Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ustaz Nur Kholid Tegaskan: Nikah Siri Demi Uang Pensiun Hukumnya Salah, Rezeki Tak Akan Berkah

Ichaa Melinda Putri • Sabtu, 15 November 2025 | 20:00 WIB
Ustaz Nur Kholid Tegaskan: Nikah Siri Demi Uang Pensiun Hukumnya Salah, Rezeki Tak Akan Berkah
Ustaz Nur Kholid Tegaskan: Nikah Siri Demi Uang Pensiun Hukumnya Salah, Rezeki Tak Akan Berkah

BLITAR-Fenomena nikah siri demi mempertahankan uang pensiun rupanya masih terjadi di kalangan masyarakat. Banyak janda pensiunan yang memilih menikah secara diam-diam agar tidak kehilangan hak atas dana pensiun dari suami sebelumnya. Namun, bagaimana pandangan Islam soal praktik seperti ini?

Pertanyaan itu dijawab lugas oleh Ustaz Nur Kholid Syaifullah, Lc., M.Hum., dalam ceramahnya yang diunggah di kanal dakwah Majelis Tafsir Alquran (MTA). Ia menegaskan, nikah siri yang dilakukan karena ingin mempertahankan uang pensiun memang sah secara syariat, tetapi tidak dibenarkan secara moral dan berpotensi menimbulkan dosa kebohongan.

“Kalau syarat dan rukun pernikahan terpenuhi, nikah sirinya sah. Tapi kalau ada kebohongan, misalnya mengaku belum menikah atau masih perawan supaya tetap menerima pensiun, maka dosa bohongnya tetap ditanggung,” ujar Ustaz Nur Kholid dalam tayangan tersebut.

Bohong Demi Uang Pensiun Tak Dibenarkan

Dalam video berdurasi sekitar delapan menit itu, Ustaz Nur Kholid menyoroti kebiasaan sebagian perempuan yang menyembunyikan status pernikahan demi mempertahankan uang pensiun suami pertama. Ia menilai, kebohongan semacam itu bertentangan dengan ajaran Islam.

“Perintah agama jelas: Qulil haqqo walau kana murron, katakan yang benar meski pahit akibatnya,” tegasnya. Ia juga mengingatkan sabda Nabi Muhammad SAW tentang bahayanya kebohongan. “Hati-hati dengan bohong. Karena bohong itu menyeret kepada kedurhakaan, dan kedurhakaan menyeret ke neraka,” tuturnya.

Menurutnya, jika seseorang berbohong demi materi, termasuk uang pensiun, maka rezekinya tidak akan berkah. “Kita diajarkan untuk mencari rezeki dari yang halalan thayyiban — halal lagi baik. Bukan dengan cara menipu atau menutupi kebenaran,” lanjutnya.

Rezeki Tidak Ditentukan dari Uang Pensiun

Ustaz Nur Kholid mengingatkan bahwa rezeki seseorang tidak tergantung pada uang pensiun, melainkan berasal dari Allah SWT. Ia mengutip surat Al-Baqarah ayat 172:

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu benar-benar beriman.”

“Yang namanya Rozzak itu Allah, bukan uang pensiun. Maka kalau ingin hidup berkah, carilah rezeki dengan cara yang diridai Allah,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, meski pernikahan siri sah secara agama, langkah itu tetap menyalahi aturan Majelis Tafsir Alquran (MTA) bagi warganya. “Dalam MTA, tidak dibenarkan nikah siri. Semua pernikahan harus sah secara agama dan juga tercatat di pemerintah,” tegasnya.

Aturan Tegas di Majelis Tafsir Alquran

Ustaz Nur Kholid menjelaskan, MTA melarang keras praktik nikah siri bagi seluruh jamaahnya. Alasannya, untuk menjaga marwah lembaga dan menghindari fitnah di masyarakat.

“Kalau warga MTA menikah siri lalu ketahuan masyarakat, bisa menimbulkan fitnah. Orang akan menilai warga MTA senang selingkuh atau menikah diam-diam,” katanya.

Karena itu, setiap pelanggaran terhadap aturan ini akan dikenai sanksi tegas. “Siapa pun yang menikah siri tanpa tercatat di KUA akan dihentikan dan dikeluarkan dari keanggotaan MTA,” tegasnya.

Menurutnya, larangan ini bukan berarti MTA mengharamkan nikah siri secara mutlak. “Secara agama nikah siri sah, tapi secara kelembagaan kami wajibkan warga menikah secara resmi, agar jelas secara syariat dan hukum negara,” pungkasnya.

Jujur Lebih Berkah

Pesan moral dari ceramah ini jelas: bohong demi uang pensiun bukan jalan keluar. Justru, langkah jujur dan terbuka dalam pernikahan membawa keberkahan yang lebih besar.

“Kalau takut kehilangan uang pensiun lalu memilih berbohong, berarti untuk mendapatkan rezeki harus lewat jalan buruk dulu. Padahal, mencari nafkah diperintahkan lewat cara yang baik dan jujur,” tandasnya.

Ceramah ini pun menuai banyak tanggapan di media sosial. Banyak warganet yang merasa tersentil karena kasus serupa juga terjadi di sekitar mereka. “Rezeki nggak akan berkurang karena jujur,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#majelis tafsir alquran #nikah siri #uang pensiun #ustaz nur kholid syaifullah #hukum pernikahan Islam