JAKARTA – Pergerakan klub-klub peserta transfer BRI Super League 2025-2026 semakin terasa memasuki putaran kedua kompetisi. Sejumlah nama pemain lokal naturalisasi hingga legiun asing mulai dirumorkan bahkan resmi berganti kostum. Aktivitas ini menunjukkan keseriusan tim-tim Liga Indonesia untuk memperbaiki performa sekaligus mengamankan target masing-masing, baik di papan atas maupun zona degradasi.
Nama pertama yang mencuri perhatian dalam bursa transfer BRI Super League 2025-2026 adalah Cirus Margono. Penjaga gawang naturalisasi timnas Indonesia kelahiran 9 November 2001 itu kini berstatus tanpa klub. Dengan postur ideal setinggi 191 sentimeter, Cirus dirumorkan akan merapat ke Persib Bandung. Nilai pasar kiper berusia 24 tahun tersebut saat ini berada di angka Rp3,48 miliar, menjadikannya opsi menarik bagi klub yang membutuhkan kedalaman di posisi penjaga gawang.
Selain Cirus, Persib Bandung juga dikaitkan dengan bek kiri asal Prancis, Livin Kursawa. Pemain berusia 33 tahun itu memiliki pengalaman Eropa dan berstatus bebas transfer. Tinggi badan 182 sentimeter membuat Kursawa dinilai cocok dengan kebutuhan Maung Bandung yang tengah mencari keseimbangan di sisi kiri pertahanan. Nilai pasar Kursawa tercatat sekitar Rp4,04 miliar.
Persija Jakarta Incar Bek Brasil
Di sisi lain, Persija Jakarta tak mau kalah agresif di transfer BRI Super League 2025-2026. Macan Kemayoran dirumorkan membidik Paulo Ricardo, bek tengah asal Brasil berusia 31 tahun. Paulo Ricardo memiliki tinggi badan 187 sentimeter dan terakhir berstatus tanpa klub. Dengan nilai pasar mencapai Rp5,21 miliar, kehadirannya diyakini bisa memperkokoh lini belakang Persija yang kerap bermasalah di putaran pertama.
Namun, Persija juga harus merelakan salah satu pemain asingnya. Gustavo Franca, gelandang serang asal Brasil kelahiran 24 April 1998, resmi meninggalkan Jakarta. Pemain bernilai pasar Rp4,78 miliar itu kini berseragam Arema FC pada putaran kedua musim ini. Transfer ini menjadi salah satu langkah besar Singo Edan untuk menambah kreativitas dan daya gedor dari lini kedua.
Persis Solo Aktif Datangkan Pemain Serbia
Persis Solo menjadi salah satu klub paling aktif dalam transfer BRI Super League 2025-2026. Laskar Sambernyawa mendatangkan dua pemain asal Serbia sekaligus. Yang pertama adalah Dusan Misik, bek kanan berusia 32 tahun dengan tinggi 185 sentimeter. Musim lalu, Misik memperkuat FC Kyzylkum dan kini resmi bergabung dengan Persis dengan nilai pasar Rp3,48 miliar.
Tak berhenti di situ, Persis juga merekrut penjaga gawang Fukasin Franes. Kiper berusia 28 tahun tersebut memiliki tinggi badan 190 sentimeter dan didatangkan dari FK Fribo. Dengan nilai pasar Rp1,74 miliar, Franes diproyeksikan menambah persaingan sehat di sektor penjaga gawang Persis Solo.
Selain itu, nama Miroslav Marisik turut meramaikan bursa. Gelandang tengah asal Serbia berusia 27 tahun itu dirumorkan akan bergabung dengan Persis Solo. Marisik saat ini berstatus tanpa klub dengan nilai pasar sekitar Rp3,48 miliar, menjadikannya opsi ekonomis namun potensial.
Bhayangkara FC dan Semen Padang Bergerak
Bhayangkara FC juga ikut meramaikan transfer BRI Super League 2025-2026 dengan mendatangkan winger asal Mali, Moussa Sidibe. Pemain berusia 31 tahun itu sebelumnya memperkuat Johor Darul Ta’zim. Dengan kecepatan dan kelincahan di sisi kanan, Moussa diharapkan mampu menambah variasi serangan The Guardian. Nilai pasarnya saat ini menyentuh Rp4,78 miliar.
Baca Juga: Asal-usul Nama Blitar Terungkap, Kisah Nila Swarna dan Mundurnya Pasukan Tartar di Era Majapahit
Sementara itu, Semen Padang FC resmi mengamankan jasa striker Spanyol Guillermo Fernandez. Penyerang berusia 32 tahun tersebut berstatus bebas transfer dan memiliki nilai pasar Rp5,21 miliar. Kehadiran Fernandez diharapkan mampu meningkatkan produktivitas gol Kabau Sirah di paruh kedua musim.
Di luar Liga Indonesia, striker Brasil Diego Mauricio juga menjadi sorotan. Eks Persebaya Surabaya itu dirumorkan akan melanjutkan karier ke Liga India. Dengan nilai pasar Rp3,91 miliar, kepergian Diego menandai berkurangnya kuota penyerang asing berpengalaman di BRI Super League.
Dengan masih terbukanya jendela transfer BRI Super League 2025-2026, potensi kejutan masih sangat mungkin terjadi. Pergerakan klub-klub ini akan sangat menentukan peta persaingan di putaran kedua musim yang kian krusial.
Editor : Novica Satya Nadianti