BLITAR - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai capaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menembus rekor baru di level 8.602 mencerminkan kuatnya fondasi ekonomi nasional. Ia menyebut kenaikan tersebut tidak mungkin terjadi tanpa optimisme investor terhadap perekonomian Indonesia.
Purbaya menjelaskan investor pasar modal bersikap forward looking atau berorientasi ke depan. Menurut dia, kepercayaan akan meningkat ketika prospek ekonomi membaik dan program pembangunan terlihat jelas. Hal itu mendorong ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat di masa mendatang.
Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan saat ini belum sepenuhnya mencerminkan ekspektasi, namun investor tetap menghitung proyeksi ke depan sebagai dasar keputusan. Purbaya menilai pergerakan saham juga mencerminkan pandangan jangka panjang, meski ada sejumlah saham yang bersifat spekulatif.
IHSG Bursa Efek Indonesia pada Rabu sore ditutup menguat 80,24 poin atau 0,94 persen ke posisi 8.602,13. Indeks LQ45 tercatat naik 7,61 poin atau 0,89 persen ke level 864,77. Sepanjang perdagangan, IHSG bertahan di zona hijau pada kedua sesi.
Sebanyak delapan sektor menguat, dipimpin sektor energi yang naik 2,11 persen, disusul sektor keuangan dan barang baku masing-masing 1,79 persen dan 1,38 persen. Tiga sektor melemah, yakni transportasi dan logistik, kesehatan, serta industri. Saham yang menguat antara lain JAWA, DNAR, UNTD, CASA, dan MINA, sedangkan saham yang melemah meliputi SMDM, DEPO, KUAS, WEHA, dan SWID. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.