Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

IPO Saham SUPA Akhirnya Resmi Meluncur, Bedah Lengkap Superbank: Prospek Cerah, Tapi Valuasi Bikin Dahi Berkerut

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Kamis, 18 Desember 2025 | 00:45 WIB
IPO Saham SUPA Akhirnya Resmi Meluncur, Bedah Lengkap Superbank: Prospek Cerah, Tapi Valuasi Bikin Dahi Berkerut
IPO Saham SUPA Akhirnya Resmi Meluncur, Bedah Lengkap Superbank: Prospek Cerah, Tapi Valuasi Bikin Dahi Berkerut

BLITAR - IPO saham SUPA resmi diumumkan setelah lama dinantikan pelaku pasar modal. Superbank, bank digital yang berada dalam ekosistem MT Group, bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia dengan menawarkan peluang pertumbuhan besar, namun juga menyimpan sejumlah catatan penting yang wajib dicermati investor.

IPO saham SUPA menjadi perhatian karena membawa narasi turn around play sekaligus growth stock. Setelah bertahun-tahun mencatatkan kerugian, Superbank akhirnya membukukan laba pada 2025. Momentum ini dimanfaatkan perseroan untuk menghimpun dana segar demi mempercepat ekspansi bisnis digital banking.

Dalam penawaran umum perdana ini, IPO saham SUPA menawarkan sebanyak 4,4 miliar lembar saham atau setara 13 persen free float kepada publik. Harga penawaran berada di kisaran Rp525 hingga Rp695 per saham, dengan potensi dana segar yang dihimpun mencapai Rp3,06 triliun.

Model Bisnis Bank Digital Superbank

Superbank merupakan bank digital yang beroperasi sepenuhnya secara online. Produk yang ditawarkan meliputi tabungan, deposito, pinjaman konsumer dan UMKM, hingga layanan pembayaran digital berbasis QRIS. Beberapa produk yang telah dikenal publik antara lain Saku by Superbank, Celengan by Superbank, hingga layanan pinjaman “Atur Sendiri”.

Keunggulan utama Superbank terletak pada akses ke ekosistem MT Group, yang mencakup Grab, OVO, dan layanan digital lainnya. Integrasi ini memberi keuntungan besar dalam hal akuisisi nasabah, karena Superbank dapat memanfaatkan basis pengguna yang sudah ada tanpa biaya pemasaran yang agresif.

Rencana Penggunaan Dana IPO Saham SUPA

Dari total dana IPO saham SUPA, sekitar 70 persen dialokasikan untuk penyaluran kredit sebagai modal kerja. Dana ini akan memperkuat likuiditas bank sehingga mampu mendorong pertumbuhan kredit dan pendapatan bunga dalam jangka menengah hingga panjang.

Sementara itu, 30 persen sisanya digunakan untuk belanja modal (capex) yang dilakukan bertahap selama lima tahun. Fokus capex diarahkan pada pengembangan digital banking, termasuk infrastruktur teknologi, artificial intelligence, data analytics, serta penguatan sistem keamanan siber.

Kinerja Keuangan Mulai Menanjak

Kinerja Superbank menunjukkan pertumbuhan signifikan. Total kredit meningkat dari Rp6,4 triliun pada kuartal IV 2024 menjadi Rp8,3 triliun pada kuartal II 2025, atau tumbuh hampir 30 persen. Pendapatan bunga bersih juga melonjak lebih dari dua kali lipat secara tahunan.

Meski demikian, struktur pendapatan Superbank masih sangat bergantung pada bunga kredit. Lebih dari 95 persen pendapatan berasal dari bunga bersih, sementara pendapatan nonbunga masih relatif kecil. Dari sisi profitabilitas, 2025 menjadi tahun awal Superbank mencetak laba setelah sebelumnya mencatatkan kerugian.

Rasio dan Risiko yang Perlu Dicermati

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) Superbank berada di level 2,7 persen, masih tergolong sehat untuk industri perbankan. Namun, fokus pada segmen retail dan UMKM membuat Superbank tetap rentan terhadap perlambatan ekonomi yang berpotensi meningkatkan NPL.

Selain itu, persaingan di sektor bank digital terbilang ketat. Superbank harus bersaing dengan Bank Jago, Bank Neo, SeaBank, hingga bank besar yang agresif di UMKM seperti BRI dan anak usahanya.

Valuasi Mahal Jadi Perdebatan

Isu utama IPO saham SUPA terletak pada valuasi. Dengan estimasi laba tahunan sekitar Rp71 miliar dan harga IPO di level atas, rasio price to earnings (PER) diperkirakan mencapai lebih dari 500 kali, sementara price to book value (PBV) berada di kisaran 2,8 kali.

Sebagian investor menilai valuasi ini terlalu mahal. Namun, pandangan lain menyebut valuasi tinggi wajar untuk perusahaan yang baru memasuki fase profitabilitas dengan potensi pertumbuhan agresif.

Underwriter Jadi Penentu Pergerakan Awal

IPO saham SUPA didukung oleh sejumlah penjamin emisi, di antaranya Mandiri Sekuritas, Trimegah Sekuritas, KZ Sekuritas, dan AZ Sekuritas. Rekam jejak underwriter kerap menjadi faktor penting bagi investor jangka pendek karena berpengaruh terhadap pergerakan harga di awal perdagangan.

Dengan kombinasi prospek cerah dan risiko yang tidak kecil, IPO saham SUPA menjadi ujian bagi investor dalam menimbang antara peluang pertumbuhan dan harga yang harus dibayar.

 

Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi
#IPO saham SUPA #Superbank #Bank Digital #saham SUPA