BLITAR — Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa kembali menjadi sorotan setelah penjelasan lugasnya dalam sebuah wawancara yang membahas penindakan besar-besaran terhadap praktik ilegal di sektor impor, cukai, hingga rokok. Purbaya menegaskan bahwa kebijakannya berfokus pada membersihkan pasar domestik dari pemain-pemain curang yang selama ini merugikan negara dan pelaku usaha lokal.
Dalam wawancara tersebut, Purbaya mengatakan sejak awal dirinya memang memilih gaya komunikasi yang apa adanya. “Saya sudah halus nih. Dari dulu juga saya begitu. Saya lepas saja, tidak saya tahan,” ujarnya.
Salah satu fokusnya adalah penertiban barang ilegal dan praktik under-invoicing di pelabuhan. Ia mengungkapkan pengalamannya mengecek langsung kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan menemukan harga barang yang tidak masuk akal rendahnya. “Saya cek dengan harga marketplace, beda jauh. Jadi memang ada under-invoicing,” tegasnya.
Atas temuan itu, Kementerian Keuangan memberi peringatan keras kepada importir dan memerintahkan pemeriksaan menyeluruh atas seluruh barang yang pernah mereka masukkan.
Rokok Ilegal dan Ancaman Pasar Tidak Sehat
Purbaya juga menyoroti peredaran rokok ilegal yang ia sebut sangat merugikan industri rokok resmi. Meski ada dorongan untuk menaikkan cukai demi menekan jumlah perokok, Purbaya menyebut langkah itu tidak efektif selama barang ilegal masih bebas beredar.
“Setiap hari, setiap minggu ada penangkapan. Di pelabuhan, di jalan, jutaan batang rokok ilegal ditangkap,” katanya. Ia menegaskan langkah penindakan ini untuk melindungi tenaga kerja Indonesia yang menggantungkan hidup dari industri domestik.
Target Tax Ratio dan Perbaikan Sistem KOR-TAX
Terkait upaya meningkatkan penerimaan negara, Purbaya menyebut target tax ratio di atas 10% bisa dicapai dengan menghidupkan kembali sektor swasta melalui stabilisasi pasar dan penurunan bunga.
“Kita hidupkan private sector. Kalau swasta tumbuh, tax ratio otomatis naik tanpa effort berlebihan,” ucapnya.
Ia juga menyinggung perbaikan besar-besaran pada sistem pajak nasional KOR-TAX, yang disebut sebelumnya sempat “berantakan”. Cyber security yang awalnya hanya bernilai 30 dari 100 kini sudah mencapai 95, dan akan terus diperbaiki setelah source code resmi diserahkan vendor pada 15 Desember.
Optimisme Pertumbuhan Ekonomi 2025
Purbaya optimistis target pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 sebesar 5,6% dapat tercapai. Hal ini didukung oleh stimulus pemerintah, penurunan bunga, peningkatan aktivitas pasar, dan naiknya indeks retail sales serta kepercayaan konsumen.
“Kalau ekonomi masyarakat membaik, demo juga turun. Stabilitas makin baik, dan ekonomi bergerak positif,” tegasnya.
Editor : Axsha Zazhika