BLITAR - Kabar gembira datang untuk para guru di berbagai daerah Indonesia. Proses pencairan tunjangan sertifikasi guru triwulan 4 tahun 2025 mulai berlangsung lebih cepat dari jadwal. Berdasarkan laporan para guru di media sosial, dana TPG TW4 2025 sudah masuk ke rekening sejak awal November 2025.
Berdasarkan informasi yang bersumber dari postingan guru di Facebook, sejumlah daerah telah melaporkan pencairan tunjangan profesi atau sertifikasi guru. Hal ini menjadi kabar yang ditunggu oleh para tenaga pendidik, baik ASN maupun non-ASN, setelah menanti sejak triwulan ketiga yang cair pada September lalu.
Di antara daerah yang sudah mencair antara lain Tangerang (Banten), Bojonegoro (Jawa Timur), Purbalingga (Jawa Tengah), Kediri, Sorong, Sumba Timur, Blora, hingga Manggare Barat. Bahkan beberapa guru di Blitar juga mengonfirmasi bahwa sebagian dana tunjangan sudah cair.
Dari pantauan unggahan warganet di Facebook, para guru tampak bersyukur atas masuknya dana sertifikasi tersebut. Di Tangerang, guru-guru non-ASN melaporkan pencairan dana melalui Bank BNI dan BTN. Begitu pula di Kediri, Blora, Garut, hingga Muara Bungo (Jambi), di mana para guru mengunggah bukti transfer dana tunjangan profesi guru (TPG).
Salah satu laporan yang paling ramai dibagikan datang dari Semarang, Jawa Tengah, di mana guru jenjang TK non-ASN melaporkan dana Rp5,7 juta telah masuk ke rekening mereka melalui Bank BTN pada 6 November 2025 sekitar pukul 17.00 WIB.
Beberapa netizen juga membagikan komentar penuh rasa syukur. “Alhamdulillah, kepala sekolah TK non ASN juga sudah masuk,” tulis seorang guru. Sementara yang lain menanyakan daerah pencairan, dan dijawab “Lombok sudah cair, Alhamdulillah.”
Kabar pencairan ini selaras dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 4 Tahun 2025, yang menjadi dasar hukum penyaluran tunjangan profesi guru, tunjangan khusus, dan tambahan penghasilan bagi guru ASN maupun non-ASN.
Dalam aturan tersebut, jadwal pencairan TPG triwulan 4 memang dijadwalkan mulai bulan November 2025, mencakup periode Oktober–Desember. Namun, faktanya, beberapa daerah telah lebih dulu menyalurkan dana ke rekening penerima, menandakan proses validasi dan rekomendasi pembayaran telah tuntas di daerah tersebut.
Pemerintah menekankan bahwa pencairan tunjangan dilakukan setelah seluruh data guru diverifikasi dan dinyatakan valid dalam sistem Dapodik dan Info GTK. Oleh karena itu, waktu pencairan dapat berbeda antar daerah, tergantung kecepatan proses administrasi dan pengiriman data ke Kementerian Pendidikan serta Kementerian Keuangan.
Meskipun banyak daerah telah melaporkan pencairan, masih ada guru yang belum menerima dana hingga pertengahan November. Pemerintah mengimbau para guru agar tetap bersabar dan terus memantau perkembangan melalui portal resmi Info GTK.
“Untuk yang belum cair harap bersabar, karena prosesnya bertahap,” ujar narator dalam video sumber. Ia juga menegaskan agar para guru selalu memeriksa informasi resmi agar tidak mudah terpengaruh kabar hoaks seputar pencairan tunjangan sertifikasi.
Selain TPG, beberapa daerah juga mulai menyalurkan tambahan penghasilan guru (Tamsil) untuk guru ASN. Sesuai prosedur, Tamsil dicairkan setelah Dinas Pendidikan daerah menetapkan penerima berdasarkan hasil validasi Dapodik.
Gelombang kabar pencairan ini disambut penuh rasa syukur oleh ribuan guru di seluruh Indonesia. Banyak yang berharap agar daerah lain segera menyusul. “Semoga segera masuk juga untuk kami yang belum,” tulis seorang guru di kolom komentar unggahan Facebook.
Bagi sebagian besar guru, tunjangan sertifikasi menjadi salah satu sumber pendapatan penting, terutama menjelang akhir tahun. Pencairan lebih cepat di beberapa daerah menjadi angin segar dan bukti bahwa sistem pembayaran semakin efisien.
Dengan pencairan yang sudah dimulai sejak awal November, diharapkan seluruh proses pembayaran tunjangan sertifikasi guru triwulan 4 tahun 2025 dapat selesai paling lambat sebelum Desember 2025, sesuai jadwal resmi yang tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2025.
Editor : Axsha Zazhika