BLITAR-Isu pencairan TPG triwulan 4 (TW4) dan kabar naiknya pensiun kembali viral di media sosial. Sejumlah guru mengunggah bukti bahwa TPG TW4 yang mereka terima hanya cair 2 bulan, sementara sebagian lainnya mengaku mendapat 3 bulan. Perbedaan itu memicu spekulasi liar, termasuk dugaan adanya perubahan kebijakan pusat. Di sisi lain, kabar soal kenaikan pensiun 2025 dan rapelan yang disebut akan cair bersamaan kembali menumpuk di kolom komentar YouTube.
Dalam video yang diunggah kanal Gurobat 21, admin memaparkan fakta di lapangan: sebagian guru ASN maupun non ASN hanya menerima dua bulan TPG, sementara banyak guru lain mendapatkan tiga bulan dengan nominal mencapai Rp9 juta. Admin menegaskan belum ada penjelasan resmi dari pemerintah pusat, termasuk alasan mengapa sebagian daerah hanya merealisasikan dua bulan.
TASPEN: Belum Ada Keputusan Pemerintah Soal Kenaikan Pensiun
Berbeda dengan isu liar di media sosial, TASPEN Kediri menegaskan bahwa hingga pertengahan November 2025 belum ada keputusan Pemerintah terkait kenaikan pensiun bagi PNS, Purnawirawan TNI/Polri, maupun penerima tunjangan negara lainnya. Penegasan ini menjadi penting karena kabar soal rapelan pensiun yang disebut-sebut akan cair bersamaan dengan kebijakan lain terus berkembang tanpa dasar.
TASPEN menekankan bahwa seluruh kebijakan pensiun berada di tangan Pemerintah dan baru akan diumumkan secara resmi bila sudah ditetapkan. Karena itu, informasi yang beredar di media sosial tentang kenaikan pensiun 2025, pencairan rapelan maksimal, hingga jadwal cairnya tunjangan dianggap belum bisa dipastikan.
Rapelan Pensiun: Besaran Tidak Sama dan Belum Ada Instruksi Resmi
TASPEN juga meluruskan kabar soal rapelan. Besaran rapel sangat bergantung pada golongan, masa kerja, dan ketentuan regulasi yang berlaku. Artinya, tidak semua pensiunan akan mendapat nominal yang sama atau maksimal. TASPEN menegaskan belum ada instruksi pemerintah mengenai pencairan rapelan sampai saat ini.
Penjelasan ini penting untuk mengurangi kesalahpahaman, terutama ketika isu TPG TW4 2 bulan—yang sebenarnya terkait proses validasi data di Kemendikdasmen—dipadukan dengan kabar tidak akurat tentang pensiun.
Tegaskan Prinsip 5T dan Imbau Warga Cek Informasi Resmi
Dalam pernyataannya, TASPEN kembali menegaskan komitmen layanan berbasis 5T: Tepat Administrasi, Tepat Orang, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, dan Tepat Tempat. Mekanisme ini menjadi dasar perusahaan dalam menjamin akurasi layanan kepada peserta.
TASPEN mengimbau masyarakat, khususnya pensiunan dan keluarganya, untuk menghindari kabar viral yang belum diverifikasi. Seluruh informasi resmi hanya akan disampaikan melalui situs TASPEN, call center 1500 919, serta kanal resmi perusahaan lainnya.
Dengan klarifikasi ini, isu terkait TPG TW4 maupun kenaikan pensiun diharapkan tidak lagi memunculkan salah tafsir sebelum ada keputusan resmi dari Pemerintah.
Editor : Ichaa Melinda Putri