BLITAR-Sebuah video YouTube yang mengklaim adanya pengumuman resmi mengenai jadwal pencairan rapel dan kenaikan pensiun 2025 menyita perhatian para pensiunan. Dalam video berdurasi panjang itu, narator menyebut TASPEN telah menetapkan target administrasi hingga 30 November dan menegaskan bahwa kenaikan pensiun akan dibayar tanpa potongan apa pun. Informasi tersebut kemudian viral karena dianggap memberikan kepastian yang selama ini ditunggu jutaan pensiunan.
Video itu juga memaparkan bahwa penyaluran kenaikan pensiun 2025 diklaim bakal lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya, lengkap dengan uraian soal validasi data, teknis pembayaran, hingga besaran rapel beberapa bulan yang disebut bisa membantu kesejahteraan lansia. Narator turut menyebut adanya penyesuaian sistem, prioritas penyaluran, serta tahapan administrasi yang diklaim sudah diselesaikan TASPEN sebelum 30 November.
Namun, materi viral tersebut tidak bersumber dari keputusan resmi Pemerintah. Di sinilah muncul klarifikasi.
TASPEN Tegaskan Belum Ada Keputusan Pemerintah
PT TASPEN Kediri menegaskan bahwa hingga pertengahan November 2025 belum ada keputusan Pemerintah terkait kenaikan pensiun 2025. Pernyataan ini dirilis pada 17 November 2025 sebagai respons atas maraknya informasi yang dinilai tidak akurat dan berpotensi menimbulkan salah paham di masyarakat.
TASPEN menekankan bahwa kebijakan mengenai penetapan pensiun pokok, penyesuaian nilai, maupun pembayaran rapelan adalah kewenangan Pemerintah. Karena itu, seluruh informasi mengenai jadwal pencairan, besaran rapel, atau kenaikan pensiun tidak dapat dianggap sah sebelum diumumkan secara resmi.
Besaran Rapel Bergantung Golongan dan Masa Kerja
Lebih lanjut, TASPEN menjelaskan bahwa besaran rapel sangat bergantung pada golongan, masa kerja, dan ketentuan fiskal yang berlaku. Artinya, tidak semua pensiunan otomatis mendapatkan nominal besar seperti yang beredar di media sosial. Penyesuaian administratif juga menjadi faktor penting yang menentukan kelancaran pembayaran.
Mengacu pada PP Nomor 8 Tahun 2024, penetapan pensiun pokok seharusnya berlaku sejak 1 Januari 2024. Namun, TASPEN memastikan bahwa sampai saat ini tidak ada instruksi baru terkait:
– Kenaikan pensiun pokok PNS
– Pensiun Purnawirawan TNI-Polri
– Tunjangan kehormatan
– Tunjangan perintis
– Manfaat janda, warakawuri, dan duda
Selain itu, belum terdapat instruksi Pemerintah terkait pembayaran rapelan gaji pensiunan, sehingga klaim pencairan sebelum 30 November dipastikan tidak benar.
Komitmen Layanan 5T dan Imbauan Waspada Informasi Non-Resmi
Dalam penjelasannya, TASPEN kembali menegaskan komitmen layanan 5T: Tepat Administrasi, Tepat Orang, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, dan Tepat Tempat. Penerapan prinsip ini menjadi dasar perusahaan untuk mencegah kesalahan administrasi yang sering menjadi penyebab keterlambatan pembayaran.
TASPEN juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap pesan pribadi, grup tidak resmi, atau konten viral yang menawarkan percepatan pencairan. Informasi sah hanya disampaikan melalui call center 1500 919, situs resmi taspen.co.id, dan akun media sosial resmi TASPEN.
Kesimpulan
Meski video yang mengklaim jadwal pencairan rapel dan kenaikan pensiun 2025 viral di YouTube, TASPEN menegaskan bahwa tidak ada keputusan resmi Pemerintah hingga saat ini. Masyarakat diminta tetap mengacu pada kanal resmi dan tidak terpancing informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
Editor : Ichaa Melinda Putri