Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kenaikan Harga Pertalite 2025 Makin Dekat? Pemerintah Tetapkan Aturan Baru, Pertamax Terancam Melonjak

Findika Pratama • Selasa, 2 Desember 2025 | 00:15 WIB
Kenaikan Harga Pertalite 2025 Makin Dekat? Pemerintah Tetapkan Aturan Baru, Pertamax Terancam Melonjak
Kenaikan Harga Pertalite 2025 Makin Dekat? Pemerintah Tetapkan Aturan Baru, Pertamax Terancam Melonjak

BLITAR – Wacana kenaikan harga Pertalite 2025 kembali mencuat setelah pemerintah menetapkan Pertalite sebagai Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) menggantikan Premium. Ketentuan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 37 Tahun 2022 yang diteken pada 10 Maret 2022. Kebijakan ini membuat Pertalite, yang memiliki Research Octane Number (RON) 90, resmi menjadi BBM penugasan yang harganya ditetapkan oleh pemerintah.

Penunjukan Pertalite sebagai BBM penugasan memiliki implikasi besar terhadap stabilitas harga bahan bakar bersubsidi. Dengan menjadi JBKP, harga Pertalite tidak lagi sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar global seperti jenis BBM non-subsidi. Sejak keputusan ini berlaku, harga jual eceran Pertalite tetap berada pada level Rp7.650 per liter. Harga tersebut sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Harga Pertalite Tetap, Tapi Ada Ancaman Kenaikan

Meski harga Pertalite masih berada pada level yang sama sejak beberapa waktu terakhir, sinyal kenaikan harga Pertalite 2025 semakin kuat muncul. Hal ini karena beban subsidi yang terus meningkat di tengah fluktuasi harga minyak dunia. Jika pemerintah tidak melakukan penyesuaian skema subsidi, kenaikan harga bisa menjadi opsi yang dipertimbangkan untuk menjaga keseimbangan fiskal.

Selain itu, potensi naiknya harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo dapat memperlebar selisih harga antara Pertalite dan BBM RON 92. Apabila jarak harga dianggap terlalu jauh, pemerintah biasanya meninjau ulang regulasi harga agar konsumsi BBM lebih proporsional dan tidak bertumpu pada satu jenis saja.

Sinyal Kuat Kenaikan Pertamax

Dalam transkrip video, disebutkan adanya peluang kenaikan harga Pertamax jika menyesuaikan dengan harga pasar minyak dunia. Secara hitungan kasar, harga Pertamax (RON 92) dapat berada di kisaran Rp15.900 hingga Rp16.000 per liter jika sepenuhnya mengikuti formula pasar.

Namun, ketika tim redaksi menghubungi Pertamina, Corporate Secretary Subholding Commercial & Trading Pertamina, Irto Ginting, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi bersama para pemangku kepentingan. Menurutnya, setiap penyesuaian harga BBM non-subsidi harus memperhatikan sejumlah indikator penting, termasuk tren minyak global, nilai tukar rupiah, serta kebijakan pemerintah.

Pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa harga Pertamax memang berpotensi naik, tetapi keputusan final mengenai besaran kenaikan masih menunggu lampu hijau dari pemerintah.

Dampak Kebijakan JBKP Terhadap Konsumen

Dengan Pertalite menjadi BBM penugasan, harganya relatif lebih stabil dibanding jenis BBM non-subsidi. Konsumen kendaraan roda dua dan roda empat berkapasitas kecil yang selama ini mengandalkan Pertalite masih bisa menikmati harga yang lebih terjangkau.

Namun, di balik stabilitas harga itu, beban subsidi pemerintah juga semakin besar. Tingginya konsumsi Pertalite membuat alokasi anggaran subsidi membengkak, apalagi jika harga minyak internasional terus merangkak naik.

Karena itu, isu kenaikan harga Pertalite 2025 menjadi perhatian publik. Pemerintah memiliki opsi untuk menyesuaikan harga, membatasi distribusi Pertalite melalui segmentasi penerima, atau memperkuat program BBM ramah lingkungan seperti Pertamax Green.

Harga BBM Terkini di SPBU Pertamina

Dalam video tersebut, disebutkan bahwa redaksi telah merangkum harga BBM terbaru di SPBU Pertamina. Meskipun tidak dirinci satu per satu dalam transkrip, pola harga di lapangan umumnya menunjukkan bahwa Pertamax dan BBM non-subsidi lainnya memiliki potensi terbesar mengalami perubahan harga di waktu dekat.

Selain memantau dinamika harga, masyarakat juga diingatkan untuk mengikuti kanal resmi Pertamina dan pemerintah agar tidak mudah terpengaruh isu liar terkait kenaikan harga BBM.

Pertamina Minta Masyarakat Pantau Informasi Resmi

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing spekulasi dan selalu mengecek informasi melalui situs resmi, aplikasi MyPertamina, serta rilis pemerintah. Penyesuaian harga BBM, termasuk potensi kenaikan harga Pertalite 2025, akan diumumkan secara transparan dan berdasarkan regulasi yang berlaku.

Di tengah dinamika ini, masyarakat diharapkan tetap bijak memilih jenis BBM sesuai kebutuhan kendaraan. Selain memperhitungkan efisiensi, penggunaan BBM dengan RON tinggi juga dapat meningkatkan performa mesin dan umur pakai kendaraan.

 

Editor : Findika Pratama
#kenaikan harga Pertalite 2025