JAKARTA - Persebaya Surabaya lepas tiga pemain pada bursa transfer Januari 2026 dalam langkah besar yang kembali menyita perhatian publik sepak bola nasional. Kebijakan ini menegaskan bahwa proses perombakan skuad Bajul Ijo di bawah komando Bernardo Tavares belum berhenti, meski posisi tim di klasemen sementara Liga 1 terbilang masih kompetitif.
Hingga pekan ke-17 Liga 1 2025-2026, Persebaya Surabaya bertengger di peringkat tujuh dengan koleksi 28 poin. Secara matematis, posisi tersebut masih membuka peluang bersaing di papan atas. Namun, Persebaya Surabaya lepas tiga pemain justru di saat performa tim relatif stabil. Keputusan ini pun memunculkan tanda tanya besar di kalangan Bonek.
Bagi Bernardo Tavares, klasemen bukan satu-satunya tolok ukur. Pelatih asal Portugal itu dikenal memiliki filosofi tegas dalam membangun tim. Pemain yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan taktik, intensitas permainan, maupun visi jangka panjang klub, siap tersingkir tanpa kompromi. Bursa transfer Januari 2026 pun dimanfaatkan sebagai momen evaluasi total.
Dejan Tumbas Dilepas, Fleksibilitas Tak Cukup Meyakinkan
Nama pertama yang dilepas adalah Dejan Tumbas. Pemain asal Serbia berusia 26 tahun tersebut sebenarnya berposisi asli sebagai penyerang tengah. Namun, selama membela Persebaya, ia kerap dimainkan sebagai bek kiri dalam skema Bernardo Tavares.
Bagi Bernardo Tavares, klasemen bukan satu-satunya tolok ukur. Pelatih asal Portugal itu dikenal memiliki filosofi tegas dalam membangun tim. Pemain yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan taktik, intensitas permainan, maupun visi jangka panjang klub, siap tersingkir tanpa kompromi. Bursa transfer Januari 2026 pun dimanfaatkan sebagai momen evaluasi total.
Dejan Tumbas Dilepas, Fleksibilitas Tak Cukup Meyakinkan
Nama pertama yang dilepas adalah Dejan Tumbas. Pemain asal Serbia berusia 26 tahun tersebut sebenarnya berposisi asli sebagai penyerang tengah. Namun, selama membela Persebaya, ia kerap dimainkan sebagai bek kiri dalam skema Bernardo Tavares.
Meski dikenal pekerja keras dan cukup fleksibel, peran yang tidak konsisten membuat kontribusi Dejan Tumbas dinilai belum maksimal. Sepanjang membela Bajul Ijo, ia mencatatkan 30 penampilan dengan torehan dua assist. Dengan nilai pasar sekitar Rp3,48 miliar, Tumbas sejatinya masih memiliki potensi, namun tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan taktik jangka panjang.
Keputusan melepas Dejan Tumbas menjadi sinyal bahwa Persebaya Surabaya lepas tiga pemain bukan tanpa perhitungan, melainkan demi membentuk skuad yang lebih efektif dan seimbang.
Diego Mauricio Hengkang Lebih Cepat
Nama kedua yang dilepas cukup mengejutkan, yakni Diego Mauricio. Penyerang asal Brasil tersebut baru didatangkan pada awal musim Liga 1 2025-2026. Namun, usianya yang sudah menginjak 34 tahun serta minimnya kontribusi membuat posisinya tidak aman.
Diego Mauricio hanya mencatatkan tujuh penampilan bersama Persebaya di berbagai kompetisi. Padahal, ia sempat diharapkan menjadi solusi ketajaman lini depan berkat pengalaman dan naluri golnya. Dengan nilai pasar mencapai Rp3,91 miliar, keputusan melepas Diego menegaskan bahwa pengalaman dan nama besar tidak otomatis menjamin tempat di tim utama era Tavares.
g dilepas adalah Kadek Raditya, bek tengah asal Indonesia berusia 26 tahun. Kadek termasuk pemain yang cukup lama membela Persebaya dengan total 58 penampilan dan satu gol. Nilai pasarnya berada di kisaran Rp1,61 miliar.
Menariknya, Kadek tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan klub baru. Ia resmi bergabung dengan Persis Solo, klub yang tengah membangun kekuatan dengan mengandalkan pemain berpengalaman di Liga 1. Kepindahan ini diharapkan memberi Kadek menit bermain lebih stabil sekaligus tantangan baru dalam kariernya.
Sinyal Transisi Besar Persebaya
Keputusan Persebaya Surabaya lepas tiga pemain melengkapi daftar pemain yang sebelumnya lebih dulu hengkang. Langkah ini menegaskan bahwa Bernardo Tavares tengah membawa Bajul Ijo memasuki fase transisi serius.
Meski tidak berada di zona krisis, Tavares tampaknya enggan terjebak rasa aman semu. Fokus utamanya adalah membangun identitas permainan yang kuat, disiplin taktik, serta konsistensi performa. Pemain dengan kontribusi minim, peran tidak jelas, atau kurang selaras dengan filosofi tim, harus rela tersingkir.
Kini, pertanyaan besar muncul: siapa yang akan datang? Bursa transfer Januari bukan hanya soal melepas pemain, tetapi juga memperkuat skuad. Putaran kedua Liga 1 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi proyek besar ini. Jika berhasil, langkah berani ini akan dikenang sebagai keputusan tepat. Jika tidak, tekanan publik terhadap manajemen Persebaya akan semakin besar.
Editor : Novica Satya Nadianti