Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Subuh-Subuh Gibran ke Sumatera: Tinjau Korban Banjir yang Tembus 770 Jiwa dan Ratusan Masih Hilang

Ichaa Melinda Putri • Kamis, 4 Desember 2025 | 19:00 WIB
Subuh-Subuh Gibran ke Sumatera: Tinjau Korban Banjir yang Tembus 770 Jiwa dan Ratusan Masih Hilang
Subuh-Subuh Gibran ke Sumatera: Tinjau Korban Banjir yang Tembus 770 Jiwa dan Ratusan Masih Hilang

BLITAR KAWENTAR – Kunjungan Gibran ke Sumatera pada Kamis dini hari, 4 Desember 2025, menandai langkah cepat pemerintah dalam merespons bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi sekaligus. Wakil Presiden RI itu bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 04.45 WIB menggunakan pesawat kepresidenan untuk meninjau langsung kondisi para korban di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kehadiran Gibran ke Sumatera itu menjadi sorotan publik karena dilakukan menjelang subuh, menunjukkan urgensi penanganan bencana yang menewaskan ratusan warga.

Banjir dan longsor dahsyat yang melanda tiga provinsi di Sumatera telah menelan sedikitnya 770 korban jiwa. Data terbaru BNPB hingga Rabu sore, 3 Desember 2025, mencatat 227 korban meninggal di Aceh, 299 di Sumatera Utara, dan 194 di Sumatera Barat. Selain itu, sebanyak 463 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Kedatangan Gibran ke Sumatera diharapkan mempercepat koordinasi lintas sektor, terutama dalam pendistribusian bantuan dan pemulihan pascabencana.

Tindak Lanjut Kunjungan Presiden Prabowo

Langkah Gibran melanjutkan kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto, yang lebih dulu meninjau lokasi terdampak pada Senin, 1 Desember 2025. Saat kunjungan tersebut, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak membiarkan para korban bencana berjuang sendirian. Ia menekankan bahwa anggaran bantuan darurat hingga program pemulihan pasca bencana sudah disiapkan dan akan segera digulirkan.

Dalam dialog dengan warga, Prabowo menyampaikan dukacita mendalam atas banyaknya korban jiwa dan kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir serta tanah longsor. Pemerintah, kata dia, wajib hadir secara penuh untuk membantu masyarakat bangkit dari kondisi yang disebut sebagai salah satu bencana terbesar sepanjang 2025.

Ribuan Rumah Rusak, Fasilitas Umum Terdampak Berat

Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur akibat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut sangat parah. Ribuan rumah warga dilaporkan rusak berat, sedang, maupun ringan. Data BNPB menunjukkan kerusakan tidak hanya pada pemukiman, tetapi juga fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, dan pusat layanan kesehatan.

Di sejumlah lokasi, akses menuju desa-desa yang terisolasi masih belum terbuka total. Petugas gabungan harus menggunakan perahu, alat berat, hingga jalur udara untuk menembus wilayah yang terputus. Kondisi medan yang sulit membuat proses penyaluran bantuan menjadi lebih lambat.

Gibran Fokus pada Akses, Evakuasi, dan Logistik

Dalam agenda kunjungannya, Gibran dijadwalkan meninjau langsung titik-titik terparah di tiga provinsi tersebut. Prioritasnya meliputi pembukaan akses darat, percepatan pendistribusian logistik, dan penguatan posko evakuasi. Ia juga akan berdialog dengan warga, relawan, serta pemerintah daerah untuk memetakan kebutuhan mendesak di lapangan.

Sumber internal menyebutkan bahwa salah satu fokus Gibran adalah memastikan pasokan makanan, air bersih, obat-obatan, dan layanan kesehatan berjalan tanpa hambatan. Pemerintah pusat ingin memastikan bahwa wilayah-wilayah yang terisolasi bisa segera mendapat bantuan yang memadai.

Kehadiran Pemerintah Diperlukan di Titik Krisis

Bencana di tiga provinsi ini bukan hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga memukul sistem layanan publik. Banyak fasilitas pendidikan yang terendam dan rusak, membuat kegiatan belajar mengajar harus dihentikan. Tempat ibadah dan sarana kesehatan juga terdampak, sehingga mempersempit ruang pelayanan masyarakat.

Kehadiran Wakil Presiden di lapangan menjadi sinyal bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap skala bencana yang terjadi. Kunjungan Gibran ke Sumatera di tengah situasi krisis juga diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan strategis, terutama untuk penetapan status bencana skala nasional jika diperlukan.

Upaya Pemulihan Jangka Panjang

Selain penanganan darurat, pemerintah juga mulai menyiapkan rencana pemulihan jangka panjang. BNPB, Kementerian PUPR, dan pemerintah daerah disebut telah menyusun peta kerusakan infrastruktur. Rekonstruksi diperkirakan membutuhkan waktu panjang, terutama di wilayah yang mengalami kerusakan berat.

Selain itu, program mitigasi bencana berbasis ekosistem akan menjadi agenda penting. Kerusakan lingkungan di beberapa titik hulu disebut menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak banjir dan tanah longsor. Pemerintah pusat diminta memperkuat kebijakan tata ruang agar bencana serupa tidak kembali memakan korban dalam jumlah besar.

Kunjungan Gibran kali ini menjadi momentum pemerintah untuk memastikan bahwa semua kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi, sekaligus menegaskan komitmen negara dalam menanggulangi bencana berskala besar ini.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#bnpb #Gibran ke Sumatera #Prabowo Subianto #gibran rakabuming #banjir sumatera