Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ribuan Truk Terjebak di Pelabuhan Merak Banten! Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Bikin Antrian Mengular Hingga Jalan Raya, ASDP Belum Bisa Pastikan

Rahma Nur Anisa • Jumat, 19 Desember 2025 | 17:15 WIB

 

Ribuan truk terjebak di Pelabuhan Merak akibat angin kencang dan gelombang tinggi.
Ribuan truk terjebak di Pelabuhan Merak akibat angin kencang dan gelombang tinggi.

BLITAR KAWENTAR - Pelabuhan Merak di Banten mengalami penumpukan ribuan truk ekspedisi dan kendaraan lainnya akibat cuaca buruk yang melanda perairan Selat Sunda pada Jumat sore, 19 Desember 2025. Angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi di sekitar pelabuhan membuat operasional penyeberangan kapal menuju Pulau Sumatera terhambat total.

Kondisi ini menyebabkan antrian panjang kendaraan tidak hanya memenuhi areal dermaga reguler dan dermaga eksekutif Pelabuhan Merak, tetapi juga meluber hingga ke luar area pelabuhan, tepatnya di sepanjang jalan raya Ciujung. Ribuan truk ekspedisi terlihat berjejer rapi menunggu giliran untuk naik ke kapal, namun kepastian waktu keberangkatan masih belum jelas.

Pihak ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) Pelabuhan Merak mengonfirmasi bahwa cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang tinggi masih berlangsung di perairan Selat Sunda. Hingga saat ini, ASDP belum bisa memastikan kapan antrian ribuan kendaraan tersebut bisa terurai karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat untuk pelayaran.

Baca Juga: Hobi Tanaman Hias Jadi 'Dopamin', Ita Rahayu Akui Butuh Kesabaran dan Kasih Sayang untuk Merawatnya

Antrian Memenuhi Seluruh Area Pelabuhan

Berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh areal pelabuhan mulai dari dermaga reguler, dermaga eksekutif, hingga kantung parkir dipenuhi oleh ribuan truk ekspedisi dan kendaraan lain yang hendak menyeberang ke Bakauheni, Lampung. Tidak hanya di dalam area pelabuhan, kemacetan juga terjadi di luar pelabuhan, tepatnya di sepanjang jalan raya Ciujung yang menjadi jalur akses utama menuju Pelabuhan Merak.

Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi para pengemudi truk dan kendaraan pribadi yang berencana menyeberang ke Pulau Sumatera. Banyak dari mereka yang terpaksa menunggu berjam-jam bahkan berhari-hari di dalam kendaraan tanpa kepastian kapan bisa berangkat.

Cuaca Buruk Hambat Operasional Penyeberangan

Angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan Selat Sunda menjadi penyebab utama terhambatnya operasional penyeberangan kapal di Pelabuhan Merak. Kondisi cuaca yang tidak bersahabat ini membuat pihak operator kapal tidak berani mengoperasikan kapal demi keselamatan penumpang dan kru.

Baca Juga: BREAKING NEWS Harga Emas Hari Ini Jumat 19 Desember 2025 Kompak Naik, Antam Tembus Rp2,48 Juta per Gram

Perairan Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera memang dikenal rawan terhadap cuaca ekstrem, terutama saat musim pancaroba atau cuaca buruk melanda. Gelombang tinggi yang mencapai beberapa meter tentu sangat berbahaya bagi kapal-kapal penyeberangan yang beroperasi di jalur tersebut.

Pihak ASDP Pelabuhan Merak terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan kapan kondisi perairan aman untuk dilalui kapal. Namun hingga sore hari ini, belum ada kepastian kapan operasional penyeberangan bisa kembali normal.

Polisi Imbau Pengguna Jalan Manfaatkan Rest Area

Melihat kondisi yang terjadi di Pelabuhan Merak, pihak kepolisian setempat mengeluarkan imbauan kepada seluruh pengguna jalan, khususnya yang akan menuju Pelabuhan Merak. Polisi meminta pengendara untuk memanfaatkan rest area yang tersedia di KM 43 dan KM 68 untuk berhenti sejenak sambil menunggu kondisi cuaca kembali normal.

Baca Juga: Polemik Dana Desa Dipangkas, PKDI Blitar Temui Bupati Rijanto Cari Solusi ?

"Menyampaikan himbauan kepada seluruh pengguna jalan khususnya yang mengarah ke Pelabuhan Merak. Dapat kami sampaikan bahwa saat ini kondisi cuaca di Pelabuhan Merak sedang kurang bersahabat sehingga mengakibatkan adanya perlambatan dalam hal penyeberangan kapal yang akan menuju ke Bakauheni," ujar petugas kepolisian dalam keterangannya.

Petugas menambahkan, "Kami sampaikan kepada seluruh pengguna jalan agar bisa memanfaatkan rest area yang ada di KM 43 dan 68 untuk berhenti sejenak sambil menunggu kondisi cuaca yang normal dan aman untuk bisa dilaksanakan penyeberangan."

Imbauan ini dikeluarkan untuk menghindari penumpukan kendaraan yang lebih parah di sekitar Pelabuhan Merak. Dengan memanfaatkan rest area, pengendara bisa beristirahat dengan lebih nyaman sambil menunggu informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan operasional penyeberangan.

Dampak bagi Pengguna Jasa Penyeberangan

Terhambatnya operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak tentu memberikan dampak signifikan bagi ribuan pengguna jasa, terutama sopir truk ekspedisi yang harus mengirim barang ke Pulau Sumatera. Keterlambatan pengiriman barang bisa berdampak pada kerugian ekonomi bagi perusahaan logistik dan konsumen yang menunggu barang.

Baca Juga: Cek PPAT Terverifikasi Aktif Kini Lebih Mudah Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku

Selain itu, penumpang kendaraan pribadi yang berencana mudik atau bepergian ke Sumatera juga harus bersabar menunggu kondisi cuaca membaik. Pihak ASDP dan kepolisian terus memberikan informasi terbaru kepada masyarakat terkait perkembangan situasi di Pelabuhan Merak.

Masyarakat yang berencana melakukan penyeberangan ke Pulau Sumatera diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca dan kondisi operasional pelabuhan melalui saluran resmi ASDP atau media sosial sebelum berangkat ke Pelabuhan Merak. (*)

Editor : Rahma Nur Anisa
#pelabuhan merak banten #ASDP Pelabuhan Merak #angin kencang #Antrian truk ekspedisi #Penyeberangan Merak Bakauheni