BLITAR KAWENTAR - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, BNN tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga akan memperhatikan aspek rehabilitasi pecandu narkoba. Pernyataan tegas ini disampaikan Kepala BNN Suyudi Ario Seto usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi 3 DPR RI di Kompleks Parlemen, Senin, Jakarta. Komitmen ini menjadi respons atas desakan DPR RI agar BNN menerapkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam perang melawan narkotika di Indonesia.
Mantan Kapolda Banten tersebut menambahkan bahwa menurut data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2023, angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia berada pada level yang cukup tinggi dan mengkhawatirkan. Realitas ini mendorong Kepala BNN Suyudi Ario Seto untuk memprioritaskan penguatan proses rehabilitasi bagi para pecandu narkoba agar mereka tidak hanya sembuh, tetapi juga dapat kembali produktif di masyarakat.
"Penyalahguna tidak hanya sembuh, tapi juga dibekali keterampilan dan bahkan disalurkan ke dunia usaha agar bisa kembali produktif," tegas Suyudi menjelaskan visi besar program rehabilitasi BNN yang tidak sekadar menyembuhkan, tetapi juga memberdayakan.
Desakan DPR untuk Prioritaskan Rehabilitasi
Dalam rapat kerja tertutup dengan Komisi 3 DPR RI, anggota dewan memberikan masukan penting kepada BNN terkait strategi penanggulangan narkoba. DPR mengingatkan agar BNN Republik Indonesia tidak hanya mengedepankan aspek penegakan hukum saja, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap aspek rehabilitasi para penyalahguna narkoba.
"Dari DPR agar BNN Republik Indonesia tidak hanya mengedepankan aspek penegakan hukum saja, tapi bagaimana juga memperhatikan aspek rehabilitasi," ujar Kepala BNN mengutip permintaan dari anggota DPR RI.
Permintaan ini didasari oleh pemahaman bahwa angka penyalahguna narkoba di Indonesia masih sangat tinggi berdasarkan data BRIN tahun 2023. Dengan pendekatan rehabilitasi yang kuat, diharapkan para mantan pecandu dapat pulih sepenuhnya dan tidak kembali terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika.
Baca Juga: Capaian Uji Kir di Kabupaten Blitar Belum Optimal, Dishub Ungkap Kendalanya
Komitmen Mewujudkan Indonesia Emas 2045
Kepala BNN Suyudi Ario Seto menyampaikan harapan besar bahwa dengan fokus pada rehabilitasi, Indonesia Emas 2045 dapat terwujud dengan generasi muda yang sehat dan produktif. Visi Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika generasi penerus bangsa terus digerogoti oleh bahaya narkotika.
"Kami memiliki komitmen ke depan untuk memperkuat rehabilitasi sehingga dengan upaya pemulihan yang kami lakukan, muda Indonesia akan lebih baik dan angka penyalahguna narkoba bisa jauh menurun sehingga Indonesia Emas 2045 dapat terwujud dengan Indonesia generasi muda yang lebih sehat," papar Suyudi dengan penuh optimisme.
Program rehabilitasi yang dikembangkan BNN tidak hanya berfokus pada penyembuhan medis dan psikologis, tetapi juga pemberdayaan ekonomi. Para mantan pecandu akan dibekali keterampilan kerja dan disalurkan ke dunia usaha agar mereka dapat mandiri secara ekonomi dan tidak kembali ke dunia narkoba karena faktor kesulitan ekonomi.
Baca Juga: Utak-atik Rumus UMP 2026 Jadi Sorotan, Dicari Formula Tengah yang Memuaskan Buruh & Pengusaha
Dukungan Penuh DPR untuk BNN
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNN juga menyampaikan apresiasi atas dukungan DPR Republik Indonesia untuk memperkuat tiga pilar utama dalam penanggulangan narkoba, yaitu rehabilitasi, penindakan hukum, dan pengawasan wilayah perbatasan.
"Dukungan DPR Republik Indonesia untuk memperkuat rehabilitasi, penindakan hukum, dan pengawasan wilayah perbatasan akan menjadi energi tambahan bagi kami BNN Republik Indonesia," ungkap Suyudi.
Pengawasan wilayah perbatasan menjadi sangat krusial mengingat Indonesia adalah negara kepulauan dengan garis pantai yang sangat panjang, sehingga rentan menjadi jalur masuk narkotika dari luar negeri. Penguatan pengawasan di wilayah perbatasan diharapkan dapat memutus jalur pasokan narkoba dari negara produsen.
Perang Melawan Narkoba Tanpa Kompromi
Kepala BNN Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen penuh untuk memberantas narkoba tanpa kompromi dengan mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Filosofi "War on Drugs for Humanity" menjadi semangat utama dalam setiap program BNN, yang tidak hanya menghukum pelaku tetapi juga menyelamatkan dan memulihkan korban penyalahgunaan narkoba.
"Kami akan berkomitmen penuh untuk memberantas narkoba tanpa kompromi dengan pendekatan kemanusiaan demi mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). Sangat semangat. War on drugs for humanity," pungkas Suyudi dengan penuh semangat.
Dengan kombinasi penindakan tegas terhadap jaringan narkoba dan rehabilitasi komprehensif bagi para pecandu, BNN di bawah kepemimpinan Suyudi Ario Seto optimis dapat menurunkan angka penyalahgunaan narkoba secara signifikan. Upaya ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif sebagai aset terbesar bangsa. (*)
Editor : Rahma Nur Anisa