Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Awas! BMKG Deteksi 3 Bibit Siklon Tropis Mengancam Indonesia Hingga 22 Desember, Gelombang 4 Meter dan Hujan Ekstrem Bakal Terjadi di Wilayah Ini

Rahma Nur Anisa • Jumat, 19 Desember 2025 | 17:30 WIB

BMKG deteksi 3 bibit siklon tropis ancam Indonesia hingga 22 Desember.
BMKG deteksi 3 bibit siklon tropis ancam Indonesia hingga 22 Desember.

BLITAR KAWENTAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan serius terkait keberadaan tiga bibit siklon tropis yang saat ini mengancam wilayah Indonesia. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengonfirmasi bahwa Siklon Tropis Bakung, Bibit Siklon Tropis 93S, dan Bibit Siklon Tropis 95S masih aktif dan diprediksi memberikan dampak signifikan hingga 22 Desember 2025.

Dalam wawancara dengan Kompas TV, Guswanto menjelaskan bahwa BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center Jakarta yang berada di Kemayoran terus memantau perkembangan ketiga sistem cuaca ekstrem tersebut. Siklon Tropis Bakung yang tumbuh dari Bibit Siklon Tropis 91S sejak 12 Desember kini telah berada di Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung, namun masih memberikan dampak tidak langsung berupa hujan lebat dan angin kencang di wilayah Lampung, Jawa Barat, dan Banten.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 93S yang tumbuh sejak 11 Desember saat ini berada di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Timur. Yang lebih mengkhawatirkan, BMKG memprediksi bahwa Bibit Siklon Tropis 93S akan berevolusi menjadi siklon tropis penuh pada 20 Desember 2025 pukul 12.00 UTC. Pemberian nama untuk siklon ini akan dilakukan oleh Australia karena masuk dalam wilayah tanggung jawab Tropical Cyclone Center Australia.

Baca Juga: Minta Transparansi Penanganan Sejumlah Perkara Dugaan Korupsi, Kejari Blitar Digeruduk Massa Ampera

Tiga Bibit Siklon Tropis Pantau Ketat BMKG

Guswanto merinci bahwa Siklon Tropis Bakung saat ini telah menurun dari kategori 2 menjadi kategori 1, namun tetap memberikan pengaruh terhadap kondisi cuaca di Indonesia. Bibit Siklon Tropis 95S yang mulai terbentuk pada 15 Desember juga turut memberikan kontribusi terhadap cuaca buruk yang melanda berbagai wilayah di Tanah Air.

Ketiga sistem tekanan rendah ini menciptakan kondisi atmosfer yang sangat dinamis dan berpotensi menghasilkan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG terus melakukan monitoring ketat terhadap pergerakan dan intensitas dari ketiga bibit siklon tropis tersebut untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem

Berdasarkan monitoring BMKG, wilayah yang paling terdampak oleh keberadaan bibit siklon tropis ini meliputi pesisir barat Sumatera termasuk Lampung, Bengkulu, dan Sumatra Barat. Di wilayah selatan Jawa, daerah yang perlu waspada mencakup Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur bagian barat.

Baca Juga: Pemkot Blitar Minta OPD Perketat Pengawasan Pajak, Inspektorat: Awas Jangan Main-main

Guswanto juga mengungkapkan bahwa angin kencang telah terjadi di wilayah Jabodetabek pada 16 Desember lalu dengan kecepatan mencapai 30 knot pada ketinggian 925 milibar atau sekitar 2.500 kaki. Selain dampak dari bibit siklon tropis, beberapa provinsi di Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara juga sedang memasuki puncak musim hujan, sehingga kombinasi faktor ini meningkatkan potensi cuaca ekstrem.

Puncak Cuaca Buruk 16 hingga 22 Desember

BMKG memproyeksikan bahwa pengaruh signifikan dari ketiga bibit siklon tropis akan berlangsung dari 16 hingga 22 Desember 2025, dengan puncak gangguan cuaca terjadi pada periode 16 hingga 19 Desember. Masyarakat perlu mewaspadai berbagai dampak cuaca ekstrem yang dapat terjadi, termasuk hujan sedang hingga sangat lebat yang bersifat lokal ekstrem disertai kilat dan petir.

Kondisi ini berisiko menyebabkan banjir dan longsor di beberapa wilayah yang memiliki lereng. Angin kencang atau low level jet juga diprediksi meningkat, seperti yang telah terjadi di Jabodetabek yang mencapai 30 knot. Yang paling berbahaya adalah gelombang tinggi hingga 4 meter yang diprediksi terjadi di perairan selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Samudra Hindia Selatan, dan Laut Arafuru.

Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat di 7 Provinsi Indonesia Hari Ini, Eks Siklon Tropis Bakung Masih Mempengaruhi Cuaca

Tanda-Tanda Cuaca Ekstrem yang Perlu Diwaspadai

Guswanto menjelaskan beberapa tanda-tanda cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai masyarakat. Pertama adalah hujan intens, baik berupa hujan lebat mendadak maupun hujan berdurasi panjang yang berlangsung berulang dalam 1 hingga 3 hari. Kondisi ini dapat menimbulkan genangan dengan cepat dan kenaikan muka air sungai serta pantai.

Tanda kedua adalah hembusan angin kencang yang terlihat dari pohon dan papan reklame yang rawan tumbang, termasuk munculnya badai petir. Bagi yang tinggal di gedung lantai 4 ke atas, angin kencang dapat terdengar dari bunyi jendela yang bergetar. Di wilayah laut, peningkatan cepat tinggi gelombang, arus laut, dan swell perlu diwaspadai oleh para nelayan dan pelayaran.

Langkah Antisipasi yang Disarankan BMKG

BMKG memberikan sejumlah langkah antisipasi bagi masyarakat di daerah rawan. Pertama, lakukan pengecekan informasi resmi peringatan dini yang diupdate setiap 6 jam atau bahkan 10 menit sekali untuk peringatan cuaca ekstrem. Kedua, lakukan mitigasi dengan mengamankan atap rumah, membersihkan saluran air, dan memangkas pohon yang sudah tua atau terlalu rindang.

Baca Juga: Puluhan Kades di Kabupaten Blitar Mengadu ke Bupati Pertanyakan Kebijakan Efisiensi Anggaran

Ketiga, kenali titik kumpul, jalur evakuasi, dan lokasi aman dari bencana serta siapkan tas siaga berisi dokumen-dokumen penting. Keempat, hindari risiko dengan tidak berteduh di bawah pohon saat angin kencang, hindari tanah lapang saat petir, dan jauhi aktivitas di pesisir saat peringatan gelombang tinggi berlaku.

BMKG juga telah memberikan peringatan khusus untuk jalur pelayaran dan penerbangan dengan menyediakan informasi rute selatan dan cuaca signifikan untuk keselamatan transportasi. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca menjelang liburan Natal dan Tahun Baru 2025. (*)

Editor : Rahma Nur Anisa
#gelombang tinggi 4 meter #BMKG peringatan cuaca #cuaca buruk #Bibit Siklon Tropis 93S #Siklon Tropis Bakung