BLITAR – Pemerintah resmi mulai menyalurkan BSU 2025 atau Bantuan Subsidi Upah kepada para pekerja dan buruh yang memenuhi kriteria. Bantuan senilai Rp600.000 ini kembali dicairkan melalui dua skema, termasuk penyaluran lewat PT Pos Indonesia bagi penerima yang tidak memiliki rekening bank Himbara. Kebijakan ini langsung disambut antusias para pekerja di berbagai daerah, termasuk Blitar dan sekitarnya, yang selama dua pekan terakhir menunggu kejelasan jadwal pencairan.
Penyaluran BSU 2025 melalui kantor pos menggunakan verifikasi digital berbasis aplikasi POSPY. Penerima wajib mengecek status mereka terlebih dahulu sebelum datang ke kantor pos. Cara ini dinilai lebih praktis dan meminimalisasi antrean panjang, terutama bagi pekerja sektor informal yang tidak menggunakan layanan perbankan Himbara. Dalam proses pengecekan tersebut, POSPY akan menerbitkan QR code jika seseorang dinyatakan sebagai penerima bantuan.
Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Sunardi Manampiar Sinaga, menegaskan bahwa proses pencairan BSU 2025 melalui kantor pos dibuat sesederhana mungkin. Ia meminta calon penerima membawa persyaratan lengkap saat datang ke loket pencairan, termasuk menunjukkan QR code yang muncul dari aplikasi POSPY.
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah kemudahan pengecekan status melalui aplikasi POSPY tanpa harus login. Fitur ini mempermudah pekerja yang selama ini kesulitan mengakses layanan digital atau lupa password.
Berikut langkah pengecekan status BSU 2025 melalui POSPY:
Unduh aplikasi POSPY di Play Store.
Buka aplikasi langsung tanpa login.
Ketuk ikon huruf “i” berwarna oranye di pojok kanan bawah.
Pilih logo Kemnaker, yang ditandai dengan gambar lima tangan.
Klik menu Bantuan Subsidi Upah Tahun 2025.
Masukkan NIK sesuai e-KTP.
Jika terdaftar, sistem otomatis menampilkan QR code sebagai bukti penerima BSU.
QR code tersebut nantinya discan petugas kantor pos saat proses pencairan berlangsung. Penerima tetap diwajibkan membawa KTP asli untuk verifikasi identitas.
H2: Proses Pencairan di Kantor Pos untuk Penerima Tanpa Rekening
Pos Indonesia telah menyiapkan skema pelayanan khusus bagi penerima BSU yang tidak memiliki rekening bank pemerintah. Mekanisme ini mirip dengan pencairan bansos lain yang sudah berjalan sebelumnya.
Secara umum, proses pencairan berlangsung melalui langkah-langkah berikut:
Penerima datang ke kantor pos terdekat.
Tunjukkan KTP asli dan QR code dari aplikasi POSPY.
Petugas melakukan verifikasi data.
Setelah data cocok, dana BSU 2025 sebesar Rp600.000 diserahkan secara tunai.
Pihak Pos Indonesia juga mengimbau pekerja untuk datang sesuai jadwal agar menghindari penumpukan penerima. Kantor pos di kota dan kecamatan telah diarahkan menyiapkan loket khusus BSU demi mempercepat alur pelayanan.
Di balik kemudahan pencairan BSU 2025, Kemnaker juga meminta masyarakat lebih berhati-hati terhadap berbagai pesan palsu atau tautan tidak resmi yang mengatasnamakan BSU. Sunardi menegaskan bahwa pengecekan status hanya dilakukan lewat situs resmi Kemnaker dan aplikasi POSPY, bukan melalui formulir lain yang beredar di media sosial.
Modus yang sering terjadi adalah tautan palsu yang mengarahkan pengguna untuk mengisi data pribadi atau OTP. Untuk itu, Kemnaker mengingatkan bahwa tidak ada proses verifikasi BSU melalui WhatsApp maupun grup Telegram.
Di sejumlah daerah, termasuk Blitar raya, pekerja mulai melakukan pengecekan menggunakan POSPY sejak malam sebelum pengumuman resmi. Banyak yang mengaku terbantu dengan fitur pengecekan tanpa login karena prosesnya lebih cepat dan tidak memerlukan akun baru.
Pencairan BSU 2025 diharapkan bisa menjadi tambahan daya beli bagi pekerja yang selama ini terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok. Pemerintah menargetkan penyaluran tahap awal rampung dalam beberapa hari ke depan, sebelum kemudian dilanjutkan dengan mekanisme penyaluran melalui bank bagi penerima rekening Himbara.
Editor : Anggi Septiani