BLITAR KAWENTAR – Prediksi arus mudik yang meningkat dalam momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) membuat KAI Daop 7 Madiun harus ekstra waspada.
Maka dari itu, mereka melakukan pengawasan dan pemantauan jalur rawan dan perlintasan sebidang atau jalur perlintasan langsung (JPL).
Langkah itu untuk mencegah adanya kecelakaan yang tidak diinginkan saat momen Nataru.
Vice President KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, pada Senin (22/12) turun langsung melakukan pemantauan ke sejumlah titik rawan serta meninjau JPL ekstra.
Tidak hanya itu, dia juga melaksanakan pemantauan tilik lintas di jalur Stasiun Talun–Sumbergempol. Kegiatan tersebut melibatkan tim quality control operasi, quality control jalan dan jembatan, quality control sintelis Daop 7 Madiun, serta tim safety inspector.
“Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kelancaran perjalanan kereta api di wilayah Daop 7 Madiun selama periode libur akhir tahun,” ujarnya.
Tilik lintas dimulai dari Stasiun Talun dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi emplasemen, fasilitas pelayanan pelanggan, ruang PPKA, hingga perlintasan sebidang. Selanjutnya, rombongan melanjutkan pemeriksaan ke Stasiun Garum, Stasiun Rejotangan, dan berakhir di Stasiun Sumbergempol.
Dalam kesempatan tersebut, Ali Afandi juga memberikan arahan langsung kepada petugas yang berdinas.
Selain itu, dilakukan simulasi tunjuk sebut jalur sebagai upaya penguatan budaya keselamatan kerja di lingkungan KAI.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk memitigasi potensi gangguan operasional kereta api, khususnya saat lonjakan penumpang Nataru.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Seluruh petugas kami minta lebih waspada, peduli, serta aktif mengkomunikasikan potensi bahaya sekecil apa pun yang dapat mengganggu perjalanan kereta api,” tegasnya.
Ali Afandi juga mengingatkan agar pelayanan kepada pelanggan tetap menjadi perhatian utama selama masa angkutan Nataru. Keselamatan harus diutamakan di tengah meningkatnya mobilitas penumpang.
Meskipun begitu, petugas harus tetap menjaga kesehatan, meningkatkan kualitas layanan.
Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari menegaskan, rangkaian pemantauan dan tilik lintas tersebut merupakan langkah-langkah preventif untuk memperkuat kesiapan operasional demi mendukung kelancaran angkutan Nataru.
“KAI Daop 7 Madiun memastikan akan terus menjaga standar keselamatan tertinggi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pelanggan selama periode Nataru,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah