Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persebaya Surabaya Jadi Sorotan: Trio Striker Mandul, Dimov Dikritik, dan Rumor Pelatih Baru Mengguncang Green Force

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Selasa, 2 Desember 2025 | 06:40 WIB
Persebaya Surabaya Jadi Sorotan: Trio Striker Mandul, Dimov Dikritik, dan Rumor Pelatih Baru Mengguncang Green Force
Persebaya Surabaya Jadi Sorotan: Trio Striker Mandul, Dimov Dikritik, dan Rumor Pelatih Baru Mengguncang Green Force

BLITAR - Persebaya Surabaya kembali menjadi pusat perhatian setelah hanya mampu membawa pulang satu poin dari markas Bayangkara Presisi Lampung FC pada lanjutan pekan ke-14 Super League. Hasil imbang itu membuat Green Force tetap tertahan di papan tengah klasemen dan kembali memancing kritik dari suporter, terutama terkait performa lini depan serta rapuhnya sektor pertahanan.

Performa Persebaya Surabaya musim ini dinilai jauh dari ekspektasi, terlebih setelah klub menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan trio striker asing yang digadang-gadang menjadi mesin gol. Namun hingga pekan ke-14, torehan mereka dinilai tidak sebanding dengan investasi besar yang mencapai lebih dari 12 miliar rupiah.

Situasi ini membuat Persebaya Surabaya kembali diperbincangkan publik. Banyak pihak mempertanyakan efektivitas komposisi tim, keputusan pelatih, hingga masa depan sejumlah pemain yang dinilai tak kunjung memberikan kontribusi maksimal.

Performa Trio Striker Asing Masih Jauh dari Harapan

Masalah utama Persebaya musim ini datang dari barisan penyerang. Dari total 14 gol yang mereka cetak, hanya dua gol berasal dari striker murni. Perovic, yang direkrut pada 15 Juli 2025 dengan nilai pasar 4,35 miliar, menjadi sorotan karena kontribusinya dianggap belum memuaskan. Meski mengemas menit bermain mencapai 1.929 menit dengan akurasi umpan 80 persen, ia hanya mencatat dua key pass dan tanpa assist.

Di sisi lain, Dejan Tumbas yang awalnya didatangkan sebagai penyerang tengah justru sering ditempatkan di posisi yang tidak ideal. Era Paul Munster mengubahnya menjadi gelandang bertahan, sementara Eduardo Perez menggesernya menjadi bek kiri. Pergeseran posisi ini membuat potensi Tumbas tidak berkembang sebagai pencetak gol.

Nama besar lain, Diego Mauricio, juga belum mampu memberikan pengaruh signifikan. Dengan nilai pasar mencapai 4,78 miliar, ia baru tampil dua kali dengan total 33 menit bermain akibat masalah adaptasi dan kebugaran. Ia hanya mencatat satu tembakan dan belum menyumbang gol.

Kondisi trio ini memunculkan kekhawatiran besar di kalangan Bonek. Mereka mempertanyakan apakah ketiganya bisa meledak pada putaran kedua atau justru masuk dalam daftar panjang penyerang asing yang gagal bersinar di Persebaya.

Dimov Jadi Sasaran Kritik Usai Laga Kontra Bayangkara

Kemarahan Bonek semakin memuncak setelah kesalahan fatal dilakukan Dimov di laga melawan Bayangkara Presisi Lampung FC. Meski Persebaya sempat unggul melalui gol hasil kemelut yang disambar Catur Pamungkas dan membentur Putu Gede sebelum masuk ke gawang, keunggulan itu sirna di menit ke-90+ ketika Dendy Sulistiawan memenangkan duel udara melawan Dimov dan menyundul bola ke tiang jauh.

Gol tersebut membuat Persebaya gagal menang di detik akhir, dan Dimov kembali menjadi sorotan utama sebagai titik lemah pertahanan. Kritik keras dari Bonek menyeruak di media sosial, sebagian besar menuntut agar bek asal Balkan itu dilepas pada akhir musim.

Meski begitu, Persebaya tetap membawa pulang satu poin dan berada di peringkat delapan dengan koleksi 17 poin. Namun inkonsistensi pertahanan membuat suporter menilai perubahan besar harus segera dilakukan bila Green Force ingin bersaing di papan atas.

Rumor Bernardo Tavares dan Pelatih Baru Persebaya

Setelah pemecatan Eduardo Perez, kursi pelatih kepala Persebaya hingga kini belum terisi. Nama yang paling santer dibicarakan adalah Bernardo Tavares, eks pelatih PSM Makassar yang dianggap cocok untuk menata ulang Green Force.

Namun agennya, Azmi dari Ponti Sport Agency, menegaskan bahwa Tavares belum menandatangani kontrak dengan klub manapun dan saat ini berada di Portugal untuk merayakan Natal serta tahun baru bersama keluarga. Pernyataan itu membuat rumor kedatangannya ke Persebaya kembali simpang siur.

Bonek pun terbelah. Sebagian pesimis karena belum ada tanda-tanda resmi, sementara sebagian lain tetap optimis bahwa Tavares bisa saja diumumkan setelah libur akhir tahun.

Untuk sementara, Uston Nawawi didapuk sebagai caretaker. Ia menyatakan kondisi Persebaya tetap kondusif meski tanpa pelatih kepala, dan tim langsung fokus mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya.

Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi
#Dimov #striker asing persebaya #bonek #Bernardo Tavares #persebaya surabaya