Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tunjangan Guru Bakal Cair Tiap Bulan, Presiden Tekankan Tak Boleh Diselewengkan pada Peringatan Hari Guru

Rendra Febrian Permana • Senin, 1 Desember 2025 | 20:20 WIB
Tunjangan Guru Bakal Cair Tiap Bulan, Presiden Tekankan Tak Boleh Diselewengkan pada Peringatan Hari Guru
Tunjangan Guru Bakal Cair Tiap Bulan, Presiden Tekankan Tak Boleh Diselewengkan pada Peringatan Hari Guru

BLITAR – Komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik kembali ditegaskan Presiden dalam peringatan Hari Guru Nasional. Dalam pidatonya, Presiden menyoroti dua pesan utama: percepatan pencairan tunjangan guru serta pentingnya menjaga integritas penggunaan anggaran pendidikan agar tidak diselewengkan sedikit pun.

Pada kesempatan itu, Menteri Pendidikan sebelumnya menyampaikan bahwa pencairan tunjangan guru yang selama ini dilakukan setiap tiga bulan akan diupayakan menjadi transfer bulanan mulai 2025. Perubahan mekanisme ini diharapkan dapat membantu stabilitas finansial para pendidik, terutama mereka yang mengandalkan tunjangan sebagai penopang kebutuhan keluarga. Presiden menyambut positif rencana tersebut dan menegaskan agar kebijakan ini benar-benar direalisasikan.

Selain soal tunjangan guru, pemerintah juga menyiapkan kesempatan lebih luas bagi pendidik untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pada 2025, sebanyak 808.865 guru ditargetkan masuk dalam program tersebut. Guru yang telah menjalani PPG tahun ini pun diharapkan bisa memperoleh sertifikasi pada tahun depan, selama memenuhi persyaratan yang berlaku. Sertifikasi ini menjadi syarat penting untuk peningkatan profesionalitas sekaligus pencairan tunjangan profesi.

Anggaran Pendidikan Harus Bersih dan Tepat Sasaran

Dalam tiga menit pertama pidatonya, Presiden kembali menekankan urgensi memastikan seluruh anggaran pendidikan tersalurkan kepada pihak yang berhak. Ia memerintahkan langsung jajaran pemerintah pusat, gubernur, bupati, hingga kepala dinas agar mengawal dana pendidikan dengan ketat.

Menurutnya, tunjangan guru dan program PPG adalah instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Karena itu, penyimpangan sekecil apa pun tidak boleh terjadi. “Jangan sampai anggaran pendidikan diselewengkan. Jangan sampai anggaran pendidikan dikorupsi,” tegasnya disambut tepuk tangan ribuan guru yang hadir.

Presiden kemudian mengingatkan bahwa pendidikan adalah fondasi utama bangsa. Tanpa pendidikan yang kuat dan guru yang sejahtera, Indonesia tidak akan mampu mengejar ketertinggalan dari negara lain yang melaju cepat.

Guru, Fondasi Bangsa dan Pembentuk Karakter

Pidato Presiden kemudian beralih pada penghargaan terhadap peran guru. Ia menegaskan bahwa siapa pun, termasuk dirinya, para menteri, profesor, hingga jenderal, tidak akan berada di posisinya tanpa jasa para guru yang mendidik dengan ketegasan dan ketulusan.

Presiden juga membagikan kisah pribadi soal kenakalannya saat sekolah dulu. Ia mengakui bahwa tanpa ketegasan guru-gurunya, ia mungkin tidak akan menjadi pemimpin seperti saat ini. “Guru yang baik kadang memang harus tegas. Anak-anak memang ada yang nakal, ada yang malas. Kalau tidak ditegas, mereka tidak akan jadi orang baik,” ujarnya.

Ia mengingatkan para orang tua agar tidak langsung menyalahkan guru ketika anak merasa ditegur. “Kalau guru itu keras, jangan-jangan anakmu yang nakal,” katanya disambut gelak tawa dan tepuk tangan audiens.

Baca Juga: Aplikasi Bhumi ATR BPN: Fitur Canggih Peta Tanah Digital yang Bikin Pengguna Kaget Bisa Seakurat Ini

Disiplin untuk Semua, Termasuk Anak Pejabat

Presiden juga mencontohkan pengalaman saat menjabat Menteri Pertahanan. Ada kasus murid yang kurang ajar pada guru, bahkan membanting pintu. Kepala sekolah langsung memberikan sanksi pemberhentian, namun kemudian ragu karena murid tersebut adalah anak seorang jenderal.

Kepala sekolah yang panik langsung menghubunginya. Presiden menegaskan bahwa keputusan kepala sekolah sudah benar. “Kalau bapaknya orang besar, anaknya harus lebih sopan,” tegasnya. Ia menekankan bahwa jabatan orang tua bukan alasan untuk membiarkan perilaku tidak sopan di sekolah.

Langkah Berani untuk Masa Depan Pendidikan

Menutup pidatonya, Presiden kembali menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan pembenahan besar-besaran di sektor pendidikan. Indonesia adalah negara besar dengan tantangan besar pula, sehingga langkah yang diambil tidak boleh biasa-biasa saja. Ia menekankan perlunya langkah berani, termasuk memastikan tunjangan guru cair tepat waktu dan program peningkatan kompetensi berjalan tanpa hambatan.

Presiden juga menekankan pesan moral: cintai orang tua dan hormati guru. “Guru-guru adalah masa depan Indonesia,” ujarnya.(*)

Editor : Rahma Nur Anisa
#sertifikasi guru #PPG 2025 #presiden indonesia #tunjangan guru #Hari Guru Nasiona