BLITAR-Isu rapel pensiunan 1 Desember kembali mengguncang ruang digital setelah sebuah video viral mengklaim bahwa rapel dan gaji pensiun ASN, TNI, dan Polri akan cair bersamaan pada 1 Desember dengan nominal disebut jauh lebih besar dari biasanya. Dalam video tersebut dikatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan proses verifikasi sejak pertengahan November dan bahwa rapel tahun ini dihitung lebih panjang, bahkan ada klaim bisa mencapai dua hingga tiga kali gaji bulanan.
Bahkan, narasi di video viral itu menyebut pemerintah telah menyediakan buffer dana khusus sehingga pencairan disebut tidak mungkin mundur. Informasi ini langsung menyebar cepat karena banyak pensiunan berharap pencairan awal Desember dapat membantu kebutuhan akhir tahun. Namun sebagian lainnya justru bingung karena belum ada pemberitahuan resmi yang dikeluarkan pemerintah.
TASPEN Kediri Luruskan Kabar Viral
Menjawab ramainya kabar tersebut, PT TASPEN Kediri memberikan klarifikasi tegas. Lembaga ini menekankan bahwa hingga pertengahan November 2025 belum ada keputusan Pemerintah mengenai penetapan, penyesuaian, atau kenaikan pensiun pokok bagi pensiunan PNS, purnawirawan TNI dan Polri, maupun penerima tunjangan lainnya.
TASPEN menyebut informasi terkait pencairan rapel pensiunan yang beredar luas di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan. Seluruh kebijakan pensiun sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemerintah, dan baru dapat dipastikan setelah diterbitkan keputusan resmi.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis 17 November 2025, TASPEN menegaskan bahwa belum ada instruksi Pemerintah mengenai pembayaran rapelan gaji pensiunan, sehingga kabar pencairan rapel 1 Desember dipastikan tidak benar.
Penjelasan Teknis: Mengapa Nominal Tidak Bisa Dipukul Rata
TASPEN juga menyoroti banyaknya klaim soal nominal rapel yang dikabarkan mencapai beberapa kali lipat gaji pokok. Lembaga ini menegaskan bahwa besaran rapel sangat bergantung pada faktor golongan, masa kerja, serta mekanisme peraturan yang berlaku. Artinya, tidak semua pensiunan akan menerima nominal besar, dan tidak ada dasar resmi yang menyebutkan perhitungan rapel lima hingga enam bulan seperti yang ramai diberitakan.
TASPEN mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada simulasi nominal yang bersumber dari laporan internal tidak resmi atau potongan informasi yang tidak jelas.
Komitmen 5T dan Imbauan Cek Informasi Resmi
Dalam kesempatan yang sama, TASPEN kembali menegaskan komitmen pelayanannya melalui prinsip 5T: Tepat Administrasi, Tepat Orang, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, dan Tepat Tempat. Prinsip ini dianggap penting untuk mencegah kesalahan administrasi sekaligus memastikan pelayanan pensiun berjalan akurat dan efisien.
TASPEN juga mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi seperti Call Center 1500 919, situs resmi, dan akun media sosial perusahaan. Mereka menekankan bahwa TASPEN tidak pernah meminta data pribadi melalui telepon atau pesan pribadi, sehingga masyarakat diminta waspada terhadap potensi penipuan yang memanfaatkan isu rapel pensiunan.
Belum Ada Kepastian Penyesuaian Pensiun
Mengacu pada PP Nomor 8 Tahun 2024 tentang Penetapan Pensiun Pokok PNS dan janda/dudanya, seharusnya penyesuaian berlaku sejak 1 Januari 2024. Namun, TASPEN menegaskan bahwa sampai November 2025 tidak ada keputusan baru mengenai:
- Kenaikan pensiun pokok
- Pensiun purnawirawan TNI dan Polri
- Tunjangan kehormatan
- Tunjangan perintis pergerakan
- Penerima manfaat janda/duda
Dengan demikian, kabar viral soal rapel pensiunan 1 Desember dinilai keliru dan tidak berdasar.
Editor : Ichaa Melinda Putri