JAKARTA - Genderang perang Persebaya Surabaya resmi ditabuh menjelang laga pembuka putaran kedua Super League 2025–2026. Green Force datang ke markas PSIM Yogyakarta dengan kepercayaan diri tinggi dan target jelas: mencuri tiga poin di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026).
Playmaker andalan Persebaya Surabaya, Francisco Rivera, menegaskan kesiapan timnya menghadapi laga sarat gengsi tersebut. Ia menyebut seluruh pemain telah menjalani latihan intensif sepanjang pekan dan siap berjuang habis-habisan demi kemenangan tandang.
“Kami sudah berlatih keras sepekan ini. Kami memiliki kepercayaan diri dan siap berjuang untuk membawa pulang tiga poin dari Yogyakarta,” ujar Rivera, Jumat (23/1/2026).
Modal Positif Persebaya Surabaya di Putaran Kedua
Persebaya Surabaya mengawali putaran kedua dengan tren yang menjanjikan. Tiga kemenangan beruntun dalam lima laga terakhir menjadi bukti konsistensi tim asuhan Bernardo Tavares. Stabilitas permainan mulai terlihat seiring adaptasi taktik dan komposisi pemain yang kian solid.
Green Force tampil lebih disiplin di lini belakang dan efektif saat menyerang. Intensitas pressing serta transisi cepat menjadi ciri khas permainan Persebaya Surabaya yang kini semakin matang.
Momentum awal putaran kedua membuat laga kontra PSIM Yogyakarta menjadi sangat krusial. Kemenangan akan menjadi simbol ambisi Persebaya untuk terus menempel papan atas klasemen Super League 2025–2026.
PSIM Yogyakarta Tak Bisa Diremehkan
Di sisi lain, PSIM Yogyakarta juga datang dengan modal kepercayaan diri. Kemenangan tandang atas Madura United pada pekan sebelumnya menjadi suntikan moral bagi Laskar Mataram. Bermain di Stadion Sultan Agung, PSIM dikenal kerap menyulitkan lawan dengan dukungan penuh suporternya.
Pada pertemuan putaran pertama Agustus lalu, PSIM bahkan sukses mencuri kemenangan 1-0 di kandang Persebaya Surabaya. Hasil tersebut menjadi catatan penting yang memantik motivasi balas dendam tim tamu.
Namun, kondisi PSIM kali ini tidak sepenuhnya ideal. Bek andalan Franco Ramos Mingo harus absen akibat hukuman kartu merah. Kehilangan sang komandan pertahanan jelas menjadi pukulan telak bagi tuan rumah.
Masalah PSIM bertambah dengan kondisi dua pemain asing, Anton Fase dan Doni Warmer Merdam, yang masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. Meski demikian, kembalinya sejumlah pemain lokal membuat opsi rotasi PSIM sedikit lebih terbuka.
Wajah Baru Persebaya Surabaya dan Masalah Kebugaran
Persebaya Surabaya menatap putaran kedua dengan wajah baru. Tiga pemain asing asal Brasil, Bruno Paraiba, Jefferson da Silva, dan Gustavo Fernandez, diharapkan memberi warna berbeda. Kreativitas lini tengah juga bertambah lewat kehadiran Pedro Matos.
Namun, kabar kurang sedap datang jelang laga. Tiga pemain asing anyar Persebaya masih bermasalah dengan kondisi fisik akibat perbedaan zona waktu. Bernardo Tavares mengakui masalah jet lag memengaruhi ritme tidur dan stamina pemain.
“Kami tidak akan berjudi dengan kondisi kesehatan pemain. Keselamatan dan performa jangka panjang jauh lebih penting,” tegas Tavares.
Jika ketiga pemain asing itu absen, Persebaya Surabaya kemungkinan akan mengandalkan kekuatan pemain lokal. Rivera tetap diproyeksikan menjadi motor serangan, mengatur tempo dan distribusi bola.
Duel Taktik dan Ambisi Tiga Poin
Absennya sejumlah pemain kunci membuat laga ini diprediksi berjalan ketat. Persebaya Surabaya kemungkinan tampil lebih pragmatis, fokus pada disiplin bertahan dan efektivitas serangan balik. Rotasi di babak kedua akan menjadi kunci menjaga ritme permainan.
PSIM Yogyakarta diprediksi tampil agresif sejak menit awal, memanfaatkan keuntungan bermain di kandang. Adu strategi antara Bernardo Tavares dan Jin Paul Van Gastel bakal menjadi sorotan utama.
Ketika peluit awal dibunyikan, semua catatan masa lalu tak lagi relevan. Yang tersisa hanya keberanian, disiplin, dan efektivitas. Bantul siap menjadi saksi apakah optimisme Francisco Rivera berbuah kemenangan, atau justru PSIM kembali menghadirkan kejutan di rumah sendiri.
Editor : Novica Satya Nadianti