Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Transfer Persija Jakarta dan Persib Bandung Memanas: Persija Borong Amunisi Brasil, Persib Siapkan Kurzawa Demi Konsistensi Juara

Dyah Wulandari • Minggu, 25 Januari 2026 | 17:00 WIB

Transfer Persija Jakarta dan Persib Bandung memanas. Persija borong pemain baru, Persib siapkan Kurzawa demi konsistensi juara.
Transfer Persija Jakarta dan Persib Bandung memanas. Persija borong pemain baru, Persib siapkan Kurzawa demi konsistensi juara.

JAKARTA – Persaingan di papan atas Super League musim ini kian memanas, bukan hanya di atas lapangan, tetapi juga di bursa transfer. Dua rival klasik, transfer Persija Jakarta dan Persib Bandung, sama-sama menunjukkan keseriusan luar biasa demi menjaga peluang menjadi juara Liga Indonesia musim 2025–2026. Manuver agresif kedua klub menegaskan satu pesan: tidak ada ruang untuk setengah-setengah di paruh musim.

Persija Jakarta menjadi salah satu tim paling mencolok pergerakannya. Di bawah arahan pelatih asal Brasil, Maciej Sousa, Macan Kemayoran menjelma menjadi tim dengan gaya bermain paling menyerang di liga. Bermain di kandang atau tandang, Persija konsisten menekan lawan sejak menit awal. Namun, pendekatan ofensif ini juga menyisakan celah yang mulai terbaca oleh lawan, terutama di lini pertahanan dan transisi negatif.

Persija Jakarta Tambal Lini Belakang dan Depan

Manajemen Persija Jakarta bergerak cepat menutup kelemahan tersebut. Sektor pertahanan menjadi prioritas utama dengan mendatangkan Fajar di posisi fullback kanan serta Paulo Ricardo, bek tengah asal Brasil yang dikenal tenang dan elegan dalam membaca permainan. Kehadiran dua pemain ini diharapkan mampu meningkatkan soliditas backline yang kerap terekspos saat Persija terlalu agresif menyerang.

Baca Juga: Dana Rapel Gaji Pensiunan Diklaim Sudah Cair Nasional hingga Januari 2026, Video Viral Ramai, TASPEN Kediri Tegaskan: Belum Ada Keputusan Pemerintah

Tak hanya itu, Persija juga menambah opsi di lini depan dengan meminjam Aladin Azizi dari klub India, NorthEast United. Langkah ini diambil karena ketergantungan berlebih pada Exel Runtukahu dinilai berisiko, terutama ketika sang striker mendapat pengawalan ketat. Persija membutuhkan finisher alternatif agar variasi serangan tetap hidup.

Isu lain yang menguat adalah rencana kedatangan Shane Patinama. Pemain sayap kiri berusia 27 tahun itu dikabarkan segera bergabung setelah berpisah dengan Buriram United. Kehadiran Shane dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas delivery dari sisi kiri, sesuatu yang kerap menjadi kelemahan Persija saat dua winger utama mereka dikunci lawan.

Dengan komposisi ini, Persija Jakarta disebut tengah menyiapkan fleksibilitas taktik, termasuk kemungkinan memainkan skema tiga bek. Kombinasi Paulo Ricardo, Rizky Ridho, dan Jordi Amat disebut-sebut bisa menjadi fondasi baru permainan Macan Kemayoran.

Baca Juga: Isu Rapel dan Kenaikan Pensiun 2026 Ramai di YouTube, TASPEN Kediri Tegaskan Fakta: Belum Ada Keputusan Pemerintah

Persib Bandung Tak Mau Kalah Serius

Di sisi lain, transfer Persija Jakarta dan Persib Bandung sama-sama agresif, meski dengan pendekatan berbeda. Persib Bandung cenderung lebih hati-hati, namun tetap terukur. Kepastian bertahannya Federico Barba menjadi langkah krusial. Bek asal Italia itu terbukti mampu menjadi pemimpin lini belakang dan menutup banyak kelemahan pertahanan Maung Bandung.

Dengan Barba tetap bertahan, Persib kini fokus menambah kedalaman skuad. Nama Layvin Kurzawa mencuat sebagai rekrutan potensial. Bek kiri asal Prancis itu disebut telah mendarat di Indonesia dan berpeluang diperkenalkan jelang laga melawan PSBS Biak. Meski berusia 33 tahun, pengalaman Kurzawa di level tertinggi Eropa dinilai sangat berharga.

Kurzawa Jadi Solusi Posisi Bek Kiri Murni

Persib Bandung sejatinya memiliki banyak opsi di sektor kiri, seperti Dewangga, Reijnders, hingga Putros. Namun, semuanya bukan bek kiri murni. Kurzawa hadir sebagai solusi spesialis yang mampu bermain sebagai fullback kiri, wingback, bahkan bek tengah kiri dalam skema tiga bek.

Baca Juga: Dana Rapel Gaji Pensiunan Diklaim Sudah Cair Nasional, Video Viral Sebut Kepastian Resmi, TASPEN Kediri Tegaskan: Belum Ada Keputusan Pemerintah

Bojan Hodak dikenal sebagai pelatih pragmatis yang mengutamakan efektivitas. Kehadiran Kurzawa membuka opsi distribusi bola dari belakang yang lebih variatif, terutama ketika lini tengah seperti Tom Haye dan Eliano Reijnders mendapat tekanan ketat dari lawan. Fullback dengan visi dan akurasi umpan tinggi menjadi kebutuhan mendesak Persib, khususnya saat laga tandang.

Duel Strategi Dua Kandidat Juara

Pergerakan transfer Persija Jakarta dan Persib Bandung menunjukkan perbedaan filosofi. Persija berani tampil agresif dengan banyak wajah baru demi mendukung sepak bola menyerang. Sementara Persib memilih jalur stabilitas, memadukan pemain matang dengan pengalaman internasional agar konsistensi tetap terjaga.

Baca Juga: Aturan Baru Dana Pensiun 2026 Disebut Sudah Berlaku dan Krusial bagi ASN, TASPEN Kediri Luruskan: Belum Ada Keputusan Kenaikan Pensiun

Kedua pendekatan ini sama-sama berisiko, tetapi juga menjanjikan. Jika adaptasi berjalan mulus, Persija bisa menjadi mesin gol yang menakutkan. Namun jika Persib sukses menjaga keseimbangan dan kedalaman skuad, Maung Bandung tetap menjadi tim paling solid di liga.

Super League musim ini pun dipastikan semakin panas. Persija dan Persib bukan hanya bertarung soal tiga poin, tetapi juga adu strategi di balik layar demi satu tujuan: gelar juara Liga Indonesia.

Editor : Dyah Wulandari
#transfer Persib #persija jakarta #Super League Indonesia #persib bandung