BLITAR - Jawa Timur, provinsi yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, sering dijuluki sebagai "Provinsi Gila Sepak Bola". Julukan ini bukan tanpa alasan. Dalam kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional, Liga 1, Jawa Timur secara konsisten menjadi penyumbang klub terbanyak, menegaskan dominasinya dalam peta kekuatan sepak bola Indonesia.
Pada satu musim kompetisi dengan 18 klub peserta, Jawa Timur mampu menyumbang hingga lima tim sekaligus: Arema FC, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Madura United, dan Persela Lamongan (sebelum terdegradasi). Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya akar sepak bola di Jatim.
Gudang Pemain dan Kancah Internasional
Jawa Timur bukan hanya dikenal sebagai provinsi penghasil klub hebat, tetapi juga gudangnya pemain-pemain berkelas, baik skala nasional maupun internasional. Eksistensi klub-klub Jatim juga sudah teruji di kancah internasional:
Arema FC pernah berlaga di Liga Champions Asia, bersaing dengan klub-klub raksasa dari benua kuning.
Persik Kediri juga pernah mewakili Indonesia dalam kompetisi AFC, membanggakan nama bangsa di tingkat Asia.
Bagi masyarakat Jatim, sepak bola tak ubahnya "agama kedua." Klub kebanggaan mereka bukan sekadar tim, melainkan representasi dari jiwa, harga, dan martabat kedaerahan masing-masing.
Derby Terbesar: Gengsi Green vs Blue
Di tengah dominasi ini, terdapat rivalitas abadi yang selalu menarik perhatian: Derby Jawa Timur antara Persebaya Surabaya dan Arema FC. Kedua klub ini memiliki basis suporter terbesar dan paling militan di Indonesia: Bonek Mania (Persebaya) dan Aremania (Arema FC).
Pertemuan kedua tim adalah pertarungan gengsi yang mempertanyakan identitas: "Jatim is Green" atau "Jatim is Blue"?
Intensitas persaingan ini sangat tinggi hingga seringkali menyebabkan insiden yang merugikan, baik bagi klub maupun masyarakat yang tidak terlibat. Salah satu contoh yang disayangkan adalah bentrokan suporter yang terjadi di kota netral, seperti di Blitar saat Piala Gubernur Jatim, yang berujung pada perusakan fasilitas publik.
Semua pihak berharap rivalitas ini dapat segera bertransformasi menjadi rivalitas sehat yang mengedepankan sportivitas, tanpa menyakiti dan merugikan pihak lain, serta memungkinkan kedua suporter besar ini untuk bisa kembali bertemu dalam satu stadion dengan damai.
Klub Legendaris Jatim yang Terlupakan
Selain lima klub yang berlaga di kasta tertinggi, Jawa Timur juga memiliki klub-klub besar lain yang pernah menghiasi Liga 1 sebelum mengalami penurunan prestasi. Klub-klub legendaris ini termasuk:
Baca Juga: Tren Gaya Hidup Anak Muda Kekinian di Blitar, Dinkes: Kopi dan Makanan Rebus Jadi Menu Pagi Hari
Deltras Sidoarjo
Persegres Gresik United
Meskipun kini beberapa di antaranya harus berjuang di kasta bawah, basis suporter mereka tetap loyal dan masif.
Daftar Nama Suporter Klub Utama Jatim
Militansi klub-klub Jatim didukung oleh suporter fanatik dengan identitas yang kuat:
Persebaya Surabaya: Bonek Mania
Arema FC: Aremania
Persela Lamongan: LA Mania dan Curva Boys
Madura United: K-Conk Mania
Persik Kediri: Persikmania
Jawa Timur Penguasa Liga 1 adalah bukti nyata bahwa olahraga ini telah mengakar kuat dalam denyut nadi masyarakat. Potensi besar ini perlu diimbangi dengan manajemen dan keamanan yang lebih baik agar dominasi Jatim di Liga 1 dapat terus membawa nama baik Indonesia di kancah sepak bola global.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.