Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kisah Gila di Balik 'Pemerhati Sejarah Persebaya', dari 4 Orang Jadi Belasan Ribu Member Militan: Kenapa Klub Tak Peduli Sejarah Sendiri?

Satria Wira Yudha Pratama • Senin, 17 November 2025 | 03:00 WIB

Kisah di balik Pemerhati Sejarah Persebaya! Berawal dari 4 orang, kini jadi 12.500 member.
Kisah di balik Pemerhati Sejarah Persebaya! Berawal dari 4 orang, kini jadi 12.500 member.

BLITAR  - Di tengah riuh rendahnya dukungan suporter, ada satu kelompok kecil, yang kini menjelma besar, gigih menjaga nyala obor sejarah Persebaya Surabaya. Mereka adalah para inisiator dan anggota forum Facebook "Pemerhati Sejarah Persebaya". Sebuah komunitas yang bermula dari obrolan warung kopi (nyangkruk) empat sekawan, kini telah memiliki lebih dari 12.500 anggota, menjadi mercusuar pengetahuan bagi Bonek dan Bonita se-Nusantara.

Keberadaan forum ini menjadi oase di tengah minimnya literatur resmi mengenai Green Force. Ironisnya, tanggung jawab pelestarian sejarah yang seharusnya diemban oleh manajemen klub justru diambil alih oleh inisiatif akar rumput ini. Inilah yang membuat fenomena "Pemerhati Sejarah Persebaya" menjadi begitu menarik dan penting untuk ditelaah lebih dalam.

Berawal dari Rasa Prihatin terhadap Minimnya Catatan Sejarah

Pendiri forum "Pemerhati Sejarah Persebaya" mengungkapkan bahwa ide awalnya tercetus dari keprihatinan. Ketika membandingkan dengan klub-klub besar Eropa—seperti Manchester United, Liverpool, AC Milan, atau Juventus—yang memiliki situs web resmi dengan catatan sejarah klub yang sangat detail, Surabaya justru dianggap tertinggal. Di Indonesia, setahu mereka, belum ada klub yang memiliki situs resmi dengan penjelasan detail tentang sejarah pendirian, tokoh-tokoh kunci, peran mereka, hingga garis waktu (timeline) yang lengkap.

Baca Juga: Women’s March Blitar, Komunitas Peduli Hak-hak Perempuan dan Kelompok Rentan, Begini Kiprahnya

"Awalnya dari teman-teman suporter sendiri. Kita sering ketemu, ngobrol... sepertinya kalau dibanding dengan kota-kota lain, Surabaya masih kurang kalau untuk kepedulian terhadap sejarah klub," ujar salah satu inisiator dalam transkrip. Dari situlah, mereka memutuskan untuk membuat forum kecil sebagai wadah untuk membahas semua tentang sejarah Persebaya secara mendalam.

Para anggota forum ini memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari akademisi, wartawan, hingga pelaku sepak bola itu sendiri. Mereka bahu-membahu mengisi forum dengan cerita, foto-foto menarik, dan dokumentasi sejarah pemain serta klub sejak tahun 1950-an hingga kini.

Mengapa Persebaya dan Pemkot Abai?

Salah satu poin paling krusial yang diangkat dalam diskusi internal forum adalah sikap abai dari pihak yang paling bertanggung jawab: manajemen klub dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Inisiator forum dengan jujur mengakui bahwa tanggung jawab utama sejarah klub ada di pundak Persebaya. Namun, dengan kondisi klub yang sering kali "mikirin dirinya sendiri aja susah," fokus ke sejarah menjadi terabaikan.

Baca Juga: BKN Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik Isu 400.000 Formasi CPNS 2026, Ternyata Ini yang Sebenarnya Terjadi!

Mereka memilih nama "Pemerhati" agar tidak terbebani sebagai "expert" atau sejarawan resmi. Dengan nama ini, mereka dapat bergerak fleksibel dalam mencari dan memverifikasi data. Ini termasuk mengumpulkan informasi tentang pertandingan final klasik seperti Persebaya melawan Persija di tahun 1988, ulang tahun pemain legendaris, hingga foto-foto klasik yang menjadi bahan diskusi utama di grup.

Dukungan terbesar yang diberikan forum ini kepada suporter adalah menumbuhkan kecintaan yang benar-benar mendalam. "Kita enggak akan bisa benar-benar mencintai klub kalau kita enggak benar-benar paham klub itu, dan pemahaman mendasar saya pikir terutama juga dimulai dari sejarah klub," tegas mereka.

Peran Kritis Memfilter Hoaks

Di era informasi digital, forum ini juga mengambil peran vital sebagai penangkal berita bohong (hoaks). Anggota harus mampu mengidentifikasi dan memfilter berita yang simpang siur. Salah satu contoh yang paling disoroti adalah ketika Kemenpora sempat men-tweet berita duka tentang meninggalnya mantan pemain Persebaya, Samsul Arifin, yang ternyata keliru karena adanya kesamaan nama dengan figur lain.

Baca Juga: Pemkot Blitar Siap Percantik Pasar Loak di Timur Pasar Templek

Tim admin Pemerhati Sejarah Persebaya segera melakukan cross-check ke keluarga pemain dan mempublikasikan klarifikasi. Fungsi ini, menurut mereka, adalah salah satu nilai tambah terbesar dari keberadaan forum, yaitu mengedukasi masyarakat dan suporter dengan informasi sejarah yang terverifikasi dan akurat.

Sejak dibuat sekitar tahun 2011, forum ini belum pernah mendapatkan dukungan resmi dari Pemkot Surabaya, meskipun mereka menekankan bahwa "Persebaya sama Surabaya ini seperti dua hal yang enggak bisa dipisahkan." Sejarah Green Force adalah sejarah Kota Pahlawan.

Harapan Masa Depan: Website Sejarah Persebaya

Meskipun telah menjadi komunitas besar, forum ini menyadari adanya kelemahan dalam hal dokumentasi dan arsip. Saat ini, arsip-arsip sejarah masih berserakan dan dibagikan secara sporadis oleh anggota—entah itu berupa pernak-pernik, cuplikan berita lama, atau literatur.

Baca Juga: Viral Jadwal CPNS 2026 Dibuka Agustus, BKN dan Kemenpan RB Bongkar Fakta Mengejutkan yang Harus Diketahui Pelamar!Baca Juga: Women’s March Blitar, Komunitas Peduli Hak-hak Perempuan dan Kelompok Rentan, Begini Kiprahnya

Kritik utama dari mayoritas anggota adalah perlunya wadah yang lebih terstruktur. Para inisiator memiliki keinginan kuat untuk segera merealisasikan pembuatan website khusus sejarah Persebaya. Wadah digital yang permanen dan mudah diakses ini diharapkan dapat menyimpan semua dokumentasi yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun, sehingga timeline dan narasi sejarah klub dapat dipelajari dengan mudah dan lengkap oleh generasi suporter berikutnya. Harapan ini menjadi pengingat bagi klub dan pemerintah kota bahwa semangat pelestarian sejarah telah lama dihidupkan oleh militansi suporter.(*)

Editor : Rahma Nur Anisa
#bonek #sejarah persebaya #SBO Web TV #Pemerhati Sejarah Persebaya #persebaya surabaya