Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Arema FC Bergejolak: Kursi Pelatih Memanas, Gustavo Franca Lebih Pilih Singo Edan, Yan Mota Terancam Dilepas

Dyah Wulandari • Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:30 WIB

Arema FC memanas jelang putaran kedua. Kursi pelatih dievaluasi, Gustavo Franca condong ke Singo Edan, Yan Mota terancam dilepas.
Arema FC memanas jelang putaran kedua. Kursi pelatih dievaluasi, Gustavo Franca condong ke Singo Edan, Yan Mota terancam dilepas.

JAKARTA - Arema FC kembali berada dalam sorotan tajam publik sepak bola nasional. Memasuki paruh musim Super League 2025–2026, manajemen Singo Edan memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah target awal tim dinilai meleset jauh dari harapan. Situasi ini membuat kursi pelatih Arema FC ikut memanas dan tak lagi berada di zona aman.

Tekanan internal di tubuh Arema FC kian terasa seiring posisi tim yang belum kunjung membaik di klasemen sementara. Dari target menembus lima besar, Arema FC justru harus puas bertengger di peringkat ke-10. Kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi manajemen untuk segera mengambil langkah korektif.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan tidak bersifat parsial. Seluruh elemen tim, termasuk jajaran pelatih, masuk dalam radar penilaian manajemen.

“Evaluasi termasuk pelatih, tidak terkecuali. Tim pelatih juga dievaluasi,” ujar Yusrinal.

Baca Juga: Pilkada Lewat DPR Hanya Isu, Bawaslu Kota Blitar: Kami Belum Ada Instruksi atau SE Resmi

Evaluasi Pelatih Jadi Sorotan Utama

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa hasil di lapangan akan menjadi tolok ukur utama bagi keberlanjutan peran tim pelatih Arema FC. Manajemen menuntut fokus penuh dan tanggung jawab tinggi demi mengangkat performa tim di putaran kedua.

Menurut Yusrinal, evaluasi ini merupakan konsekuensi logis dari capaian tim yang tidak sesuai rencana awal. Bahkan, proses penilaian disebut sudah berjalan sejak November 2025, dengan berbagai aspek yang dikaji secara mendalam.

Baca Juga: Masih Duduk Dibangku Sekolah, Atlet Silat Perempuan Muda Blitar Ini Sukses Tampil di Ajang Porprov

Mulai dari konsistensi permainan, efektivitas strategi, hingga kemampuan tim pelatih dalam mengelola tekanan kompetisi menjadi bahan evaluasi. Hasil dari proses tersebut dipastikan akan mulai terlihat pada putaran kedua Super League 2025–2026.

Putaran kedua pun diproyeksikan menjadi panggung pembuktian bagi pemain maupun tim pelatih Arema FC untuk menjawab kepercayaan manajemen sekaligus menjaga peluang bersaing di papan atas.

Bursa Transfer: Gustavo Franca Condong ke Arema FC

Di tengah evaluasi internal, Arema FC juga ramai dikaitkan dengan pergerakan panas di bursa transfer. Nama Gustavo Franca mendadak mencuat sebagai komoditas panas paruh musim. Gelandang asal Brasil itu disebut berada di persimpangan penting dalam kariernya di Indonesia.

Baca Juga: KAI Mulai Buka Pemesanan Tiket KA Mudik Lebaran 2026, Catat Jadwalnya Berikut Ini

Masa depan Gustavo Franca di Persija Jakarta kian tak pasti. Dua klub disebut serius memantau situasinya, yakni Arema FC dan PSS Sleman. PSS Sleman menawarkan jaminan menit bermain reguler, sementara Arema FC menggoda dengan level kompetisi Super League.

Bagi Arema FC, kehadiran Franca dinilai sesuai dengan kebutuhan lini tengah untuk menambah kreativitas dan dinamika serangan. Faktor ini membuat Singo Edan disebut lebih unggul dalam perburuan tanda tangan pemain 27 tahun tersebut.

Secara statistik, Gustavo Franca telah tampil dalam 13 pertandingan bersama Persija Jakarta dengan total 567 menit bermain. Ia mencatatkan satu gol dan dua assist. Meski performanya belum sepenuhnya konsisten, nilai pasar sang pemain justru melonjak hingga Rp4,78 miliar, membuat banyak klub tergiur.

Baca Juga: Cek Lokasi Tanah dari Nomor Sertifikat Lewat Sentuh Tanahku, Bisa Langsung Muncul di Google Maps

Yan Mota Terpinggirkan, Arema FC Cari Bek Baru

Selain sektor tengah, lini belakang Arema FC juga diprediksi mengalami perombakan. Bek asal Brasil, Yan Mota, perlahan menghilang dari radar utama tim. Ia tercatat tidak masuk skuad dalam tiga pertandingan terakhir, memunculkan spekulasi soal masa depannya.

Sepanjang musim berjalan, Yan Mota baru mencatatkan enam penampilan. Angka tersebut dinilai jauh dari ekspektasi untuk pemain asing yang diplot sebagai tembok pertahanan. Penampilan terakhirnya terjadi pada akhir November 2025 saat Arema FC menghadapi Malut United.

Baca Juga: Arema FC Lepas Brandon Shuneman di Bursa Transfer Paruh Musim, Manajemen Tegaskan Demi Masa Depan dan Jam Terbang Pemain Muda

Catatan disiplin turut menjadi sorotan setelah Yan Mota sempat mengoleksi kartu merah saat melawan PSIM Yogyakarta. Situasi ini memperkuat sinyal bahwa Arema FC siap melakukan perubahan besar di sektor pertahanan.

Manajemen pun menegaskan tidak ada pemain yang benar-benar aman. Jika Yan Mota dilepas, Arema FC hampir pasti akan berburu bek baru demi menyongsong ketatnya persaingan putaran kedua Super League.

Editor : Dyah Wulandari
#Evaluasi Pelatih #gustavo franca #bursa transfer super league #Arema FC