BLITAR – Isu kenaikan pensiun ASN kembali viral di media sosial usai beredarnya potongan pidato politik yang menyinggung penyesuaian gaji dan pensiun aparatur negara. Dalam video yang ramai dibagikan, disebutkan bahwa kenaikan penghasilan ASN, TNI, Polri, guru, hingga pensiunan dinilai sebagai kebutuhan periodik yang seharusnya dilakukan setiap tahun untuk mengimbangi inflasi dan menjaga kesejahteraan pelayan publik. Narasi tersebut memicu harapan di kalangan pensiunan, sekaligus memunculkan spekulasi soal pencairan rapelan pensiun.
Isu kenaikan pensiun ASN itu semakin meluas karena dikaitkan dengan janji politik dan agenda peningkatan kesejahteraan aparatur negara. Tidak sedikit masyarakat yang kemudian mempercayai kabar bahwa pemerintah akan segera menaikkan pensiun pokok, bahkan membayarkan rapelan dalam waktu dekat.
TASPEN Tegaskan Belum Ada Keputusan Kenaikan Pensiun ASN
Menanggapi isu kenaikan pensiun ASN yang viral tersebut, PT TASPEN (Persero) Kediri memberikan klarifikasi tegas. Melalui pernyataan resmi yang dirilis pada 17 November 2025, TASPEN menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan Pemerintah terkait penetapan, penyesuaian, maupun kenaikan pensiun pokok bagi pensiunan PNS, purnawirawan TNI dan Polri, serta penerima tunjangan negara lainnya.
TASPEN menyampaikan bahwa seluruh kebijakan mengenai pensiun merupakan kewenangan Pemerintah pusat. Apabila nantinya terdapat perubahan atau kenaikan, informasi tersebut akan diumumkan secara resmi melalui kanal pemerintah dan TASPEN.
Rapelan Pensiun Dipastikan Belum Ada
Selain soal kenaikan pensiun ASN, TASPEN juga meluruskan informasi mengenai pembayaran rapelan yang ramai dibicarakan. Pihak TASPEN memastikan belum ada instruksi resmi dari Pemerintah terkait pembayaran rapelan gaji pensiunan. Dengan demikian, kabar pencairan rapelan yang beredar di media sosial dan aplikasi percakapan dipastikan tidak benar.
TASPEN menjelaskan bahwa besaran rapel, apabila suatu saat ditetapkan, sangat bergantung pada golongan, masa kerja, serta regulasi yang berlaku. Artinya, tidak semua pensiunan akan menerima nominal maksimal sebagaimana kerap disebutkan dalam kabar viral.
Komitmen Layanan dan Imbauan Waspada Informasi
Dalam klarifikasinya, TASPEN juga menegaskan komitmen pelayanan berbasis prinsip 5T, yakni Tepat Administrasi, Tepat Orang, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, dan Tepat Tempat. Prinsip ini menjadi pedoman utama untuk memastikan layanan kepada peserta berjalan akurat dan bertanggung jawab.
TASPEN mengimbau para pensiunan dan keluarga agar lebih waspada terhadap informasi tidak resmi. Untuk memastikan kebenaran informasi terkait pensiun, masyarakat diminta mengakses kanal resmi seperti Call Center TASPEN 1500 919, media sosial resmi TASPEN, atau situs www.taspen.co.id. Hingga ada pengumuman resmi dari Pemerintah, isu kenaikan pensiun ASN masih sebatas wacana dan belum memiliki dasar kebijakan.
Editor : Axsha Zazhika