BLITAR – Minat masyarakat untuk mengetahui nilai tanah di berbagai daerah terus meningkat, terutama setelah pemerintah menyediakan fitur cek nilai ZNT (Zona Nilai Tanah) secara online. Melalui platform resmi Bhumi ATR/BPN, siapa saja kini bisa mengecek kisaran nilai tanah hanya lewat ponsel atau laptop tanpa harus datang ke kantor pertanahan. Fitur ini menjadi salah satu layanan digital yang paling dicari karena membantu masyarakat memantau nilai properti di lokasi tertentu.
Dalam video tutorial yang beredar di YouTube berjudul “Cek Nilai ZNT di Website Bhumi ATR/BPN”, dijelaskan langkah demi langkah bagaimana masyarakat dapat melakukan cek nilai ZNT secara mandiri. Prosesnya terbilang mudah dan dapat dilakukan dalam hitungan menit. Kemudahan ini menjadi alasan mengapa kata kunci cek nilai ZNT semakin populer dan banyak dicari oleh pemilik tanah, pelaku usaha properti, hingga masyarakat yang ingin membeli lahan.
Apa Itu ZNT dan Kenapa Penting?
Zona Nilai Tanah (ZNT) adalah peta yang berisi informasi rentang nilai tanah pada suatu wilayah. Data ini menjadi acuan penting dalam berbagai proses, seperti jual beli tanah, perhitungan pajak, hingga penyusunan rencana tata ruang. Melalui digitalisasi layanan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), masyarakat kini dapat mengakses ZNT secara daring melalui website Bhumi ATR/BPN.
Langkah Awal Mengakses Website Bhumi ATR/BPN
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa tahap pertama untuk cek nilai ZNT adalah membuka browser dan mengetik alamat resmi situs Bhumi ATR/BPN di www.bhumiatrbpn.go.id. Setelah masuk ke halaman utama, pengguna perlu mengklik tombol “Kunjungi Bhumi”. Tombol ini akan mengarahkan pengguna menuju peta interaktif yang menjadi pusat informasi utama dalam website tersebut.
Setibanya di halaman peta interaktif, pengguna akan disuguhi tampilan pop-up berisi pernyataan persetujuan informasi. Untuk melanjutkan proses, pengguna cukup menekan tombol “Saya Setuju”. Langkah ini memastikan bahwa pengguna memahami ketentuan penggunaan data yang ditampilkan di situs.
Memilih Lokasi Tanah yang Ingin Dicek
Setelah masuk ke tampilan peta, pengguna dapat memilih lokasi tanah yang ingin diketahui nilai ZNT-nya. Pada contoh dalam video, lokasi yang dipilih adalah Kota Samarinda. Pengguna cukup mengetikkan nama kota atau daerah pada kolom pencarian di pojok kiri atas peta interaktif.
Setelah lokasi muncul, pengguna dapat memperbesar peta hingga menemukan area atau bidang tanah yang ingin dicek. Tampilan peta yang responsif dan detail memudahkan proses navigasi bagi pengguna yang belum terbiasa menggunakan sistem peta digital.
Membuka Katalog Data untuk Menampilkan ZNT
Untuk menampilkan data Zona Nilai Tanah di lokasi yang sudah dipilih, pengguna harus membuka menu Meja Kerja lalu memilih Katalog Data. Di dalamnya terdapat berbagai dataset, termasuk Dataset Utama, yang memuat seluruh informasi geospasial milik ATR/BPN.
Pengguna kemudian mencari katalog Zona Nilai Tanah, lalu memilih opsi “Tambah Data” untuk menampilkan layer ZNT pada peta interaktif. Setelah data ditambahkan, peta akan menampilkan warna atau pola tertentu yang menandakan perbedaan nilai tanah sesuai zona.
Melihat Informasi Detail Nilai ZNT
Untuk mengetahui nilai ZNT secara spesifik, pengguna cukup mengklik bidang tanah yang terdapat di peta. Setelah diklik, sistem akan menampilkan panel informasi di sisi kiri layar, berisi rincian nilai tanah pada bidang tersebut. Informasi yang ditampilkan berupa range atau rentang nilai tanah di zona tersebut, yang menjadi acuan bagi masyarakat untuk menilai harga suatu lokasi.
Menurut penjelasan dalam video, data yang ditampilkan perlu dicek ulang oleh pengguna agar hasilnya akurat. Pastikan lokasi yang dipilih benar dan sesuai dengan bidang tanah yang ingin diketahui nilainya.
Layanan Digital ATR/BPN Kian Diminati
Fitur cek nilai ZNT melalui website Bhumi ATR/BPN menjadi salah satu inovasi layanan pertanahan yang paling bermanfaat. Selain mempermudah akses informasi, fitur ini membantu masyarakat membuat keputusan yang lebih tepat terkait jual beli tanah, investasi properti, maupun urusan administrasi lain yang membutuhkan data nilai tanah.
Video tutorial tersebut menutup penjelasannya dengan imbauan kepada masyarakat untuk selalu memastikan data dan lokasi yang dipilih sudah benar sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ZNT. (*)
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi