JAKARTA – Persija Jakarta akan mengawali langkahnya di putaran kedua BRI Super League 2025-2026 dengan tantangan berat. Macan Kemayoran dijadwalkan menghadapi Madura United pada Jumat malam ini, dalam laga yang berpotensi menjadi panggung debut bagi dua rekrutan anyar Persija Jakarta: Fajar Faturahman dan Alaedin Ajarai.
Laga ini menjadi ujian pertama bagi pelatih Mauricio Souza dalam meramu kekuatan Persija Jakarta di paruh kedua musim. Dengan kondisi skuad yang belum sepenuhnya ideal akibat sanksi dan absennya sejumlah pemain, Mauricio Souza dituntut menghadirkan solusi taktis yang efektif sejak laga pembuka.
Debut Fajar Faturahman di Sisi Kanan
Salah satu sorotan utama laga Persija Jakarta vs Madura United adalah potensi debut Fajar Faturahman. Bek sayap kanan yang direkrut dari Borneo FC tersebut menjadi rekrutan pertama Persija di putaran kedua Super League musim ini. Situasi ini membuka peluang besar bagi Fajar untuk langsung turun sejak menit awal.
Absennya Bruno Tubarao akibat sanksi larangan bermain dua pertandingan membuat sektor wingback kanan Persija kehilangan opsi utama. Dalam kondisi tersebut, Fajar Faturahman dinilai sebagai pilihan paling realistis dan siap pakai. Adaptasinya dengan atmosfer kompetisi domestik dinilai cukup cepat, mengingat ia sudah memiliki pengalaman panjang di Liga Indonesia.
Secara karakter permainan, Fajar dikenal sebagai pemain dengan mobilitas tinggi dan agresif dalam membantu serangan. Kecepatan serta kemampuannya menjaga kedalaman di sisi kanan bisa menjadi senjata Persija Jakarta untuk meredam agresivitas Madura United yang dikenal kuat dalam transisi.
Alaedin Ajarai, Mesin Gol Baru Persija Jakarta
Nama kedua yang berpotensi menjalani debut adalah Alaedin Ajarai. Striker berpaspor Maroko ini memang baru pertama kali mencicipi atmosfer BRI Super League. Namun rekam jejaknya di kompetisi Asia membuat ekspektasi publik terhadapnya cukup tinggi.
Alaedin Ajarai memiliki catatan impresif saat bermain di Liga India. Bersama NorthEast United FC, striker berusia 34 tahun ini sukses keluar sebagai top skor dengan torehan 23 gol. Catatan tersebut menjadi alasan utama Persija Jakarta merekrutnya untuk menambah daya gedor di lini depan.
Dibandingkan dengan penyerang Persija lainnya seperti Gustavo Almeida dan Eksel Runtukahu, Alaedin Ajarai dinilai berada dalam kondisi paling siap. Faktor pengalaman, ketajaman di kotak penalti, serta kematangan membaca peluang membuat peluangnya tampil sejak menit awal terbuka lebar.
Jika diturunkan sebagai starter, Alaedin Ajarai diharapkan mampu menjadi target man sekaligus pemantul bola bagi pemain sayap Persija. Perannya akan krusial dalam skema serangan cepat maupun situasi bola mati.
Taktik Mauricio Souza Jadi Kunci
Pertandingan melawan Madura United bukan hanya soal debut pemain baru, tetapi juga menjadi ajang pembuktian kecerdikan taktik Mauricio Souza. Pelatih asal Brasil tersebut diprediksi akan menerapkan pendekatan fleksibel, menyesuaikan kondisi skuad yang belum sepenuhnya lengkap.
Dengan potensi kombinasi pemain lama dan wajah baru, Persija Jakarta berpeluang tampil dengan intensitas tinggi sejak awal laga. Mauricio Souza dituntut memaksimalkan momentum laga kandang untuk mengamankan poin penuh sebagai modal awal perburuan gelar di putaran kedua.
Madura United sendiri bukan lawan mudah. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab dikenal solid dan disiplin. Oleh karena itu, efektivitas transisi, disiplin bertahan, dan ketajaman lini depan akan menjadi faktor penentu.
Bagi Persija Jakarta, kemenangan di laga pembuka putaran kedua akan menjadi sinyal kuat bahwa Macan Kemayoran siap bangkit dan bersaing di papan atas Super League 2025-2026. Debut Fajar Faturahman dan Alaedin Ajarai pun berpotensi menjadi cerita pembuka yang menentukan arah perjalanan Persija di paruh musim ini.
Editor : Novica Satya Nadianti