BANDUNG - Transfer Levin Kurzawa ke Persib Bandung sejak awal disadari bukan langkah tanpa risiko. Manajemen Maung Bandung paham betul bahwa mendatangkan mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut adalah keputusan berani dengan konsekuensi besar. Namun, risiko itu justru diterima secara sadar sebagai bagian dari strategi jangka pendek dan ambisi jangka panjang klub.
Biasanya, bursa transfer pertengahan musim hanya dimanfaatkan klub untuk menambal kekurangan minor. Perombakan besar jarang terjadi. Namun situasi berbeda terlihat pada putaran kedua BRI Super League musim ini. Sejumlah transfer spesial bermunculan, mulai dari John Toral ke Persik Kediri, eks pemain J-League ke Bali United, hingga Shane Patinama yang merapat ke Persija Jakarta.
Di antara semua nama tersebut, Levin Kurzawa ke Persib Bandung menjadi transfer paling fenomenal. Bukan hanya karena statusnya sebagai eks PSG, tetapi juga karena pengalaman bermain di level elite Eropa yang sulit ditandingi pemain lain di Liga Indonesia.
Performa Menurun dan Riwayat Cedera Jadi Sumber Keraguan
Di sisi lain, keraguan publik terhadap Kurzawa juga tidak muncul tanpa alasan. Dalam empat musim terakhir sejak 2021–2022, Kurzawa hanya mencatatkan total 12 pertandingan resmi. Bahkan dalam tiga musim terakhir, ia hanya tampil satu laga per musim dengan menit bermain yang sangat minim.
Kondisi tersebut diperparah dengan statusnya yang sempat menganggur selama sekitar enam bulan sebelum bergabung dengan Persib. Artinya, Kurzawa tidak terikat kontrak klub dan tidak menjalani kompetisi resmi dalam periode tersebut.
Selain minim menit bermain, riwayat cedera juga menjadi perhatian utama. Dalam empat musim terakhir, Kurzawa tercatat menghabiskan sekitar 265 hari dalam masa pemulihan cedera. Cedera yang dialami pun beragam, beberapa di antaranya bersifat kambuhan. Dengan data tersebut, kekhawatiran soal penurunan performa dianggap wajar.
Persib Sadar Ini Transfer High Risk
Namun yang perlu dipahami, Persib Bandung bukan menutup mata terhadap risiko tersebut. Manajemen justru sepenuhnya sadar bahwa Levin Kurzawa ke Persib Bandung adalah transfer high risk. Risiko itu diterima karena klub memiliki dasar perhitungan yang kuat.
CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Aditya Putra Herawan, sebelumnya menegaskan bahwa proses rekrutmen pemain Persib tidak dilakukan secara instan. Setiap pemain yang direkrut telah melalui penyaringan puluhan hingga ratusan profil, dianalisis oleh tim pelatih, analis, hingga manajemen.
Artinya, ketika Persib memutuskan menawarkan kontrak kepada Kurzawa, keputusan tersebut sudah berbasis data komprehensif. Mulai dari riwayat karier, kondisi fisik, potensi risiko, hingga langkah preventif jika skenario terburuk terjadi.
Baseline Quality Kurzawa Masih di Atas Liga
Salah satu alasan utama Persib berani mengambil risiko adalah baseline quality Kurzawa yang dinilai masih jauh di atas rata-rata pemain Liga Indonesia. Bahkan dengan kondisi kebugaran 60 hingga 70 persen, Kurzawa disebut masih berada di level elite untuk standar Super League.
Persib tidak semata mencari pemain ideal tanpa celah, tetapi melihat potensi keuntungan jangka pendek yang bisa dihasilkan. Upside dari Kurzawa dianggap cukup besar untuk membenarkan risiko yang diambil.
Ambisi Asia dan Faktor Pengalaman Eropa
Persib saat ini tidak hanya mengincar gelar domestik, tetapi juga ingin berbicara banyak di level Asia. Untuk mencapai target tersebut, pengalaman menjadi modal yang sangat berharga. Pengalaman bermain di Liga Champions, menghadapi tekanan tinggi, dan berhadapan dengan pemain kelas dunia adalah sesuatu yang tidak mudah didapat.
Kurzawa membawa pengalaman itu. Pemahaman tempo permainan, positioning, dan game management level elite menjadi nilai tambah yang sulit diukur dengan statistik semata.
Rekam Jejak Bojan Hodak Jadi Kunci Optimisme
Optimisme Persib juga didukung rekam jejak Bojan Hodak dalam menghidupkan kembali pemain yang kariernya sempat meredup. Stefano Beltrame dan Mateo Kocijan adalah contoh nyata bagaimana pemain dengan status non-unggulan justru menjadi bagian penting dari kesuksesan Persib meraih dua gelar juara beruntun.
Dengan kondisi finansial yang stabil dan kedalaman skuad yang mumpuni, Persib juga berada pada posisi aman jika risiko terburuk terjadi. Jika Kurzawa gagal tampil optimal atau kembali cedera, dampaknya tidak akan terlalu signifikan karena masih tersedia opsi pemain lain di posisi bek kiri.
Timing Dinilai Tepat
Dengan semua pertimbangan tersebut, Levin Kurzawa ke Persib Bandung dinilai sebagai langkah yang tepat secara timing dan strategi. Jika berhasil, Persib mendapat keuntungan besar. Jika gagal, kerugian masih dalam batas yang bisa ditoleransi.
Editor : Dyah Wulandari