BLITAR KAWENTAR - Perjuangan atlet atletik Bumi Bung Karno belum memasuki garis finis. Setelah mencatat hasil manis pada kejuaraan Bupati Cup Tuban, akhir November lalu, puluhan atlet muda kembali dipersiapkan tampil di level kompetisi yang lebih tinggi.
Di akhir Desember ini, mereka akan berlaga di ajang atletik regional yang digelar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 20–21 Desember 2025 mendatang. Mereka bakal beradu cepat dengan atlet-atlet dari sejumlah daerah di Jawa Timur.
Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Blitar, Nur Hidayat menuturkan, pengalaman di Tuban menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan diri atlet.
Dari tujuh atlet yang diturunkan, tiga di antaranya sukses menyumbang medali. Mereka adalah Kurnia Zahra, peraih emas pada nomor lari 400 meter putri remaja, serta Arsy dari kategori lompat jauh praremaja, dan Jeje di kategori pemula yang berhasil merebut medali perunggu.
“Kejuaraan di Tuban untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus mental bertanding atlet sebelum melangkah ke ajang yang lebih besar,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025).
Meski cukup puas dengan capaian tersebut, Hidayat menegaskan perjuangan atlet muda ini masih panjang. Dalam waktu dekat, sedikitnya 40 atlet dari jenjang SMP dan SMA akan dikirim untuk memperkuat Kota Blitar pada kejuaraan atletik yang digelar di lapangan Oentoeng Poedjadi Unesa Surabaya.
Para atlet diproyeksikan mampu bersaing dengan kontingen dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Kami mohon doa restu masyarakat. Mudah-mudahan mereka mampu membawa pulang medali dan mengharumkan nama Bumi Bung Karno,” katanya.
Saat ini, seluruh atlet intensif menjalani latihan rutin untuk mempersiapkan fisik dan mental bertanding. PASI menargetkan capaian medali sebagai tolok ukur evaluasi dan pembinaan.
Selain mengejar podium, dia berharap keikutsertaan di ajang regional dapat menjadi ruang pembelajaran bagi atlet muda Kota Blitar.
“Kami ingin menambah jam terbang dan pengalaman tanding. Dengan begitu, mereka siap menghadapi kejuaraan bergengsi seperti porprov hingga PON,” pungkasnya. (sub/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah