Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

IHSG Ambruk Lebih dari 2 Persen Lalu Rebound Tajam, Ini Analisis Lengkap Maybank Sekuritas soal Skenario Bullish hingga Rekomendasi Saham Hari Ini

Rendra Febrian Permana • Selasa, 13 Januari 2026 | 20:00 WIB
IHSG Ambruk Lebih dari 2 Persen Lalu Rebound Tajam, Ini Analisis Lengkap Maybank Sekuritas soal Skenario Bullish hingga Rekomendasi Saham Hari Ini
IHSG Ambruk Lebih dari 2 Persen Lalu Rebound Tajam, Ini Analisis Lengkap Maybank Sekuritas soal Skenario Bullish hingga Rekomendasi Saham Hari Ini

BLITAR - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyita perhatian pelaku pasar. IHSG ambruk lebih dari 2 persen pada perdagangan sesi kedua, sebelum akhirnya berhasil rebound dan ditutup melemah terbatas. Fenomena IHSG ambruk ini memicu pertanyaan besar di kalangan investor: apakah ini sinyal pembalikan arah atau sekadar koreksi sehat di tengah tren naik?

Berdasarkan paparan Tiger Insight Live Maybank Sekuritas, IHSG sempat tertekan hingga mendekati level 8.700 sebelum bangkit dan ditutup di posisi 8.884,71. Secara harian, IHSG melemah 52,03 poin atau 0,58 persen. Meski demikian, nilai transaksi tergolong jumbo mencapai Rp39,9 triliun dengan volume 71,8 miliar saham, mencerminkan aktivitas pasar yang sangat tinggi saat IHSG ambruk.

Sentimen Global dan Tekanan Rupiah Jadi Pemicu

Analis Maybank Sekuritas menjelaskan, tekanan jual yang menyebabkan IHSG ambruk tidak lepas dari kombinasi sentimen global dan domestik. Nilai tukar rupiah tercatat melemah selama tujuh hari beruntun hingga menyentuh level 16.855 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap proyeksi defisit APBN 2026 yang diperkirakan menembus 3 persen dari PDB.

Di sisi global, meningkatnya sentimen risk-off juga turut membebani pasar. Ketegangan geopolitik serta dinamika kebijakan Amerika Serikat mendorong investor bersikap lebih berhati-hati, memicu aksi ambil untung pada saham-saham yang sebelumnya reli agresif. Kondisi ini membuat IHSG ambruk secara intraday sebelum akhirnya menemukan titik keseimbangan.

Asing Masih Net Buy, Jadi Penopang IHSG

Menariknya, di tengah IHSG ambruk, investor asing justru masih mencatatkan net buy tipis sebesar Rp107,2 miliar. Sepanjang Januari 2026, aliran dana asing tercatat positif sekitar Rp3,2 triliun. Hal ini menjadi sinyal bahwa secara struktural, minat investor global terhadap pasar saham Indonesia masih terjaga.

Secara historis, kinerja IHSG di bulan Januari juga cenderung positif. Dalam 10 tahun terakhir, rata-rata IHSG mencatatkan kenaikan 0,24 persen. Hingga pertengahan Januari 2026, IHSG masih menguat sekitar 2,75 persen secara year to date, meski volatilitas meningkat tajam.

Skenario Bullish dan Bearish IHSG

Dari sisi teknikal, Chartist Maybank Sekuritas, Satriawan, memaparkan dua skenario utama. Pada skenario bullish, IHSG masih berada dalam tren naik (uptrend). Koreksi yang terjadi dinilai sebagai pembentukan higher low dengan area support kuat di kisaran 8.770. Jika bertahan, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju target 9.096 hingga area agresif di 9.448.

Namun, pada skenario bearish, kegagalan IHSG menembus resistance psikologis 9.003 menjadi sinyal kewaspadaan. Jika tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji support di 8.527. Bahkan, jika skenario wave besar terbentuk, koreksi lebih dalam menuju area 7.900–7.600 bisa saja terjadi.

Volatilitas Saham Konglomerasi Jadi Sorotan

Maybank Sekuritas menyoroti bahwa lonjakan dan kejatuhan cepat IHSG banyak dipengaruhi oleh saham-saham konglomerasi dan komoditas seperti BUMI, DEWA, dan BRMS. Saham-saham ini menyumbang nilai transaksi besar, namun juga memiliki volatilitas tinggi. Investor diimbau lebih selektif dan tidak semata-mata mengejar saham yang sudah naik terlalu agresif.

Sebaliknya, sektor komoditas berbasis fundamental seperti emas, aluminium, dan nikel dinilai masih menarik seiring tren harga global yang menguat. Saham-saham seperti ANTM, INCO, TINS, ADRO, dan ADMR disebut berpotensi mendapat aliran dana lanjutan.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Untuk perdagangan hari ini, Maybank Sekuritas merekomendasikan tiga saham secara teknikal. Pertama, TLKM yang dinilai sedang membentuk konsolidasi sehat dengan potensi melanjutkan kenaikan. Kedua, LPPF yang perlu menembus resistance kunci untuk mengonfirmasi tren naik. Ketiga, TINS yang masih bergerak dalam kanal naik jangka pendek.

Analis mengingatkan, meski IHSG ambruk sempat menimbulkan kepanikan, rebound cepat menunjukkan pasar masih memiliki daya serap kuat. Investor disarankan tetap disiplin, mengelola risiko, dan memanfaatkan volatilitas sebagai peluang, bukan ancaman.(*)

Editor : Rendra Febrian Permana
#IHSG ambruk #rekomendasi saham #Maybank Sekuritas #pasar saham indoensai #analisis ihsg