Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cara Pakai Aplikasi Bhumi ATR BPN untuk Cek Bidang Tanah, NIB, hingga Zona Nilai Tanah: Lengkap dan Mudah Dipraktikkan!

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Sabtu, 29 November 2025 | 04:15 WIB
Cara Pakai Aplikasi Bhumi ATR BPN untuk Cek Bidang Tanah, NIB, hingga Zona Nilai Tanah: Lengkap dan Mudah Dipraktikkan!
Cara Pakai Aplikasi Bhumi ATR BPN untuk Cek Bidang Tanah, NIB, hingga Zona Nilai Tanah: Lengkap dan Mudah Dipraktikkan!

BLITAR - Aplikasi Bhumi ATR BPN semakin banyak dicari masyarakat karena menyediakan informasi lengkap mengenai bidang tanah, koordinat, hingga zona nilai tanah (ZNT). Aplikasi berbasis peta digital tersebut diluncurkan Kementerian ATR/BPN sebagai langkah transparansi data pertanahan. Dengan menggunakan aplikasi Bhumi, masyarakat dapat melihat status bidang tanah hanya lewat komputer atau ponsel tanpa harus datang ke kantor pertanahan.

Pada bagian awal, pengguna cukup masuk ke situs resmi Bhumi lalu mengklik tombol “Kunjungi Bhumi” yang berada di pojok kanan atas. Setelah membaca pernyataan penggunaan, pengguna harus menekan “Saya Setuju” sebelum diarahkan ke tampilan peta. Di sinilah seluruh fitur utama aplikasi Bhumi tersedia dan bisa dimanfaatkan untuk mengecek data pertanahan secara mandiri dan akurat.

Tampilan Peta Digital yang Responsif

Setelah masuk, layar akan menampilkan peta digital ATR BPN dengan berbagai menu di sisi kiri dan kanan. Di bagian kiri, pengguna dapat menemukan fitur pencarian koordinat, batas administrasi, hingga pencarian bidang tanah. Sementara sisi kanan menampilkan pilihan citra, seperti tampilan satelit atau peta jalan.

Proses rendering peta kadang memerlukan waktu beberapa detik, terutama jika koneksi internet lambat. Hal ini wajar karena aplikasi Bhumi memuat data grafis berukuran besar, termasuk ribuan layer bidang tanah di seluruh Indonesia.

Di menu utama, terdapat beberapa opsi dataset seperti Bidang Tanah, Kawasan Hutan, Penggunaan Tanah, dan Meja Kerja. Pengguna bisa memilih data apa saja yang ingin ditampilkan. Misalnya, jika ingin menampilkan bidang tanah, fitur tersebut cukup diaktifkan. Jika ingin menambah informasi lain, seperti zona nilai tanah, pengguna hanya perlu mengklik “Tambah Data” pada menu dataset.

Menampilkan Zona Nilai Tanah dan Layer Tambahan

Salah satu fitur paling dicari dari aplikasi ini adalah Peta Zona Nilai Tanah (ZNT). Data ini sangat penting bagi masyarakat yang ingin mengetahui nilai tanah di suatu wilayah sebagai acuan jual-beli properti.

Caranya cukup mudah: pengguna memilih menu dataset, klik “Zona Nilai Tanah”, lalu menekan tombol “Terapkan ke Peta”. Setelah aktif, warna-warna berbeda akan muncul sebagai penanda nilai tanah di tiap zona.

Jika suatu layer sudah tidak dibutuhkan, pengguna bisa menghapusnya dengan menekan ikon segitiga kecil, lalu memilih “Hapus Layer”.

Digitasi Bidang Tanah: Bisa Ekspor ke SHP

Salah satu fitur unggulan aplikasi Bhumi adalah kemampuan melakukan digitasi poligon. Fitur ini memungkinkan pengguna menggambar ulang atau mengambil bentuk bidang tanah untuk keperluan analisis di software GIS seperti ArcGIS.

Untuk memulai digitasi, pengguna menekan menu Digitasi → Poligon, kemudian memberi nama layer. Setelah itu, tanda plus akan muncul sebagai penanda siap menggambar bidang. Pengguna cukup mengklik titik sudut bidang tanah hingga membentuk poligon lengkap, lalu klik dua kali untuk menyelesaikan gambar.

Jika ingin menambah poligon kedua dengan nama layer sama, pengguna cukup mengklik tombol “Tambah”.

Setelah selesai, hasil digitasi dapat disimpan dan diekspor. Aplikasi menyediakan dua format file: JSON dan SHP. Format shapefile (SHP) biasanya digunakan untuk keperluan pemetaan di aplikasi GIS profesional.

Setelah menekan Download, file SHP dapat diekstrak dan dibuka di aplikasi pemetaan. Nama file mengikuti nama layer yang diberikan sebelumnya.

Cek NIB, Luasan, dan Informasi Hak Tanah

Selain melihat bentuk bidang tanah, pengguna juga bisa mengecek NIB (Nomor Identifikasi Bidang), luas tanah, hingga jenis hak milik. Cukup mengklik suatu bidang, maka informasi tersebut akan muncul di bagian kiri bawah layar.

Jika ingin mencari posisi bidang tanah berdasarkan NIB, pengguna cukup memasukkan data seperti kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, dan lima digit terakhir NIB. Sistem akan langsung menampilkan posisi bidang tanah yang dicari.

Fitur ini sangat membantu masyarakat yang ingin memastikan lokasi sertifikat tanah miliknya, memeriksa status hak, hingga melihat situasi bidang di sekitarnya.

Transparan dan Mudah Diakses

Aplikasi Bhumi ATR BPN dinilai sebagai langkah maju dalam keterbukaan data pertanahan. Pengguna tidak perlu lagi datang ke kantor BPN untuk sekadar mencari informasi dasar. Semua data dapat diakses secara online selama koneksi internet stabil.

Fitur-fitur seperti pencarian NIB, peta bidang tanah, kawasan hutan, ZNT, hingga ekspor data semakin mempermudah masyarakat, konsultan properti, dan pelaku GIS dalam mengakses informasi tanah yang akurat dan mutakhir.

Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi
#Zona nilai tanah #NIB #ATR BPN #Aplikasi bhumi #Bidang Tanah