Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persija Jakarta Bangkit di Putaran Kedua Super League 2025-2026: Menang, Debut Pemain Anyar, dan Sinyal Kuat Perburuan Gelar Juara

Dyah Wulandari • Minggu, 25 Januari 2026 | 17:40 WIB

Persija Jakarta bangkit di putaran kedua Super League 2025-2026. Menang, debut pemain anyar, dan sinyal kuat perburuan gelar
Persija Jakarta bangkit di putaran kedua Super League 2025-2026. Menang, debut pemain anyar, dan sinyal kuat perburuan gelar

JAKARTA – Persija Jakarta membuka putaran kedua Super League 2025-2026 dengan cara yang meyakinkan. Di tengah krisis pemain tengah serta tekanan besar pasca kekalahan di laga El Clasico, Macan Kemayoran justru tampil dominan dan mengamankan kemenangan penting. Hasil ini menjadi sinyal awal bahwa Persija Jakarta belum keluar dari jalur persaingan gelar musim ini.

Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat malam (23/1/2026), Persija Jakarta menundukkan Madura United dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan Macan Kemayoran seluruhnya lahir dari titik penalti, namun dominasi permainan menunjukkan hasil tersebut bukan kebetulan semata.

Kemenangan ini terasa krusial bagi Persija Jakarta. Selain menjadi momentum kebangkitan usai hasil kurang memuaskan sebelumnya, tiga poin ini juga mempertegas kesiapan tim asuhan Mauricio Souza menghadapi kerasnya putaran kedua Super League 2025-2026.

Baca Juga: Wilujeng Sumping! Layvin Kurzawa ke Persib Bandung Resmi, Sudah Latihan di GBLA, Isyarat Debut Lawan PSBS Biak & Rumor Jessie Lingard Menggema

Dominasi Persija Meski Dilanda Krisis Gelandang

Sejak menit awal, Persija Jakarta tampil agresif dan mengontrol jalannya pertandingan. Statistik mencerminkan keunggulan tuan rumah. Persija menguasai 63 persen penguasaan bola, melepaskan 18 tembakan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang, sementara Madura United tak mampu mencatatkan satu pun shot on target.

Gol pembuka Persija lahir pada menit ke-44 lewat eksekusi penalti Gustavo Almeida. Striker asal Brasil itu dijatuhkan di kotak terlarang dan dengan tenang menuntaskan tugasnya sebagai algojo. Sepakan keras kaki kanan Gustavo tak mampu dibendung kiper Madura United.

Keunggulan Persija kemudian dipastikan di masa injury time babak kedua. Maxwell Souza kembali memaksa wasit menunjuk titik putih setelah dilanggar kiper lawan. Penalti sempat gagal, namun diulang setelah intervensi VAR, dan Maxwell sukses mengunci kemenangan 2-0.

Baca Juga: High Risk High Return! Alasan Kuat Levin Kurzawa ke Persib Bandung Meski Rentan Cedera, Strategi Bojan Hodak Demi Ambisi Asia

Menariknya, kemenangan ini diraih Persija dalam kondisi krisis pemain tengah. Absennya beberapa gelandang membuat Mauricio Souza melakukan improvisasi dengan menurunkan Jordi Amat sebagai gelandang bertahan. Eksperimen tersebut berjalan mulus. Jordi tampil disiplin dan solid, memutus alur serangan lawan sekaligus membantu distribusi bola dari lini belakang.

Mauricio Souza pun mengapresiasi performa timnya, khususnya di babak pertama yang dinilainya nyaris sempurna. Meski demikian, ia masih mencatatkan evaluasi terkait pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan.

Debut Menjanjikan Fajar Faturrahman dan Alaidin Ajarai

Laga ini juga menjadi panggung debut dua rekrutan anyar Persija Jakarta, Fajar Faturrahman dan Alaidin Ajarai. Keduanya masuk sebagai pemain pengganti dan langsung memberi dampak positif.

Baca Juga: Transfer Persija Jakarta dan Persib Bandung Memanas: Persija Borong Amunisi Brasil, Persib Siapkan Kurzawa Demi Konsistensi Juara

Fajar Faturrahman masuk pada menit ke-83 menggantikan Rio Fahmi di posisi bek kanan. Meski waktu bermainnya singkat, pemain berusia 23 tahun itu tampil percaya diri. Fajar mencatatkan satu umpan kunci, satu crossing akurat, akurasi umpan 88 persen, dua recovery bola, serta memenangkan tiga duel.

Debut Fajar semakin spesial karena disaksikan langsung oleh pelatih Timnas Indonesia, John Heitinga. Eks pemain Borneo FC itu berharap performa positifnya bersama Persija Jakarta bisa membuka peluang kembali ke skuad Garuda.

Sementara itu, Alaidin Ajarai masuk lebih awal pada menit ke-69 menggantikan Witan Sulaeman yang cedera. Penyerang asal Maroko tersebut langsung merepotkan pertahanan Madura United lewat kecepatan dan agresivitasnya. Ia sempat mencetak gol dari bola muntah penalti Maxwell Souza, namun dianulir karena dianggap masuk kotak penalti terlalu cepat.

Baca Juga: Persib Bandung Siapkan Kejutan di GBLA Usai Lawan PSBS Biak, Isyarat Perkenalan Kurzawa hingga Jersey Baru Jadi Sorotan Bobotoh

Ambisi Persija Dipertegas Lewat Bursa Transfer

Tak berhenti pada kemenangan dan debut pemain anyar, ambisi Persija Jakarta juga terlihat jelas di bursa transfer paruh musim. Manajemen mendatangkan Shane Patinama dengan kontrak dua setengah musim plus opsi perpanjangan.

Bek Timnas Indonesia itu membawa pengalaman panjang dari Eropa, mulai dari akademi Ajax dan Utrecht, hingga bermain di Belanda, Norwegia, Belgia, dan Thailand bersama Buriram United. Jam terbang internasional Shane diharapkan menambah mentalitas juara di ruang ganti Persija.

Selain itu, Persija juga merekrut bek berpengalaman asal Brasil, Paulo Ricardo. Di usia 31 tahun, Paulo membawa ketenangan, kepemimpinan, dan kemampuan membaca permainan yang sangat dibutuhkan Macan Kemayoran di fase krusial musim.

Baca Juga: Persib Bandung Bergejolak: Mark Klok Pasang Badan Jaga Keangkeran Kandang, Jacob Ramsey Dibidik, hingga Denda AFC Rp503 Juta

Tambahan tiga poin membuat Persija Jakarta kini mengoleksi 38 poin dari 18 laga dan bertahan di posisi ketiga klasemen sementara Super League 2025-2026. Dengan awal manis di putaran kedua, debut menjanjikan pemain anyar, serta langkah agresif di bursa transfer, Persija mengirim pesan tegas: Macan Kemayoran siap bertarung habis-habisan di jalur juara

Editor : Dyah Wulandari
#mauricio souza #bursa transfer persija #persija #Super League 2025 2026