Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Reforma Agraria Bantul Diungkap: Program 3 Tahun Berbuah Panen Melimpah, Listrik Masuk Lahan, hingga Keluhan Sertifikat

Anggi Septiani • Sabtu, 29 November 2025 | 01:50 WIB
Reforma Agraria Bantul Diungkap: Program 3 Tahun Berbuah Panen Melimpah, Listrik Masuk Lahan, hingga Keluhan Sertifikat
Reforma Agraria Bantul Diungkap: Program 3 Tahun Berbuah Panen Melimpah, Listrik Masuk Lahan, hingga Keluhan Sertifikat

BLITAR – Program Reforma Agraria Bantul kembali menjadi sorotan setelah dinilai berhasil meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kelembagaan petani, hingga membuka akses listrik ke lahan pertanian. Video penjelasan resmi yang dirilis Kantor Pertanahan Bantul menunjukkan bagaimana program ini berjalan selama tiga tahun terakhir dengan hasil yang cukup signifikan. Sebagai bagian dari kebijakan nasional, Reforma Agraria Bantul dijalankan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 yang menekankan penataan aset dan penataan akses berbasis pemerataan kesejahteraan.

Program Reforma Agraria Bantul mencakup dua komponen utama, yaitu penataan aset dan penataan akses. Penataan aset merupakan penataan ulang penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah secara adil. Sementara itu, penataan akses fokus pada pemberdayaan ekonomi petani melalui optimalisasi pemanfaatan lahan. Kepala Kantor Pertanahan Bantul, Triarnanto, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja tim di lapangan yang dinilai berhasil menjalankan kegiatan akses reform secara konsisten.

Program penataan akses di Selopamioro, Dusun Nungan, telah berlangsung selama tiga tahun. Tahun pertama diisi dengan pemetaan sosial untuk mengidentifikasi subjek-subjek reforma agraria. Tahap ini memastikan bahwa para penerima manfaat benar-benar masyarakat yang membutuhkan dukungan akses dan aset.

Pada tahun kedua, fokus kegiatan bergeser pada penguatan kelembagaan. Kelompok-kelompok tani mulai dibentuk untuk menjadi wadah koordinasi, edukasi, dan penguatan kapasitas petani di lokasi tersebut. Kelembagaan yang solid menjadi fondasi penting agar program reforma agraria dapat berjalan berkelanjutan.

Menginjak tahun ketiga, program diarahkan pada penguatan pemasaran. Dalam kasus Dusun Nungan, produk unggulan yang dipasarkan adalah bawang merah. Akses pemasaran yang lebih luas diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat posisi tawar mereka di tingkat pasar.

Salah satu tonggak keberhasilan yang sangat diapresiasi petani adalah masuknya PLN ke lahan pertanian. Kesepakatan kerja sama antara tim reforma agraria dan PLN berhasil mewujudkan pemasangan listrik di area pertanian, menggantikan penggunaan mesin diesel yang selama ini memakan biaya besar.

Dengan tersedianya listrik, pola tanam petani berubah drastis. Lahan yang sebelumnya hanya mampu panen sekali dalam setahun, kini bisa panen tiga kali setahun. Perubahan ini menjadi bukti bahwa program reforma agraria tidak hanya memperbaiki akses lahan, tetapi juga memberikan dampak nyata pada produktivitas dan kesejahteraan petani.

Para petani setempat menyampaikan rasa terima kasih kepada Kantor Pertanahan Bantul yang telah mendampingi mereka sejak tahun pertama. Menurut mereka, manfaat terbesar terasa sejak listrik masuk lahan. Selain mengurangi biaya operasional, listrik juga membuat proses budidaya lebih efisien dan terukur.

Petani bawang merah bahkan mengakui bahwa hasil panen meningkat, dan proses pengelolaan lahan menjadi lebih mudah. Program reforma agraria dinilai bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan perubahan sistem yang berdampak luas.

Namun, di balik berbagai keberhasilan tersebut, para petani juga menyampaikan kritik. Mereka menilai bahwa respons masyarakat terhadap proses sertifikasi tanah masih rendah. Padahal, sertifikat tanah adalah bagian penting dari penataan aset yang membuka akses lebih besar terhadap bantuan pemerintah maupun permodalan.

Petani mengakui bahwa pemerintah sudah sangat “menggebu-gebu” dalam mendukung dan memfasilitasi program reforma agraria. Namun di tingkat masyarakat, beberapa warga dinilai masih belum memahami pentingnya legalitas tanah, sehingga pengurusan sertifikat berjalan lambat.

Kantor Pertanahan Bantul berharap melalui peningkatan edukasi dan pendampingan, tingkat partisipasi masyarakat terkait sertifikasi tanah akan meningkat di masa mendatang.

Dengan capaian yang telah diraih, program Reforma Agraria Bantul dipandang sebagai contoh implementasi reforma agraria yang berhasil. Dampaknya sudah terlihat pada produktivitas pertanian, peningkatan kualitas hidup petani, hingga efisiensi operasional melalui pasokan listrik yang stabil.

Editor : Anggi Septiani
#penataan aset #petani bawang merah #PLN Masuk Lahan #Reforma Agraria Bantul