JAKARTA - Persebaya Surabaya mengirim sinyal kuat kepada para pesaing jelang putaran kedua Super League 2025-2026. Total belanja pemain yang menembus angka Rp13,91 miliar menjadi penanda keseriusan manajemen dan pelatih Bernardo Tavares dalam melakukan reset skuad demi meningkatkan daya saing Green Force.
Sorotan utama tertuju pada Pedro Matos Persebaya, gelandang asal Portugal yang resmi menjadi pemain asing keempat yang direkrut pada paruh kedua musim ini. Kehadiran Pedro sekaligus membuat komposisi pemain asing Persebaya berada dalam kondisi overkuota, memaksa klub melakukan keputusan besar dengan melepas salah satu pilar utamanya.
Pedro Matos didatangkan dari Semen Padang dengan nilai pasar sekitar Rp2,17 miliar. Ia dikenal sebagai gelandang pengatur tempo permainan dengan distribusi bola rapi dan kecerdasan membaca situasi. Pada putaran pertama Super League 2025-2026, Pedro mencatatkan 15 penampilan, satu gol, dan empat assist, menjadikannya salah satu gelandang serang paling produktif di liga.
Empat Pemain Asing Baru, Total Belanja Fantastis
Pada putaran kedua ini, Persebaya mendatangkan total empat pemain asing anyar. Mereka adalah Bruno Paraiba, Jefferson Silva, Gustavo Fernandez, dan Pedro Matos. Bruno Paraiba direkrut dengan nilai sekitar Rp4 miliar untuk memperkuat sektor sayap dan lini depan.
Sementara itu, Jefferson Silva dan Gustavo Fernandez masing-masing menghabiskan dana sekitar Rp4,35 miliar. Keduanya diproyeksikan memperkokoh lini belakang yang menjadi salah satu fokus utama evaluasi Bernardo Tavares. Masuknya Pedro Matos melengkapi reset skuad dengan total belanja yang mencapai Rp13,91 miliar.
Langkah agresif ini menunjukkan ambisi Persebaya untuk tampil lebih solid dan kompetitif sejak laga pertama putaran kedua Super League 2025-2026.
Dejan Tumbas Resmi Dilepas
Masuknya Pedro Matos berujung pada keputusan mengejutkan. Persebaya Surabaya resmi mengumumkan perpisahan dengan Dejan Tumbas, striker asal Serbia yang sebelumnya menjadi pilihan utama di lini depan.
Dejan Tumbas bergabung dengan Persebaya pada awal musim dan langsung memberi dampak signifikan. Ia kerap dimainkan di berbagai posisi, mulai dari bek kiri hingga penyerang, serta selalu tampil pada laga-laga penting di putaran pertama. Namun absennya Dejan dalam dua sesi latihan terakhir sempat memunculkan spekulasi sebelum akhirnya klub mengonfirmasi perpisahan tersebut.
Bernardo Tavares menegaskan keputusan melepas Dejan merupakan bagian dari strategi tim. Ia ingin skuad lebih seimbang dan kompetitif, terutama dalam menghadapi putaran kedua yang dinilai lebih berat.
Pedro Matos, Versi Baru Francisco Rivera?
Kehadiran Pedro Matos langsung memunculkan perbandingan dengan Francisco Rivera. Keduanya memiliki karakter mirip sebagai gelandang kreatif yang mampu mengatur ritme permainan. Pedro bahkan disebut-sebut sebagai gelandang serang paling “gacor” di putaran pertama Super League.
Keunggulan Pedro terletak pada fleksibilitasnya. Selain bermain di tengah, ia bisa digeser ke sisi kanan untuk membuka ruang dan memberi variasi serangan. Bernardo Tavares menilai Pedro mampu memperkuat transisi dari bertahan ke menyerang serta menjamin suplai bola ke lini depan.
Kombinasi Pedro Matos dan Francisco Rivera diyakini bisa menjadi senjata utama Persebaya di putaran kedua.
Kadek Raditya Resmi ke Persis Solo
Perombakan skuad Persebaya belum berhenti. Bek lokal Kadek Raditya resmi dilepas dan bergabung dengan Persis Solo setelah dua setengah musim membela Green Force. Keputusan ini diambil setelah masuknya dua bek asing membuat persaingan di lini belakang semakin ketat.
Selain itu, sektor gelandang bertahan juga sudah penuh dengan nama-nama seperti Milos Rikovic dan Rahmat Irianto. Situasi tersebut membuat Kadek kesulitan mendapatkan menit bermain, hingga akhirnya memilih hengkang demi peluang karier yang lebih baik.
Bernardo Tavares menegaskan seluruh keputusan ini merupakan bagian dari evaluasi paruh musim. Ia ingin setiap posisi diisi sesuai kebutuhan taktik dan memiliki persaingan sehat demi membangun fondasi jangka panjang Persebaya Surabaya.
Editor : Novica Satya Nadianti