BLITAR KAWENTAR – Kabar bahwa BSU Desember 2025 akan cair kembali sebesar Rp600 ribu mendadak ramai beredar di media sosial. Banyak unggahan mengklaim bahwa pemerintah sudah menyiapkan pencairan tahap lanjutan di akhir tahun, lengkap dengan tautan pendaftaran dan narasi bahwa pekerja bisa kembali memperoleh Bantuan Subsidi Upah. Namun, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa informasi tersebut hoaks dan tidak memiliki dasar resmi.
Kemnaker menyampaikan bahwa BSU Desember 2025 tidak pernah direncanakan, karena program BSU 2025 sudah berakhir pada Juli 2025. Program tersebut sebelumnya menyasar pekerja berpenghasilan rendah dengan nominal bantuan total Rp600 ribu per orang. Pemerintah hanya menggelar satu periode penyaluran – bukan dua, bukan lanjutan, dan bukan pencairan ulang di akhir tahun.
BSU Rp600 Ribu Dipastikan Tidak Cair Lagi
Dalam penjelasan resminya, Kemnaker menutup tegas kabar “BSU tahap kedua” yang beredar sejak Oktober. Seluruh laman resmi Kemnaker dan kanal BSU hanya menampilkan riwayat penyaluran lama, bukan jadwal baru. Artinya, tidak ada agenda pencairan ulang pada November maupun Desember 2025 sebagaimana ramai diberitakan di jagat maya.
Di situs bsu.kemnaker.go.id, pekerja hanya bisa mengecek status penerimaan sebelumnya, bukan melakukan pendaftaran baru untuk BSU yang tidak pernah diumumkan. Kemnaker menegaskan, jika ada program baru, itu akan disampaikan melalui kanal resmi dan bukan melalui tautan mencurigakan yang beredar di grup WhatsApp ataupun media sosial.
Mengapa Hoaks BSU Mudah Menyebar?
Fenomena hoaks mengenai BSU Desember 2025 bukan kali pertama terjadi. Beberapa faktor membuat kabar semacam ini cepat larut ke publik.
Pertama, masyarakat kerap menerima informasi setengah jadi, berupa tangkapan layar riwayat pencairan lalu yang diubah narasinya menjadi “akan cair lagi bulan ini”. Pengunggah biasanya memanipulasi teks agar seolah-olah ada jadwal pencairan ulang.
Kedua, munculnya tautan palsu yang mengatasnamakan situs Kemnaker. Banyak link yang meniru tampilan laman resmi, padahal dibuat oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk mengumpulkan data pribadi. Pemeriksa fakta dari berbagai media menemukan banyak akun dan situs yang menyebarkan hoaks serupa sejak awal tahun.
Ketiga, kondisi ekonomi membuat sebagian warga lebih sensitif terhadap informasi mengenai bantuan sosial. Harapan tinggi terhadap bantuan pemerintah membuat kabar viral mudah dipercayai dan dibagikan tanpa verifikasi.
Pernyataan Resmi dan Bukti yang Menegaskan Hoaks
Kemnaker menegaskan bahwa hingga awal Desember 2025 tidak ada pengumuman BSU baru. Program BSU 2025 hanya berlangsung pada Juni–Juli dan tidak dilanjutkan. Pernyataan ini didukung pemeriksaan fakta oleh media dan lembaga anti-hoaks yang telah menemukan banyak klaim palsu terkait BSU akhir tahun.
Pejabat Kemnaker juga menyampaikan bahwa setiap program bantuan pemerintah pasti diumumkan secara resmi, lengkap dengan dasar hukum, mekanisme penyaluran, serta kanal verifikasi. Karena itu, masyarakat diminta berhati-hati terhadap informasi yang beredar tanpa rilis resmi.
Cara Cek Status BSU Secara Resmi
Meski tidak ada pencairan BSU Desember 2025, pekerja masih dapat mengecek riwayat penerimaannya melalui kanal resmi. Ada beberapa cara yang valid:
1. Situs bsu.kemnaker.go.id
Pengguna cukup memasukkan NIK dan kode keamanan untuk mengetahui apakah pernah menerima BSU 2025. Namun situs ini tidak memuat jadwal pencairan baru.
2. Aplikasi JMO (Jamsostek Mobile)
Aplikasi milik BPJS Ketenagakerjaan menyediakan menu “Cek Status Bantuan Subsidi Upah”. Setelah login, pengguna akan melihat informasi penerimaannya.
3. Situs BPJS Ketenagakerjaan
Meski beberapa kali mengalami perbaikan, laman bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id tetap menjadi kanal valid untuk pengecekan.
4. Menghubungi HRD atau Disnaker
Jika masih ragu, pekerja dapat menanyakan riwayat penerimaan langsung kepada HRD perusahaan atau mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja setempat.
Waspada Link Palsu dan Akun Tidak Resmi
Kemnaker mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan mengklik tautan yang mengaku sebagai “pendaftaran BSU Desember 2025”. Selain berpotensi phishing, data pribadi – termasuk NIK, nomor telepon, dan nomor rekening – bisa disalahgunakan.
Pemerintah mengingatkan ulang bahwa BSU 2025 telah selesai dan belum ada rencana lanjutan. Jika ada program baru, publik pasti mendapat informasi langsung melalui kanal resmi pemerintah.
Editor : Ichaa Melinda Putri