Rumor transfer Persib Bandung mencuat setelah sejumlah analis dan akun pemerhati bursa transfer Eropa mengaitkan nama Persib dengan pemain-pemain berpengalaman yang kini berstatus bebas transfer. Situasi ini membuat publik bertanya-tanya, apakah Persib benar-benar sedang bersiap melakukan revolusi skuad di paruh musim.
Isu paling panas datang dari bek kiri asal Prancis, Layvin Kurzawa. Mantan pemain Paris Saint-Germain itu dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan dengan Persib Bandung. Kontrak berdurasi enam bulan dengan opsi perpanjangan disebut sudah disepakati, tinggal menunggu tes medis dan verifikasi dokumen resmi.
Andrew Jung: Kurzawa Masih Tahap Rumor Terkendali
Analis sepak bola Eropa, Andrew Jung, ikut buka suara terkait kabar tersebut. Ia menilai rumor Kurzawa ke Persib masih berada di zona spekulatif, meski secara status pemain memang memungkinkan untuk direkrut.
“Kurzawa memang free agent, tapi market value dan ekspektasi gajinya masih sangat tinggi untuk standar Liga 1,” ujar Jung dalam analisisnya. Ia juga menekankan bahwa hingga kini belum ada tanda tangan kontrak resmi yang bisa dijadikan pegangan publik.
Menurut Jung, manajemen Persib harus berhitung matang agar kehadiran pemain bintang tidak mengganggu keharmonisan ruang ganti, terutama soal kesenjangan gaji dengan pemain lain.
Terence Kongolo Jadi Solusi Lini Belakang
Selain Kurzawa, nama Terence Kongolo juga ramai diperbincangkan dalam pusaran transfer Persib Bandung. Bek kiri sekaligus bek tengah asal Belanda itu baru saja berstatus free agent usai berpisah dengan NAC Breda pada 18 Januari 2026.
Kongolo dikenal sebagai pemain serba bisa dengan pengalaman di Premier League bersama Huddersfield Town dan Fulham, serta pernah memperkuat AS Monaco. Ia juga tercatat sebagai bagian dari skuad timnas Belanda yang finis ketiga di Piala Dunia 2014.
Baca Juga: Asal-usul Nama Blitar Terungkap, Kisah Nila Swarna dan Mundurnya Pasukan Tartar di Era Majapahit
Kebutuhan Persib terhadap bek berkaki kiri disebut menjadi alasan kuat mengapa Kongolo masuk radar. Jika Federico Barba benar-benar hengkang, Kongolo dianggap sebagai pengganti ideal yang sesuai dengan filosofi permainan Bojan Hodak.
Mantan AC Milan Samu Castillejo Ikut Dikaitkan
Tak berhenti di lini belakang, sektor sayap Persib juga dikabarkan akan diperkuat. Nama Samu Castillejo, mantan pemain AC Milan dan Villarreal, disebut-sebut tengah dipertimbangkan untuk merapat ke Bandung.
Castillejo saat ini berstatus bebas transfer setelah masa peminjamannya berakhir. Dengan pengalaman La Liga dan Serie A, pemain berusia 31 tahun itu dinilai mampu menambah kreativitas serangan Persib, khususnya untuk membongkar pertahanan lawan yang kerap bermain bertahan.
Di media sosial, tagar terkait Castillejo mulai bermunculan. Sebagian bobotoh optimistis transfer ini akan menaikkan level Liga 1, sementara kubu skeptis menyoroti adaptasi fisik dan cuaca Indonesia.
Sanksi Komdis PSSI Tambah Panas Rivalitas
Di tengah hiruk-pikuk transfer Persib Bandung, tensi rivalitas dengan Persija Jakarta ikut meningkat. Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada dua pemain asing Persija, Van Basti dan Bruno Tubarao, usai laga panas kedua tim.
Van Basti harus menjalani larangan bermain dua laga, sementara Bruno Tubarao absen satu pertandingan. Hukuman ini dinilai menjadi kerugian besar bagi Persija, terutama dari sisi kekuatan pertahanan.
Baca Juga: Reforma Agraria untuk Masyarakat Miskin, Nusron Wahid dan Muhaimin Bahas Skema Redistribusi Tanah
Situasi tersebut memicu gelombang sindiran dari pendukung Persib di media sosial. Perang komentar tak terhindarkan, menjadikan dunia maya sebagai arena duel lanjutan setelah laga di lapangan.
Menunggu Kejutan Resmi dari Persib
Hingga berita ini diturunkan, manajemen Persib Bandung belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait seluruh rumor tersebut. Namun, reputasi Persib sebagai klub dengan pergerakan senyap membuat publik percaya bahwa kejutan bisa datang kapan saja.
Jika sebagian rumor transfer Persib Bandung benar-benar terealisasi, Maung Bandung dipastikan kembali menegaskan statusnya sebagai barometer profesionalisme dan ambisi besar di sepak bola Indonesia.
Editor : Dyah Wulandari