BLITAR – Banyak nasabah tidak sadar bahwa satu kalimat sederhana bisa membuat mereka kehilangan peluang mendapatkan diskon penalti saat pelunasan pinjaman di bank. Hal ini diungkapkan oleh kreator kanal YouTube Alfana Zaid, yang kerap membagikan tips seputar dunia perbankan dan keuangan pribadi.
Dalam video berjudul “Kata-Kata yang Tidak Boleh Diucapkan Saat Pelunasan Pinjaman di Bank”, Alfana menjelaskan bahwa pihak bank memiliki pertimbangan tertentu dalam memberikan potongan biaya penalti atau bunga berjalan kepada nasabah yang melunasi pinjamannya lebih cepat.
“Kalimat yang salah bisa membuat bank langsung menolak penghapusan penalti, meskipun nasabah sudah memohon sekalipun,” ujarnya.
Menurut Alfana, proses pelunasan pinjaman di bank memang sering kali tidak semudah yang dibayangkan. Sama seperti proses pengajuan kredit, penyelesaian pinjaman juga melibatkan sejumlah perhitungan dan biaya tambahan.
“Bank itu tidak mau rugi, bahkan tidak mau untung sedikit. Mereka ingin tetap mendapatkan keuntungan besar,” katanya. Karena itu, nasabah yang ingin melunasi lebih awal biasanya akan dikenai biaya tambahan berupa bunga berjalan dan penalti.
Besarannya bervariasi, tergantung kebijakan masing-masing bank. Ada yang menetapkan penalti sebesar 8 persen dari sisa pokok pinjaman, ada pula yang mencapai 10 persen, atau bahkan menetapkan sistem lain seperti denda empat kali cicilan bulanan.
Biaya penalti ini, lanjut Alfana, sejatinya dibuat agar nasabah tidak terburu-buru melakukan pelunasan. “Tujuan bank jelas, supaya kredit tetap berjalan sesuai tenor yang ditetapkan dan mereka tetap mendapatkan bunga,” ujarnya.
Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan nasabah saat pelunasan pinjaman di bank, menurut Alfana, adalah mengungkapkan niat sebenarnya untuk memindahkan pinjaman (take over) ke bank lain.
“Kalau kita bilang ke pihak bank bahwa kita mau take over ke bank lain, itu sama saja memberi tahu kalau kita punya uang dari tempat lain. Bank akan berpikir kita tidak kesulitan, jadi mereka tidak punya alasan untuk memberi diskon penalti,” jelasnya.
Ia menambahkan, bank justru akan menilai bahwa nasabah tersebut akan mendapat keuntungan lebih besar dari pinjaman baru. Akibatnya, peluang untuk mendapat potongan penalti atau penghapusan bunga berjalan pun hilang.
“Walaupun kita minta baik-baik, tetap tidak akan dikasih,” tegasnya.
Agar bisa mendapatkan keringanan, Alfana menyarankan nasabah menyampaikan alasan yang lebih manusiawi dan logis. Misalnya, dengan mengatakan bahwa pelunasan dilakukan karena kebetulan ada rezeki tambahan, namun khawatir tidak bisa membayar cicilan di masa depan.
“Cukup bilang, ‘Saya ada rezeki, tapi cuma cukup untuk melunasi pinjaman ini. Saya khawatir nanti tidak sanggup bayar kalau kondisi keuangan berubah.’ Itu kalimat yang paling tepat,” ujarnya.
Alasan semacam ini akan membuat pihak bank mempertimbangkan untuk memberikan pengurangan penalti atau bahkan penghapusan bunga berjalan. Sebab, dari sisi bank, mereka tentu ingin menghindari risiko macet atau gagal bayar di kemudian hari.
“Bank juga tidak mau ambil risiko. Kalau nasabahnya khawatir macet, mereka lebih baik bantu lunasi dengan keringanan,” katanya.
Dalam praktiknya, komunikasi dengan petugas bank saat pelunasan sangat berpengaruh. Alfana menyarankan agar nasabah tetap sopan dan tidak menunjukkan kesan memaksa.
“Sampaikan saja dengan nada tenang, jangan mengemis atau menekan. Bank akan mempertimbangkan jika alasannya logis dan terkesan tulus,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh dokumen pinjaman disiapkan dengan rapi, mulai dari surat perjanjian kredit, bukti pembayaran terakhir, hingga kartu identitas. Proses pelunasan akan berjalan lebih cepat jika tidak ada berkas yang tertinggal.
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelunasan pinjaman di bank bukan hanya soal uang, tetapi juga strategi komunikasi. Kesalahan dalam memilih kata bisa membuat nasabah kehilangan kesempatan untuk mendapat diskon penalti.
Sebaliknya, dengan menyampaikan alasan yang tepat dan tidak menyinggung rencana pindah ke bank lain, peluang untuk memperoleh keringanan biaya bisa jauh lebih besar.
“Yang penting tahu cara ngomongnya,” tutup Alfana dalam videonya.
Editor : Axsha Zazhika