BLITAR – Kabar mengenai rapel gaji pensiunan ASN kembali viral di media sosial dan YouTube dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah konten menyebut rapel kenaikan gaji pensiunan cair serentak dengan nominal besar, bahkan diklaim mencapai puluhan juta rupiah untuk semua pensiunan. Isu tersebut memicu antusiasme sekaligus kebingungan di kalangan pensiunan ASN, TNI, dan Polri yang menanti kepastian pencairan.
Dalam narasi yang beredar, rapel gaji pensiunan ASN disebut sudah bisa diambil tanpa syarat rumit dan berlaku sama untuk seluruh golongan. Namun, klaim tersebut tidak sepenuhnya tepat. Pemerintah dan PT Taspen menegaskan bahwa pencairan rapel memang resmi dilakukan, tetapi mekanisme dan besarannya berbeda untuk setiap penerima.
Penjelasan Resmi soal Rapel Gaji Pensiunan ASN
PT Taspen memastikan pencairan rapel gaji pensiunan ASN merupakan keputusan final pemerintah, bukan sekadar rumor. Rapel ini merupakan selisih kenaikan gaji pensiun yang sebelumnya tertunda dan kini dibayarkan kepada pensiunan ASN, TNI, Polri, termasuk janda, duda, serta ahli waris yang sah.
Pencairan dilakukan secara otomatis melalui transfer ke rekening masing-masing pensiunan. Penerima tidak perlu datang ke kantor Taspen atau bank, cukup memantau mutasi rekening atau notifikasi mobile banking. Jika dana masuk dengan kode transaksi Taspen, itu menandakan rapel telah dibayarkan.
Nominal Rapel Tidak Sama untuk Semua
Taspen menegaskan bahwa besaran rapel gaji pensiunan ASN tidak disamaratakan. Nilai yang diterima bergantung pada beberapa faktor utama. Pertama, gaji pokok terakhir sebelum kenaikan. Semakin tinggi gaji pokok, semakin besar selisih yang diterima. Kedua, golongan dan pangkat terakhir saat pensiun. Ketiga, lamanya keterlambatan pembayaran rapel. Keempat, tunjangan yang melekat seperti tunjangan keluarga atau pangan.
Sebagai gambaran, jika selisih kenaikan gaji mencapai Rp1 juta per bulan dan tertunda selama 12 bulan, maka rapel yang diterima sekitar Rp12 juta, di luar penyesuaian tunjangan lainnya. Karena itu, perbedaan nominal antar pensiunan adalah hal wajar.
Pentingnya Otentikasi dan Keamanan
Taspen juga mengingatkan pentingnya otentikasi rutin, seperti pemindaian wajah melalui aplikasi resmi. Jika otentikasi belum dilakukan, sistem dapat menahan pencairan sementara. Bagi pensiunan lansia atau sakit, keluarga dapat membantu atau mengurus melalui bank mitra.
Selain itu, pensiunan diminta waspada terhadap penipuan. Taspen dan bank tidak pernah meminta PIN, password, atau kode OTP melalui telepon maupun pesan singkat.
Kesimpulan
Dengan demikian, rapel gaji pensiunan ASN memang resmi dicairkan, namun dengan skema terukur dan nominal yang menyesuaikan hak masing-masing penerima. Pemerintah menegaskan pencairan ini sebagai bentuk tanggung jawab negara untuk menjaga kesejahteraan dan daya beli pensiunan, sekaligus memastikan hak mereka terpenuhi secara transparan dan aman.(*)
Editor : Rendra Febrian Permana