Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

IPO Saham SUPA Pecahkan Rekor Antrean Terpanjang di Bursa, Server IDX Sempat Error, Ini Prediksi Harga di Hari Pertama

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Kamis, 18 Desember 2025 | 00:15 WIB
IPO Saham SUPA Pecahkan Rekor Antrean Terpanjang di Bursa, Server IDX Sempat Error, Ini Prediksi Harga di Hari Pertama
IPO Saham SUPA Pecahkan Rekor Antrean Terpanjang di Bursa, Server IDX Sempat Error, Ini Prediksi Harga di Hari Pertama

BLITAR - IPO saham SUPA sukses mencuri perhatian pelaku pasar modal Indonesia. Antusiasme investor terhadap penawaran umum perdana ini begitu tinggi hingga memecahkan rekor antrean terpanjang sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI). Dampaknya, server IDX dilaporkan sempat mengalami gangguan dan lag pada malam penjatahan.

Berdasarkan pembahasan dari video analisis pasar, penjatahan IPO saham SUPA berlangsung sangat larut malam. Bahkan, hingga pukul 22.00 WIB, penjatahan belum juga muncul di akun investor. Banyak investor baru mengetahui hasil penjatahan pada pagi hari setelah sistem kembali normal. Gangguan ini disinyalir akibat lonjakan antrean yang mencapai sekitar 1,95 juta antrean, angka yang dinilai luar biasa besar.

Rekor Antrean Terpanjang IPO di Bursa

IPO saham SUPA resmi mencatatkan diri sebagai IPO dengan antrean terpanjang yang pernah terjadi di pasar modal Indonesia. Lonjakan permintaan ini menandakan minat ritel yang sangat besar, sekaligus menunjukkan optimisme pasar terhadap prospek saham SUPA ke depan.

“Ini antreannya paling panjang selama ini. Kita belum tahu apakah ke depan akan ada IPO yang bisa melampaui ini,” ungkap analis dalam video tersebut.

Dominasi Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana

Dalam struktur penjamin emisi, Mandiri Sekuritas tampil sebagai penjamin pelaksana utama IPO saham SUPA dengan porsi mencapai 58,6 persen atau sekitar 25 juta lot. Posisi kedua ditempati Trimegah Sekuritas dengan 37,6 persen atau sekitar 16 juta lot. Sementara sekuritas lain seperti KZ dan AZ hanya mendapat porsi kecil.

Namun, dominasi Mandiri Sekuritas justru menjadi perhatian tersendiri. Rekam jejak Mandiri Sekuritas dalam IPO sebelumnya dinilai kurang positif oleh sebagian trader, lantaran kerap melepas saham di hari pertama perdagangan.

Risiko Saham Berat Naik di Hari Pertama

Kebiasaan underwriter yang langsung menjual saham pada hari pertama dinilai bisa membuat pergerakan harga menjadi berat. Ketika saham dilepas ke pasar dalam jumlah besar, suplai melimpah membuat harga sulit bergerak naik.

Analogi sederhana yang digunakan adalah pasar buah. Saat pasokan melimpah, harga cenderung turun. Hal yang sama terjadi di saham jika terjadi “banjir barang” di hari pertama perdagangan.

Sebaliknya, jika saham ditahan oleh underwriter, suplai menjadi terbatas sehingga mendorong harga naik. Contoh kasus saham lain seperti RLCO disebut sebagai pembanding, di mana underwriter memilih menahan saham sehingga harga mampu melesat.

Penjatahan IPO Saham SUPA Dinilai Relatif Bagus

Dari sisi penjatahan, IPO saham SUPA dinilai cukup adil. Untuk jatah bawah, investor ritel rata-rata memperoleh 1 hingga 4 lot, tergantung sekuritas dan jumlah SID yang digunakan. Sementara untuk jatah atas, persentasenya berkisar 1,1 hingga 1,5 persen.

Menariknya, semakin besar nilai pemesanan, justru persentase penjatahan semakin kecil. Pola ini dinilai sehat dan mencerminkan tingginya tingkat oversubscribe.

IPO saham SUPA tercatat mengalami oversubscribe dengan porsi ritel sekitar 12,5 persen dan skema perbandingan 2 banding 1 antara jatah atas dan bawah.

Prediksi Pergerakan Harga Saham SUPA

Menjelang jadwal pencatatan pada 17 Desember, analis memprediksi saham SUPA berpeluang auto reject atas (ARA) di hari pertama. Dengan harga IPO di kisaran Rp635, potensi ARA 25 persen membawa harga ke sekitar Rp790.

Bahkan, jika penjamin pelaksana tidak melakukan aksi jual di hari pertama, bukan tidak mungkin harga saham SUPA bisa menembus level Rp1.000.

Namun, investor tetap diimbau waspada. Jika di hari pertama terlihat aksi jual besar dari underwriter, maka pergerakan di hari kedua berpotensi melemah atau bergerak berat.

“Kalau hari pertama ARA dan CC masih menahan, kemungkinan lanjut naik di hari kedua. Tapi kalau sudah jual, biasanya berat,” jelas analis tersebut.

Dengan euforia besar dan antrean fantastis, IPO saham SUPA menjadi salah satu IPO paling disorot tahun ini. Investor kini menanti pembuktian pergerakan harga di lantai bursa.

 

Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi
#IPO saham SUPA #penjatahan IPO #saham SUPA #IPO BEI #prediksi saham IPO