JAKARTA - Putaran pertama BRI Super League 2025/2026 telah dilalui Arema FC, namun pekerjaan rumah di lini depan dinilai belum sepenuhnya tuntas. Dalberto memang tampil tajam dan menjadi tumpuan utama serangan Singo Edan, tetapi ketergantungan pada satu pemain dianggap berisiko dalam persaingan panjang kompetisi.
Situasi tersebut membuat isu Arema FC cari tandem Dalberto kembali mencuat menjelang bursa transfer putaran kedua. Manajemen Singo Edan disebut mulai melirik sosok penyerang yang tepat, baik sebagai tandem maupun pelapis, guna menambah daya gedor tim.
Dalam beberapa waktu terakhir, muncul dua nama yang langsung mengundang reaksi Aremania. Satu dinilai realistis dan masuk akal, sementara satu lainnya disebut sebagai mimpi besar yang berpotensi mengguncang Liga Indonesia.
Junior Batista, Opsi Realistis Berpengalaman Asia Tenggara
Nama pertama yang ramai dibicarakan dalam konteks Arema FC cari tandem Dalberto adalah Junior Batista. Penyerang asal Brasil berusia 32 tahun ini dikenal cukup akrab dengan atmosfer sepak bola Asia Tenggara, khususnya Liga Thailand.
Pada musim 2025/2026, Junior Batista masih tercatat membela Prachuap FC. Sebelumnya, ia juga pernah memperkuat sejumlah klub Thailand seperti Lamphun Warrior, Nongbua Pitchaya, hingga Kanchanaburi. Rekam jejak tersebut membuatnya dinilai bukan pemain yang membutuhkan adaptasi panjang.
Secara karakter permainan, Junior Batista merupakan tipikal striker fisikal. Ia memiliki postur kuat untuk beradu badan dengan bek-bek Super League yang dikenal agresif dan keras. Selain itu, pengalamannya bermain di iklim tropis menjadi nilai tambah tersendiri.
Keuntungan besar lainnya adalah status Junior Batista yang dikabarkan free transfer. Kondisi ini tentu menguntungkan Arema FC karena manajemen tidak perlu mengeluarkan biaya transfer dan hanya fokus pada negosiasi kontrak.
Dengan segala kelebihan tersebut, Junior Batista disebut-sebut sebagai solusi instan untuk menambah variasi serangan Singo Edan di putaran kedua.
Diego Costa, Mimpi Siang Bolong yang Bisa Jadi Nyata
Jika Junior Batista dianggap logis, maka nama Diego Costa berada di level berbeda. Mantan striker Atletico Madrid dan Chelsea itu mendadak bikin Aremania heboh setelah kabar statusnya tanpa klub beredar.
Diego Costa baru saja menyelesaikan kontraknya bersama klub raksasa Brasil, Gremio FBPA, pada akhir 2025. Meski tak lagi muda, Costa masih tampil di level tertinggi sepak bola Amerika Selatan dan belum mengumumkan pensiun.
Status bebas transfer per Januari 2026 membuat spekulasi Arema FC cari tandem Dalberto semakin liar. Bayangan duet Dalberto dan Diego Costa dinilai mampu menghadirkan kombinasi mematikan di lini depan.
Gaya bermain Costa yang keras, provokatif, dan penuh mental juara dianggap sangat identik dengan karakter Arema FC. Selain kontribusi teknis, kehadirannya juga diyakini mampu meningkatkan daya tarik klub secara komersial.
Meski nilai kontraknya dipastikan tinggi, efek yang ditimbulkan disebut sepadan. Stadion Kanjuruhan diprediksi akan selalu dipenuhi penonton yang ingin menyaksikan langsung aksi mantan bintang Eropa tersebut.
Status bebas transfer per Januari 2026 membuat spekulasi Arema FC cari tandem Dalberto semakin liar. Bayangan duet Dalberto dan Diego Costa dinilai mampu menghadirkan kombinasi mematikan di lini depan.
Gaya bermain Costa yang keras, provokatif, dan penuh mental juara dianggap sangat identik dengan karakter Arema FC. Selain kontribusi teknis, kehadirannya juga diyakini mampu meningkatkan daya tarik klub secara komersial.
Meski nilai kontraknya dipastikan tinggi, efek yang ditimbulkan disebut sepadan. Stadion Kanjuruhan diprediksi akan selalu dipenuhi penonton yang ingin menyaksikan langsung aksi mantan bintang Eropa tersebut.
Publik sepak bola nasional kini menanti keputusan besar tersebut. Apakah Arema FC akan memilih jalur realistis demi stabilitas tim, atau berani all in demi menciptakan sejarah baru di Super League? Jawabannya akan terungkap sebelum jendela transfer resmi ditutup.
Editor : Novica Satya Nadianti