI Unit terdekat. Pastikan unit tersebut masih memiliki kuota KUR.
2. Jaga kinerja usaha. Catat transaksi dan pendapatan secara rapi untuk menunjukkan kelayakan kredit.
3. Pengecekan Perbaiki BI. Hindari tunggakan atau keterlambatan pembayaran agar nama tetap bersih.
4. Gunakan alternatif. Jika KUR belum tersedia, ajukan Kupra atau Kupedes sebagai opsi cadangan.
Eri menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Program KUR BRI tidak dihapus, hanya disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan penilaian risiko masing-masing cabang.
“Jadi, jangan menyerah dulu. Tetap semangat mencari informasi, dan kalau rezeki, pasti ada jalan untuk cair,” tutupnya sambil menutup pesan motivatif agar pelaku UMKM terus berjuang mengembangkan usaha di tengah keterbatasan. (*)
Editor : Rahma Nur Anisa