BLITAR - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di seluruh Indonesia kembali harus bersabar. Meskipun sudah memasuki minggu terakhir bulan November 2025, dana BPNT untuk periode Oktober, November, dan Desember belum juga tersalurkan ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Kabar terbaru yang diperoleh dari Supervisor Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten/Kota mengungkap penyebab utama mandeknya penyaluran ini. Jawabannya tunggal: Status di SIKS-NG untuk BPNT masih tercatat "Belum SPM" (Surat Perintah Membayar). Ini berlaku serempak untuk semua bank penyalur, termasuk KKS Mandiri, KKS BRI, KKS BNI, dan KKS BSI.
Status Krusial SIKS-NG: Kunci BPNT Belum Cair November 2025
Sejak beberapa waktu, pertanyaan mengenai kapan BPNT Belum Cair November 2025 akan berakhir terus membanjiri pihak terkait. Melalui koordinasi dengan Supervisor SIKS-NG, terungkap bahwa lambatnya proses ini bukan disebabkan oleh kendala teknis di bank penyalur, melainkan karena Instruksi Pencairan dari Kementerian Sosial (Kemensos) belum terbit.
Baca Juga: Internet Rakyat Rp100.000: 3 Wilayah Resmi Kebagian Akses Cepat 5G, Ini Penjelasan Lengkapnya
SPM adalah surat perintah resmi yang menjadi dasar bagi bank-bank penyalur untuk mulai memproses transfer dana ke rekening KPM. Selama status masih "Belum SPM," maka tahapan selanjutnya, yaitu penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan transfer saldo (SI), tidak akan bisa dilakukan.
"Statusnya belum SPM," ujar sumber dari Dinsos, menegaskan bahwa ini adalah alasan utama mengapa dana BPNT, baik untuk KKS lama maupun KKS baru, belum dapat dicairkan.
Pihak Dinsos meminta KPM untuk tetap tenang. Status "Belum SPM" adalah tahapan normal dalam birokrasi penyaluran bansos. Selama status KPM masih aktif di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan tidak "tereksklude" atau dinonaktifkan, maka dana bantuan tersebut Insya Allah akan tetap tersalurkan, tinggal menunggu terbitnya surat perintah pencairan. KPM diharapkan terus memantau status secara berkala dan berdoa agar proses ini segera rampung.
Baca Juga: Uang Rampasan Rp300 Miliar Dipamerkan KPK, Kasus Korupsi PT Taspen Terungkap Makin Mencekam
Mengapa Desil 1-4 Tidak Dapat BLT Kesra Rp 900 Ribu?
Selain isu BPNT Belum Cair November 2025, informasi penting lain yang menjadi pertanyaan banyak KPM adalah mengenai Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) senilai Rp 900.000. Beberapa KPM yang tergolong dalam kategori miskin ekstrem (Desil 1 hingga Desil 4) ternyata tidak menerima BLT Kesra yang pencairannya dilakukan melalui PT Pos Indonesia.
Ada dua alasan utama mengapa hal ini bisa terjadi:
1. Status Bantuan Sosial Tereksklude (Nonaktif)
Jika seorang KPM, meskipun masuk Desil 1-4, memiliki status bantuan sosial reguler (seperti PKH atau BPNT) yang tereksklude atau dinonaktifkan, maka bantuan sosial lain yang melekat, termasuk BLT Kesra, secara otomatis juga akan ikut ditangguhkan atau tidak dicairkan. Eksklusi ini bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari ketidaklayakan berdasarkan verifikasi lapangan hingga ketidakcocokan data.
Baca Juga: Konsumen Gas Melon Melonjak, Pemkab Blitar Usul Tambah Kuota Pasokan ke Pangkalan
2. Hasil Verifikasi dan Validasi Kelayakan Lapangan
Alasan kedua lebih bersifat kualitatif. Tidak semua warga masyarakat yang tercatat dalam Desil 1 hingga Desil 4 di DTKS akan otomatis menerima BLT Kesra. Ada proses Verifikasi dan Validasi (Verval) data kelayakan yang dilakukan oleh Petugas DPC (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) di kelurahan atau pendamping sosial di lapangan.
Meskipun data mencantumkan seseorang berada di Desil 1 (kategori termiskin), jika hasil verifikasi lapangan menunjukkan bahwa KPM tersebut dinyatakan tidak layak menerima bantuan, misalnya karena telah memiliki usaha mapan atau perubahan status ekonomi signifikan, maka BLT Kesra tidak akan disalurkan. Prinsipnya, bantuan hanya diberikan kepada KPM yang benar-benar layak dan membutuhkan.
Bansos Lain yang Terus Disalurkan Jelang Akhir November
Di tengah penantian BPNT, ada beberapa program bantuan sosial yang masih terus berjalan dan disalurkan kepada KPM:
Baca Juga: Konsumen Gas Melon Melonjak, Pemkab Blitar Usul Tambah Kuota Pasokan ke Pangkalan
Bantuan Beras dan Minyak: Bantuan sosial berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter terus disalurkan secara merata di minggu keempat November. Bantuan ini ditujukan bagi KPM penerima sembako yang berada di Desil 1 sampai Desil 5.
Pencairan BLT Kesra Rp 900 Ribu: Pencairan BLT Kesra melalui PT Pos Indonesia terus dilakukan di berbagai titik komunitas/kantor pos. Minggu terakhir November adalah target penyelesaian distribusi BLT Kesra senilai Rp 900.000. KPM yang sudah menerima diucapkan selamat.
KPM diimbau untuk memfokuskan perhatian pada proses pencairan di titik komunitas dan memastikan status bantuan regulernya masih aktif, sambil bersabar menanti terbitnya SPM untuk BPNT.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.