JAKARTA – Persija Jakarta kembali menjadi pusat perhatian di bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025-2026. Kali ini, Macan Kemayoran dikabarkan semakin dekat dengan satu nama besar dari Timnas Indonesia, Ivar Jenner. Gelandang muda berpengalaman Eropa itu disebut hampir resmi bergabung dan diproyeksikan menjadi poros baru lini tengah Persija Jakarta.
Isu transfer Ivar Jenner bukan sekadar rumor. Manajemen Persija mengakui telah menjalin komunikasi awal dengan agen sang pemain. Situasi ini membuka peluang besar terjadinya kesepakatan dalam waktu dekat. Kehadiran Jenner dinilai sejalan dengan kebutuhan Persija Jakarta yang ingin memperkuat kedalaman dan kualitas permainan di putaran kedua Super League.
Profil Ivar Jenner, Gelandang Modern Timnas Indonesia
Ivar Jenner saat ini berusia 22 tahun dan masih terikat kontrak dengan FC Utrecht hingga Juni 2026. Namun, laporan dari media Belanda menyebutkan bahwa sang pemain terbuka mencari klub baru demi mendapatkan menit bermain lebih konsisten. Pengalaman Jenner menimba ilmu di sepak bola Eropa membuatnya matang secara taktik meski usianya relatif muda.
Secara karakter, Jenner dikenal sebagai gelandang modern bertipe deep-lying playmaker. Dengan postur 186 cm, ia unggul dalam duel fisik, cerdas membaca permainan, dan tenang dalam distribusi bola. Kemampuannya mengatur tempo serta mengalirkan bola secara vertikal menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan Persija Jakarta.
Dalam skema 4-3-3 maupun 3-4-3, Jenner dapat berperan sebagai penghubung antarlini. Ia bukan hanya penjaga ritme, tetapi juga mampu memecah tekanan lawan melalui umpan progresif. Hal ini membuat lini tengah Persija lebih hidup, terutama saat menghadapi tim dengan pertahanan rendah.
Trio Gelandang Ideal Persija Jakarta
Jika transfer Ivar Jenner benar-benar terealisasi, Mauricio Souza berpeluang membentuk trio gelandang solid bersama Van Basti Sousa dan Fabio Calonego. Van Basti Sousa tampil konsisten di putaran pertama dengan catatan 1.387 menit bermain dari 16 laga dan menyumbang satu gol. Perannya vital sebagai penyeimbang permainan.
Sementara Fabio Calonego dikenal sebagai gelandang pekerja keras yang piawai memutus serangan lawan. Dengan 1.321 menit bermain dari 15 pertandingan, kontribusinya menjaga stabilitas Persija tak bisa dipandang sebelah mata. Kehadiran Jenner melengkapi trio ini dengan karakter penghubung antara fase bertahan dan menyerang.
Kombinasi tersebut memungkinkan Persija melakukan pressing sejak lini tengah. Transisi negatif bisa ditekan, sementara kontrol permainan menjadi lebih dominan. Intensitas dan agresivitas permainan Macan Kemayoran pun berpotensi meningkat signifikan.
Krisis Pemain dan Harapan Baru Persija
Di sisi lain, Persija Jakarta tengah menghadapi situasi sulit jelang putaran kedua. Lima pemain harus absen akibat cedera dan sanksi. Hanif Syahbandi dipastikan menepi hingga enam bulan akibat cedera tulang rawan lutut. Van Basti Sousa juga mengalami robekan ligamen bahu dan harus menjalani rehabilitasi.
Selain itu, sanksi Komdis PSSI membuat Mauricio Souza kehilangan beberapa opsi penting, termasuk Bruno Tubarau, Fabio Calonego, dan Rio Matsumura. Kondisi ini membuat lini tengah Persija cukup pincang.
Namun, di tengah badai tersebut, potensi kedatangan Ivar Jenner menjadi harapan baru. Jika benar bergabung, Persija Jakarta tidak sekadar menambah pemain, tetapi membangun fondasi permainan yang lebih matang dan kompetitif.
Dengan lini tengah yang solid, agresif, dan cerdas secara taktik, ambisi juara Persija Jakarta di Super League 2025-2026 tak lagi sekadar wacana, melainkan target yang realistis.
Editor : Novica Satya Nadianti