Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Saham DADA Bangkit dari ARB, Auto Rebound 20 Persen! Ini Analisis Money Flow Asing hingga Big Banks yang Bikin Pasar Bergejolak

Rendra Febrian Permana • Kamis, 8 Januari 2026 | 10:40 WIB
Saham DADA Bangkit dari ARB, Auto Rebound 20 Persen! Ini Analisis Money Flow Asing hingga Big Banks yang Bikin Pasar Bergejolak
Saham DADA Bangkit dari ARB, Auto Rebound 20 Persen! Ini Analisis Money Flow Asing hingga Big Banks yang Bikin Pasar Bergejolak

BLITAR - Pergerakan saham DADA kembali mencuri perhatian pelaku pasar setelah sempat lama terpuruk di level gocap. Pada perdagangan terbaru, saham ini bangkit tajam dari auto reject bawah (ARB) dan sempat menyentuh auto reject atas (ARA), sebelum akhirnya ditutup menguat 20 persen di level 60. Rebound mendadak ini terjadi di tengah dinamika money flow asing yang juga menggerakkan saham big banks dan emiten komoditas.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri ditutup menguat tipis 0,13 persen di kisaran 8.941, didorong oleh akumulasi investor asing. Di pasar reguler, asing mencatatkan net buy sekitar Rp29 miliar, sementara di seluruh pasar (all market) net buy mencapai Rp21 miliar. Kondisi ini menandakan sentimen pasar mulai membaik meski masih selektif.

Harga Komoditas Jadi Penggerak Pasar
Dari sisi global, harga komoditas menunjukkan pergerakan beragam. Nikel masih melanjutkan tren naik dengan kenaikan 1,13 persen ke level USD 18.638 per ton. Batu bara juga menguat 0,9 persen di kisaran USD 107 per ton. Sebaliknya, harga emas, perak, dan tembaga justru terkoreksi masing-masing 1,12 persen, 3,18 persen, dan 1,6 persen.

Kondisi ini berdampak langsung pada saham-saham tambang di Bursa Efek Indonesia. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melesat 11,5 persen ke Rp3.850 dan menjadi saham paling banyak diakumulasi asing dengan net buy mencapai Rp614 miliar. Kenaikan ini membuka peluang ANTM mencetak rekor all time high baru jika mampu menembus level Rp3.930.

Selain ANTM, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga melonjak 12,4 persen ke Rp6.325. Net buy asing di INCO hampir menyentuh Rp200 miliar, angka yang tergolong besar dan mengindikasikan potensi kelanjutan tren naik, seiring masih kuatnya harga nikel global.

Big Banks Mulai Bergerak Selektif
Di sektor perbankan, pergerakan big banks cenderung bervariasi. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik tipis 0,5 persen ke Rp3.700, dengan asing mencatatkan net buy dua hari beruntun. Kondisi ini memberi harapan bagi investor menjelang pembagian dividen final.

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi tipis 0,3 persen ke Rp8.150. Meski asing mencatatkan net sell kecil, akumulasi domestik dari BCA Sekuritas mencapai Rp222 miliar, yang diduga terkait aktivitas market maker atau buyback.

Berbeda dengan BBRI dan BBCA, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masih berada dalam tekanan pasca ex-dividen. BMRI turun 1,4 persen ke Rp4.810 dengan net sell asing mencapai Rp594 miliar. Investor kini mencermati area support di kisaran Rp4.700 hingga Rp4.500 sebagai zona konsolidasi potensial.

Saham DADA: Rebound Tajam tapi Masih Berisiko
Sorotan utama tetap tertuju pada saham DADA.

Setelah berbulan-bulan stagnan di level 50 sejak Oktober, saham ini tiba-tiba melonjak tajam. Isu lama terkait potensi akuisisi sempat membuat harga DADA melonjak sebelumnya, namun juga menjebak banyak investor ritel di harga tinggi.

Pada perdagangan terbaru, DADA sempat ARA di level 67, kemudian kembali ARB, sebelum akhirnya naik bertahap dan ditutup di 60. Data transaksi menunjukkan ritel masih mendominasi pembelian, sementara sebagian investor lain justru melepas saham di area atas. Kondisi ini membuat pergerakan DADA masih tergolong spekulatif dan rawan volatilitas tinggi.

Bagi trader aktif, pergerakan cepat DADA membuka peluang cuan jangka pendek. Namun bagi investor jangka menengah, kehati-hatian tetap diperlukan mengingat belum terlihat akumulasi asing yang solid.

Rekap Saham Favorit Asing
Selain ANTM dan INCO, saham lain yang tercatat banyak diakumulasi asing antara lain ADRO, TINS, ASII, hingga beberapa saham sektor oil and gas. Pola ini menunjukkan bahwa investor asing masih fokus pada saham berbasis komoditas dan emiten berfundamental besar.

Dengan kombinasi sentimen global, pergerakan komoditas, serta money flow asing, pasar saham domestik diperkirakan masih akan bergerak dinamis. Investor disarankan tetap disiplin, memahami risiko, dan tidak terpancing euforia jangka pendek, terutama pada saham-saham yang bergerak ekstrem seperti saham DADA.(*)

Editor : Rendra Febrian Permana
#saham DADA #saham big bank #ihsg hari ini #saham nikel #money flow asing