BLITAR – Kabar bahagia datang bagi para guru di seluruh Indonesia. Pemerintah memastikan pencairan tunjangan sertifikasi guru triwulan IV segera dilakukan bersamaan dengan tambahan TPG 100% tahun 2025. Keduanya disebut sebagai “kado spesial” di akhir tahun bagi para pendidik yang telah menanti hak mereka sejak lama.
Menurut penjelasan dalam video resmi yang diunggah ke YouTube oleh kanal edukasi guru, pencairan tunjangan triwulan IV sudah mulai dilakukan sejak awal November 2025. “Beberapa guru sudah melaporkan pencairan tunjangan sertifikasi guru triwulan keempat pada tanggal 5 dan 6 November,” ujar narasumber dalam video berdurasi sekitar sepuluh menit tersebut.
Bagi guru yang belum menerima dana triwulan III, pemerintah memastikan pencairan tetap berjalan bertahap. “Sebagian besar guru di bawah Kementerian Agama sudah mendapatkannya. Bagi yang belum, semoga dalam waktu dekat bisa cair semuanya,” imbuhnya.
Tambahan TPG 100% Cair Lewat Daerah
Selain tunjangan triwulan IV, kabar yang paling ditunggu adalah tambahan TPG 100% tahun 2025. Tambahan ini akan dicairkan secara bertahap mulai November hingga akhir Desember, bahkan bisa berlanjut hingga Januari 2026 jika terjadi keterlambatan teknis.
Berbeda dengan tunjangan sertifikasi triwulanan, pencairan tambahan TPG 100% dilakukan melalui pemerintah daerah. Dana tersebut ditransfer dari Kementerian Keuangan ke pemerintah daerah, lalu diteruskan ke rekening guru penerima.
Namun, tidak semua guru berhak mendapatkan tambahan tersebut. Tambahan TPG 100% hanya diberikan kepada guru ASN bersertifikat yang tidak menerima Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) dari APBD. Jika seorang guru sudah menerima TPP, maka secara otomatis tidak akan mendapat tambahan TPG 100%.
“Kalau data guru tidak dikirim oleh daerah ke pusat, besar kemungkinan nama tersebut tidak muncul dalam daftar penerima,” tegas narasumber. Karena itu, guru diminta segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan data mereka sudah terkirim dan valid.
Nominal Setara Dua Bulan Gaji
Tambahan TPG 100% ini setara dengan dua bulan gaji guru ASN. Satu bulan dihitung sebagai Tunjangan Hari Raya (THR), dan satu bulan lagi sebagai gaji ke-13. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, pencairan dilakukan pada akhir Desember dengan nominal sekitar Rp6,5 juta bagi guru golongan menengah.
“Bayangkan, guru bisa menerima triwulan IV sekaligus tambahan dua bulan gaji. Totalnya bisa mencapai Rp15 juta tergantung pangkat dan golongan,” jelasnya. Dana ini diharapkan bisa membantu kesejahteraan guru di penghujung tahun dan memberi semangat baru menjelang tahun ajaran berikutnya.
Baca Juga: Pasar Nglegok di Blitar Bakal Disulap Jadi Spot Wisata Kuliner, Sejauh Ini Progressnya
Pencairan Guru Non-ASN Juga Mulai Jalan
Menariknya, pencairan tunjangan triwulan IV tahun ini tidak hanya untuk guru ASN. Sejumlah guru non-ASN juga dilaporkan telah menerima tunjangan dengan nominal sekitar Rp5,7 juta. Bukti transfer tersebut ramai dibagikan di media sosial dan forum guru, menunjukkan bahwa proses penyaluran dana berjalan nyata.
Namun, jumlah guru ASN yang menerima pada awal November masih terbatas. Proses pencairan dilakukan secara bergelombang sesuai verifikasi data di masing-masing daerah. “Tidak perlu khawatir, semua akan cair sesuai jadwal juknis, karena pencairan triwulan IV memang dimulai bulan November,” kata narasumber dalam video itu.
Guru Agama Kini Juga Dapat Hak THR dan Gaji ke-13
Salah satu hal baru dalam kebijakan 2025 adalah guru agama di sekolah umum kini turut menerima THR dan gaji ke-13. Tahun sebelumnya, mereka belum mendapatkan hak tersebut karena adanya dualisme tanggung jawab antara Kemendikbud dan Kemenag. Setelah dilakukan koordinasi lintas kementerian, persoalan itu akhirnya terselesaikan.
“Mulai tahun 2025, guru agama di sekolah umum juga berhak menerima tambahan TPG dan THR, asal datanya diajukan daerah dan tidak menerima TPP,” tegasnya. Ketentuan ini tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2025, yang memperkuat dasar hukum penyaluran dana dari pusat ke daerah.
Validasi Dapodik dan Info GTK Jadi Kunci
Untuk memastikan pencairan tunjangan sertifikasi guru 2025 berjalan lancar, guru diminta segera memeriksa kevalidan data Dapodik dan Info GTK masing-masing. Data inilah yang menjadi acuan pemerintah dalam menentukan siapa saja penerima TPG triwulan IV maupun tambahan 100%.
“Kalau datanya tidak valid, bisa jadi haknya tertunda,” ungkapnya. Pemerintah mengimbau seluruh guru untuk aktif berkoordinasi dengan dinas pendidikan agar proses penyaluran tidak terhambat.
Dengan pencairan yang berjalan mulai November ini, para guru berpeluang menerima total pendapatan hingga Rp15 juta menjelang akhir tahun. Tak heran jika banyak guru menyebut ini sebagai “kado akhir tahun dari pemerintah” yang layak disyukuri.
Editor : Axsha Zazhika