Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

UPDATE Korban Banjir Sumatera: 744 Tewas, 551 Hilang, TNI AU Terjunkan Bantuan dari Udara

Ichaa Melinda Putri • Kamis, 4 Desember 2025 | 18:15 WIB
UPDATE Korban Banjir Sumatera: 744 Tewas, 551 Hilang, TNI AU Terjunkan Bantuan dari Udara
UPDATE Korban Banjir Sumatera: 744 Tewas, 551 Hilang, TNI AU Terjunkan Bantuan dari Udara

BLITAR KAWENTAR – Jumlah korban banjir Sumatera kembali melonjak tajam hingga mencapai skala darurat nasional. Berdasarkan data resmi BNPB per Selasa, 2 Desember 2025 pukul 20.45 WIB, tercatat 744 orang meninggal dunia dan 551 warga masih hilang akibat banjir bandang dan longsor yang menerjang tiga provinsi utama: Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Angka ini menjadikan bencana yang melanda Pulau Sumatera sebagai salah satu yang paling mematikan dalam satu dekade terakhir.

Sebaran korban banjir Sumatera terbanyak berada di Provinsi Sumatera Utara dengan 301 korban meninggal dan 163 orang hilang. Disusul Sumatera Barat dengan 225 korban jiwa dan 161 orang hilang, serta Aceh yang mencatat 218 meninggal dan 227 hilang. Total 50 kabupaten terdampak, dengan jumlah penduduk terimbas mencapai 3,3 juta jiwa.

TNI AU Kirim Bantuan via Airdrop

Melihat betapa luas dan parahnya dampak korban banjir Sumatera, pemerintah mempercepat penyaluran bantuan logistik ke wilayah yang terisolasi. Salah satu langkah strategis dilakukan TNI Angkatan Udara melalui operasi airdrop menggunakan pesawat angkut C130J Super Hercules bernomor registrasi A-1340.

Pesawat tersebut melakukan penerjunan dari udara di atas Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di Drop Zone DEZ, Lapangan Bima, Kecamatan Kuala Simpang, pada Selasa, 2 Desember 2025. Total 20 bundle bantuan diterjunkan menggunakan sistem Low Cost Low Altitude (LCLA), metode yang memungkinkan distribusi logistik dari ketinggian rendah secara presisi dan aman.

Sistem ini dipilih karena banyak jalur darat di lokasi terdampak masih tertutup longsor dan lumpur. Dengan LCLA, paket bantuan dapat dijatuhkan secara stabil, tepat sasaran, dan tetap aman untuk warga yang menunggu di titik penerimaan.

Setiap bundle memuat berbagai kebutuhan gawat darurat, mulai dari makanan siap konsumsi, perlengkapan kebersihan, tenda darurat, hingga peralatan tanggap bencana yang sangat dibutuhkan ribuan penyintas.

Komitmen TNI AU: Percepat Distribusi Logistik

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma TNI Nyoman Swatnyana, menegaskan bahwa operasi airdrop ini merupakan salah satu bentuk percepatan penanganan darurat bencana.

“Airdrop seperti LCLA sangat membantu ketika jalur darat belum bisa dilalui. Komitmen kami adalah memastikan bantuan tiba secepat mungkin kepada masyarakat terdampak,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa mobilitas udara akan terus dimaksimalkan oleh TNI AU, mengingat banyak titik di Sumatera masih terisolasi akibat banjir bandang dan longsor susulan.

Akses Terputus, Ribuan Warga Bertahan di Pengungsian

Selain banyaknya korban banjir Sumatera yang masih hilang, tantangan berikutnya adalah akses bantuan yang terganggu parah. Sejumlah jembatan runtuh, jalan nasional tertutup material longsor, dan beberapa desa terpantau masih terendam hingga lebih dari dua meter.

Ratusan ribu warga kini menetap di pos-pos pengungsian sementara. Kebutuhan dasar seperti air bersih, listrik, dan bahan pangan menjadi masalah mendesak yang terus mendapat atensi pemerintah pusat.

Upaya evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, BNPB, BPBD, dan relawan. Namun medan yang berat membuat pencarian para korban hilang terkendala waktu dan cuaca.

BNPB: Jumlah Korban Masih Bisa Bertambah

BNPB menegaskan bahwa angka 551 korban hilang dapat bertambah karena sejumlah wilayah belum terjangkau. Tim pencarian masih menunggu cuaca cerah untuk menembus area yang terisolasi total, terutama di Aceh dan Sumatera Barat.

Dengan cakupan wilayah terdampak mencapai puluhan kabupaten, pemerintah menyiapkan skema bantuan jangka panjang, termasuk pembangunan hunian sementara, pemulihan infrastruktur, serta normalisasi sungai dan jalur vital.

Bencana Terbesar Jelang Akhir Tahun

Lonjakan korban banjir Sumatera ini menjadikan bencana tersebut sebagai salah satu kejadian paling mematikan menjelang penghujung 2025. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan pergerakan tanah, mengingat curah hujan ekstrem diprediksi masih akan terus terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#bnpb #Longsor Sumatera Barat #airdrop LCLA #tni au #Korban Banjir Sumatera